Home Auto News Tergelincir di MotoGP Assen 2016, Ini Kata Valentino Rossi

Tergelincir di MotoGP Assen 2016, Ini Kata Valentino Rossi

0 1200

Valentino Rossi MotoGP Assen 2016, Balap MotoGP yang berlangsung di Sirkuit Assen diwarnai dengan beragam kejutan. Salah satunya yang mendapat sorotan banyak pihak adalah kegagalan Valentio Rossi untuk meneruskan balap hingga finis. Rider asal Italia itu harus menelan pil pahit setelah terjatuh. Padahal saat itu ia berada di posisi terdepan.

Sebagaimana dilansir KompasOtomotif dari Crash, Minggu (26/6/2016), Rossi merasa malu dengan hasil balap yang dilaluinya kali ini. Padahal ia sadar bahwa MotoGP 2016 Assen menjadi kesempatan baik baginya untuk meraih poin penuh.

“Saya merasa malu, karena hari ini adalah kesempatan yang baik untuk mengambil hasil maksimal dan mendapatkan poin penting sebagai bekal menjadi juara. Pada saat trek kering saya memiliki kecepatan yang baik, dan basah saya juga tidak begitu buruk,” ungkap Rossi.

Pembalap bernomor 46 itu mengatakan, lantaran merasa sudah memperoleh kecepatan baik ketika balap pertama sebelum bendera merah dikibarkan, ia dan tim memutuskan untuk memakai ban belakang soft pada balap kedua. Tujuannya agar bisa mendapat traksi dan membuat YZR-M1 yang digunakan Rossi dapat melesat semakin sempurna.

“Saya memiliki awal yang baik (pada saat race kedua) dan saya mencoba untuk melaju cepat, karena ban belakang memiliki lebih banyak grip karena ban soft. Tapi sayangnya, saya melakukan kesalahan. Saya terlalu cepat, memaksakannya terlalu keras, dan sudah sangat berlebihan. Itu adalah kesalahan bodoh. Saya sangat menyesal dan memohon maaf pada seluruh tim karena hari ini tidak bisa menang,” papar Rossi.

Valentino Rossi MotoGP Assen 2016 2

Lebih lanjut ia menjelaskan, jika kecelakaan tersebut disebabkan karena Rossi lamban mengantisipasi kecepatan sepeda motor yang terlalu tinggi, terutama saat masuk tikungan 10 pada balap kedua. Hal itulah yang membuat ban depan kehilangan traksi dan membuat The Doctor tergelincir.

“Seharusnya saya melakukan pengereman lebih dini, karena kecepatan sepeda motor yang lebih tinggi 4-5 kpj dibanding pada race pertama (sebelum bendera merah dikibarkan). Namun, saya malah melakukan pengereman di titik yang sama, seperti pada balap pertama, dan akhirnya saya kehilangan ban depan,” ujarnya.

Source:

Sekarang INDONESIAUTOSBLOG.com bisa dibuka melalui perangkat mobile di http://m.indonesiautosblog.com untuk akses lebih mudah dan ringan dari ponsel dan dapatkan berita menarik tentang dunia otomotif di beranda Facebook Anda klik disini!

Punya Pertanyaan atau Komentar?

Jika kamu memiliki pertanyaan atau tanggapan mengenai artikel ini, silahkan tinggalkan komentar kamu disini

Leave a Reply