Home Honda Perbandingan Honda BeAT, Mio M3, Address FI dan TVS Dazz

Perbandingan Honda BeAT, Mio M3, Address FI dan TVS Dazz

Perbandingan Honda BeAT, Mio M3, Hingga saat ini pasar sepeda motor masih didominasi skuter matik. Oleh karenanya hampir setiap merek motor di Indonesia memiliki model skutik di Tanah Air. Untuk skutik entry level, ada beberapa model yang terjun. Antara lain Honda BeAT, Yamaha Mio M3, Suzuki Address dan TVS Dazz DFI.

Dari keempat model tersebut, BeAT eSP baru saja mendapat penyegaran. All New BeAT eSP hadir dengan tambahan fitur baru seperti spidometer digital, eco indicator dan ban tubeless. Sedangkan fitur lain seperti secure key shutter, idling stop system (ISS), parking brake lock dan lain sebagainya masih tersedia pada motor matic ini.

Dengan beberapa pembaruan tersebut, bagaimana jadinya jika motor ini diadu dengan skutik lainnya? Berikut adalah komparasi keempat motor matic tersebut, sebagaimana dirangkum Otomotifnet:

Desain

Untuk urusan desain, Mio M3 tampak lebih sporty dengan banyak sudut meruncing dan lekukan dinamis. Bagian bodi depan memiliki bentuk yang aerodinamis, sedangkan bagian samping terdapat detail seperti winglet untuk jalur angin yang dilabur dengan motif karbon kevlar. Kesan ramping Yamaha Mio M3 terlihat di bagian bodi belakang.

Sama halnya dengan skuter matik Yamaha, Honda BeAT eSP juga mengusung desain meruncing. Bahkan kini bentuk motor Honda itu juga lebih kecil seperti rivalnya. Namun yang membedakan BeAT eSP terkesan lebih simpel karena tidak dihiasi lekukan agresif. Sedangkan bagian pijakan kaki tampak tebal karena juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan aki. Lalu untuk tampilan belakang terlihat lebih runcing dan ramping dibanding model sebelumnya.

yamaha-mio-m3-125-2016-indonesia

Beralih ke Suzuki Address, kesan elegan tampak jelas ketika melihat tampilannya pertama kali. Bodi motor ini didesain menggembung dan memiliki lekukan membulat di bagian bodi samping dan batok lampu. Untuk mempermanis tampilannya, Suzuki memberikan sentuhan sudut melancip di bodi depan dan sepatbor depan. Jok Address juga dirancang tebal sehingga memberikan kenyamanan yang lebih baik.

Fitur dan teknologi

Honda BeAT eSP terbaru mengusung spidometer dengan perpaduan analog dan digital. Hal ini yang menjadi keunggulan BeAT, pasalnya kompetitor masih menggunakan full analog. Honda juga menyertakan fitur Eco Indicator, fitur yang memberikan panduan kepada pengendara untuk berkendara dengan efisien. Nyala lampu eco indicator ini berbeda-beda, yaitu mati, redup dan terang.

Fitur serupa juga bisa dijumpai pada Mio M3. Akan tetapi pada skutik Yamaha itu hanya ada dua kondisi, yakni mati dan menyala. Untuk sektor ban, BeAT eSP dan Dazz DFI lebih unggul sebab sudah menggunakan ban tubeless. Ban jenis ini membuat perjalanan lebih aman, bahkan ketika kena paku, sebab tidak langsung kempes.

Untuk ukuran ban rata-rata menggunakan 80/90-14 dan 90/90-14. Sedangkan Yamaha Mio M3 memiliki ukuran paling kecil, yakni 70/90-14 dan 80/90-14.

Lalu untuk sistem pengeram keempat motor matic menggunakan jenis cakram di bagian depan dan teromol di bagian belakang. Untuk Honda BeAT eSP, terdapat varian CBS (combi brake system). Dengan fitur ini, ketika pengendara menarik handel rem belakang, maka rem depan juga akan ikut bekerja. Fitur tersebut cocok untuk pengendara pemula.

