Home Balap Teknologi Mobil F1 yang Dilarang FIA, Inovatif Hingga Unik!

Teknologi Mobil F1 yang Dilarang FIA, Inovatif Hingga Unik!

0 1269

Teknologi Mobil F1, Mobil yang digunakan pada ajang balap bergengsi Formula 1 dikenal banyak orang memiliki banyak teknologi canggih, dengan performa kencang. Mobil F1 modern dapat melesat dari 0-100 km/jam hanya dalam hitungan 1,7 detik saja. Kemampuan ini jelas belum dapat dikalahkan dengan mobil sport jenis apapun.

Faktanya, tidak semua teknologi yang dibenamkan pada mobil F1 merupakan yang tercanggih di dunia otomotif. Ada beberapa komponen dan sistem yang kalah canggih dibanding mobil biasa yang melintas di jalanan.

Alasannya sudah pasti, yakni regulasi yang ditetapkan pihak penyelenggara. Federation Internationale de I’Automobile (FIA) rutin membuat regulasi untuk membatasi kecepatan mobil balap F1. Ada beberapa hal yang melatarbelakangi pembatasan kecepatan ini, yakni keselamatan pembalap dan alasan non teknis. Contohnya seperti agar jalannya balapan terlihat lebih menarik.

Jika diperhatikan, hampir setiap tahun FIA melakukan perubahan regulasi. Keputusan ini diambil lantaran kemajuan teknologi yang jauh lebih pesat dari pembatasan yang diberlakukan. lalu apa saja teknologi canggih yang sempat disematkan pada mobil F1 sebelum akhirnya dilarang oleh FIA?

Teknologi Mobil F1 2

Turbin gas

Teknologi inovatif yang sempat dibenamkan pada mobil Formula 1 adalah turbin gas. Turbin ini digunakan sebagai penggerak menggantikan motor bakar torak. Motor bakar merupakan salah satu jenis penggerak tertua yang memiliki banyak kekurangan. Terlebih lagi jika dibandingkan dengan turbin gas yang lazim dijumpai sekarang ini.

Turbin gas dapat mengeluarkan tenaga yang lebih tinggi dengan bobot yang lebih ringan. Dapat dikatakan turbin gas memiliki power-to-weight ratio yang lebih baik. Keunggulan lainnya adalah putaran yang sangat cepat, bahkan dapat mencapai 60.000 rpm. Jauh lebih rendah jika disandingkan mesin F1 modern yang memiliki putaran mesin 20.000 rpm (musim ini dibatasi menjadi 15.000 rpm). Turbin gas juga minim getaran lantaran tidak ada komponen yang bergerak translasi (maju-mundur) seperti pada motor bakar.

Umumnya usia pemakaian turbin gas lebih panjang dari motor bakar. Namun FIA melarang penggunaan teknologi ini sesudah tim Lotus melakukan uji coba T56B yang memakai turbin gas merk Pratt & Whitney pada 1971 silam.

Meski memiliki kelebihan, turbin gas juga mempunyai kekurangan. Diantaranya lambatnya respon perubahan bukan gas dari kaki pembalap dan tidak adanya efek engine-brake yang sangat diperlukan dalam balap F1.

CVT

Continously Variable Transmission (CVT) merupakan perangkat pengganti gearbox yang memungkinkan mesin beroperasi pada RPM-band yang sempit. Hasilnya torsi maksimum masih dapat dipertahankan. Teknologi ini pertama kali dikembangkan oleh tim Williams sejak akhir 1970-an.

Sistem CVT juga sempat diujicobakan pada FW-15 yang menggunakan mesin Renault pada tahun 1993. Akan tetapi pada akhir 1993 FIA melarang penggunaan CVT untuk lomba.

Kipas

Komponen ini diposisikan di belakang mobil. Tujuan pemasangan fan atau kipas adalah untuk menghasilkan extra-downforce. Tim yang sempat menggunakan komponen ini adalah Brabham dan Niki Lauda. Hal ini membuatnya menjuarai GP Swedia tahun 1978. Namun pemakaian kipas pada akhirnya dilarang oleh FIA.

Side skirt

Side skirt atau dikenal juga dengan nama sliding skirt merupakan perangkat yang diletakkan di sisi kiri dan kanan bodi mobil bagian bawah. Tujuan dipasangnya alat ini adalah untuk mencegah aliran angin di kolong mobil mengalir ke samping. Alhasil ground-effect dari kolong dapat dimaksimalkan.

FIA melarang penggunaan side skirt pada 1980 dengan cara membatasi groun clearance menjadi minimum 6 cm. Hal ini membuat mobil F1 tidak lagi bisa menggunakan side skirt karena jarak antara komponen tersebut dengan aspal tidak bisa dijaga. Belum lagi gerakan suspensi yang menyebabkan bodi mobil bergerak naik-turun.

Namun pengembangan side skirt tidak berhenti sampai di situ. Pada 1988 tim Lotus memperkenalkan desain twin chassis atau sasis ganda pada mobil T88. Sasis pertama memiliki suspensi yang sangat keras terhadap roda. Sementara sasis kedua memiliki suspensi yang lebih lunak terhadap sasis pertama.

Sasis pertama dengan suspensi yang keras terhadap roda akan membuat jarak terhadap aspal dapat dijaga. Strategi dengan membuat sasis pertama mirip pelat yang mengelilingi sasis kedua, maka sasis pertama dapat berfungsi sebagai side skirt tanpa melanggar aturan ground-clearance yang sudah ditetapkan FIA. Hanya saja twin-chassis akhirnya juga dilarang oleh FIA.

Peredam kejut

Suspensi aktif merupakan peranti yang memudahkan langkah William untuk mendominasi musim balap 1992 dengan Nigel Mansell dan FW14B. Suspensi ini membuat peredam kejut dapat mengatur kekerasan peredamannya supaya sesuai dengan kondisi jalan yang dilalui. Hasilnya, keempat ban akan selalu memiliki daya cengkram yang maksimum meski tengah melaju di trek bergelombang dan banyak tikungan lambat. Akan tetapi penggunaan peranti ini dilarang FIA pada musim 1993.

Enam roda

Mobil F1 juga pernah mengusung konsep four-wheel-drive dan six-wheelers (mobil enam roda). Hal ini merupakan upaya untuk membagi torsi (baik pengereman maupun akselerasi) kepada lebih banyak roda. Dengan demikian, daya cengkram ban pada aspal akan meningkat. Hal ini tentu akan berdampak pada akselerasi yang lebih baik dan pengereman yang lebih pakem.

Four-wheel-drive sempat dipakai pada mobil BRM di awal 60-an. Sementara mobil enam roda pernah digunakan Tyrell pada 1977 dan Williams pada tahun 1981. Namun kedua sistem tersebut dilarang oleh FIa di tahun 1983.

Source: mobil f1, teknologi f1, teknologi mesin mobil tercanggih, teknologi f1 yang dilarang, teknologi f1 terbaru, sistem penggerak roda pada f1, penggerak roda f1, modif mobil ala F1, mobil f1 60 an, mobil f1 2017, 

Sekarang INDONESIAUTOSBLOG.com bisa dibuka melalui perangkat mobile di http://m.indonesiautosblog.com untuk akses lebih mudah dan ringan dari ponsel dan dapatkan berita menarik tentang dunia otomotif di beranda Facebook Anda klik disini!

Punya Pertanyaan atau Komentar?

Jika kamu memiliki pertanyaan atau tanggapan mengenai artikel ini, silahkan tinggalkan komentar kamu disini

Leave a Reply