Semua model matic di atas juga sudah memiliki pengunci handel rem belakang. Hanya cara kerja dan namanya saja yang berbeda.

suzuki-address-indonesia-2016

Suzuki Address bisa dikatakan unggul dalam hal ruang penyimpanan. Pasalnya kapasitas bagasinya mencapai 20,6 liter. Dengan kapasitas sebesar itu pengendara dapat menyimpan helm full face ke dalamnya. Sementara urutan kedua ditempati Honda BeAT eSP dengan kapasitas 11 liter. Selanjutnya ada Mio M3 dengan kapasitas 10,1 liter dan Dazz DFI. Sayangnya untuk skutik asal India itu tidak ada data volumenya.

Persamaan lainnya adalah hadirnya tempat penyimpanan di bawah setang pada keempat motor matic di atas. Sedangkan untuk kapasitas tangki bahan bakar, Address kembali unggul. Pasalnya skutik berlambang ‘S’ itu memiliki kapasitas tangki sebesar 5,2 liter. Disusul Dazz DFI dengan kapasitas 5,1 liter, kemudian Mio M3 dengan kapasitas 4,2 liter dan BeAT eSP yang menjadi paling akhir lantaran hanya berkapasitas 4 liter.

Seluruh skuter matik juga sudah memiliki pengaman bermagnet. Khusus untuk Yamaha Mio M3 dan Suzuki Address sudah terintegrasi dengan pembuka jok. Sehingga pengendara tidak perlu repot-repot untuk membukanya. Sementara pada BeAT eSP dan Dazz belum tersedia sehingga pemilik harus melepas dan menancapkan kunci ke pembuka jok di bagian belakang.

Beralih ke fitur penunjang keselamatan, Anda dapat menemui Side Stand Switch pada BeAT eSP, Mio M3 dan Address. Fitur ini memungkinkan mesin tidak dapat hidup ketika standar samping belum dilipat. Sayangnya TVS Dazz DFI belum memiliki fitur tersebut.

Lalu BeAT eSP bisa dikatakan satu tingkat di atas kompetitornya sebab mengusung fitur yang lebih lengkap. Sebut saja Idling Stop System (ISS) yang tersedia pada motor matic ini. Fitur ini akan mematikan mesin ketika motor berhenti lebih dari 3 detik. Dengan begitu konsumsi BBM akan menjadi lebih efisien. Teknologi ISS dapat bekerja salah satunya dengan bantuan ACG (alternator current generator) starter di mesin dengan konsep eSP (Enhanced Smart Power).

tvs-dazz-dfi-indonesia-2016

 

TVS Dazz DFI memiliki keunikan tersendiri sebab memiliki fitur charger smartphone. Dengan fitur ini pengendara tidak perlu khawatir ketika daya baterai ponsel habis di tengah jalan. Untuk lampu utama juga menggunakan AHO, sama seperti kompetitor. Bedanya terdapat lampu saklar, ketika dalam posisi off cahaya menjadi redup.

Sementara di sektor mesin, seluruh model sudah mengaplikasikan teknologi injeksi. Alhasil konsumsi bahan bakar menjadi lebih efisien. Hadir pula roller rocker arm yang membuat motor menjadi minim gesekan.

Posisi berkendara dan handling

Motor matic di atas memiliki tinggi jok di kisaran 740-755 mm dari tanah. Sehingga motor tetap nyaman untuk digunakan pengendara dengan postur 165 mm. Di samping itu posisi duduknya juga mirip, cukup santai untuk digunakan berkendara lantaran setang dibuat cukup tinggi.

Perbedaan keempat model terletak pada karakter busa jok dan lebar dek. Yamaha Mio M3, Address dan Dazz DFI memiliki busa jok yang tebal. Sementara BeAT eSP tampak paling tipis. Namun hal tersebut ditutupi Honda dengan karakter busa dan kulit yang lembut sehingga pantat tidak terasa cepat panas.

Yamaha Mio M3 memiliki dek yang paling lega sehingga kaki berukuran 42 dapat memijak dengan nyaman. Address dan BeAT eSP berada di bawah Mio M3, kemudian diikuti Dazz DFI yang memiliki dek paling sempit.

Untuk urusan handling, keempat motor terasa enteng ketika digunakan harian sebab memiliki bobot sekitar 93-95 kg. Terlebih lagi ukurannya yang cukup mungil, kecuali Address yang terlihat sedikit besar. Wheelbase atau jarak sumbu roda berkisar 1,2 meter, sehingga lincah untuk dikendarai meski berada di jalanan yang macet.

Selain handling yang baik, suspensi keempat motor matic juga nyaman. Cukup empuk dan tidak terasa seperti melayang serta tidak membuat lengan cepat pegal ketika melintasi jalanan rusak.

Performa mesin

Keempat pabrikan membenamkan mesin yang serupa, yakni 4 langkah 1 silinder SOHC 2 klep dengan pendingin udara. Sementara kapasitasnya sekitar 108 cc hingga 125 cc. Berdasarkan data spesifikasi dari pabrikan, Mio M3 menjadi yang paling bertenaga. Pasalnya tenaga yang dihasilkan dapat menembus angka 9,4 dk pada putaran 8.000 rpm.

Di posisi kedua ada Honda BeAT eSP yang mengandalkan mesin 108 cc mempunyai tenaga 8,6 dk pada 7.500 rpm. TVS Dazz DFI dengan mesin 109,65 cc sanggup menyajikan daya 8,7 dk pada putaran 7.500 rpm. Sementara Suzuki Address yang memiliki mesin 113 cc tidak disebutkan berapa besar tenaganya.

Sedangkan akselerasinya yang diukur dengan Racelogic, Suzuki Address menjadi yang paling cepat di putaran awal. Pasalnya motor ini dapat mencapai 60 km/jam dalam hitungan 6,3 detik. Sementara jarak 0-80 km Honda BeAT eSP unggul dengan catatan 12,2 detik.

komparasi-performa

Jika digunakan untuk drag atau mencapai jarak tertentu, BeAT eSP bisa menjadi yang paling cepat.  Sebab untuk jarak 0-100 meter, 0-201 meter dan 0-402 meter tidak ada yang menyainginya.

Sementara kecepatan maksimum atau top speed, di spidometer BeAT eSP, Mio M3 dan Address sama-sama 105 km/jam. Akan tetapi pada pengujian di Racelogic yang menggunakan GPS, justru Dazz DFI yang paling kencang. Skuter matik ini dapat menembus 97,4 km/jam. Dengan kata lain penyimpangan spidometer Dazz paling kecil.

Konsumsi BBM

Berbicara soal konsumsi bahan bakar, Honda BeAT eSP menjadi yang paling irit. Alasannya Honda sudah melengkapinya dengan konsep eSP yang dipadukan teknologi ISS. Konsumsi BBM BeAT eSP untuk pemakaian harian di Jakarta dan daerah dengan kondisi jalan yang beragam dapat mencapai 48,5 km/liter. Angka perolehan tersebut lebih tinggi dari Mio M3 yang mencapai 46 km/liter, Dazz DFI 43,4 km/liter dan Address 42 km/liter.

Harga

Keempat motor matic di atas memiliki harga jual yang bervariasi. Namun jika ingin mencari yang terjangkau bisa memilih TVS Dazz DFI yang dilepas dengan harga Rp 12,6 juta. Sementara Yamaha Mio M3 dipatok Rp 14,55 juta, Suzuki Address Rp 14,57 juta sampai Rp 15,67 juta dan Honda BeAT eSP mulai Rp 14,7 juta sampai Rp 15,4 juta. Seluruh harga tersebut berstatus on the road (OTR) Jakarta.

Berdasarkan perbandingan Honda BeAT, Mio M3, Address FI dan TVS Dazz di atas, semua mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Sekarang tinggal menentukan mana motor matic yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Img source: http://otomotifnet.com

Source: kelebihan dan kekurangan honda beat, kelemahan dan kelebihan new honda beat, harga motor mio m3, kelebihan new beat skuter matic, info motor honda beat, Mio m3 terbaru, roller honda beat, persamaan mesin motor roda 3, perbedaan beat handling sistem, perbandingan ukuran as tengah arm sepeda honda, 

Sekarang INDONESIAUTOSBLOG.com bisa dibuka melalui perangkat mobile di http://m.indonesiautosblog.com untuk akses lebih mudah dan ringan dari ponsel dan dapatkan berita menarik tentang dunia otomotif di beranda Facebook Anda klik disini!

Punya Pertanyaan atau Komentar?

Jika kamu memiliki pertanyaan atau tanggapan mengenai artikel ini, silahkan tinggalkan komentar kamu disini

Leave a Reply