Home Auto News Yamaha Tricity Indonesia, Kupas Teknologi Leaning Multi Wheel

Yamaha Tricity Indonesia, Kupas Teknologi Leaning Multi Wheel

0 344

Yamaha Tricity Indonesia, Beberapa waktu lalu pecinta motor di Tanah Air dibuat penasaran dengan kehadiran Yamaha Tricity 155. Motor ini diperkenalkan di Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2016 pada bulan November kemarin. Keunikan dari motor matic ini adalah adanya dua roda depan yang dapat digerakkan secara fleksibel. Hal ini dapat dilakukan karena teknologi Leaning Multi-Wheel (LMW) buatan Yamaha.

Sistem tersebut sebenarnya sederhana karena full mekanis. Tidak seperti pada skuter matik premium buatan Eropa yang mengusung perangkat elektronik yang memungkinkan salah satunya tetap tegak ketika berhenti dan dioperasikan secara otomatis.

Meskipun memiliki tiga roda, ketika berhenti pengendara tetap harus memijakkan kakinya ke tanah jika tidak ingin terjatuh. Walaupun teknologi yang diusung sederhana, motor Yamaha terbaru ini akan memberikan pengalaman berkendara yang berbeda dengan harga yang lebih terjangkau.

Pabrikan motor asal Negeri Samurai itu mengklaim bahwa dua roda di depan milik Tricity 155 ini memiliki banyak kelebihan karena traksi yang dimilikinya. Keunggulan pertama adalah jarak pengereman yang bisa lebih pendek. Sebab ketika pengendara melakukan pengereman, maka tiga roda akan mengerem secara bersamaan.

Di samping itu stabilitas lebih baik ketika menikung, termasuk ketika di jalanan licin. Handling stability dan kenyamanan saat motor melintasi jalanan tidak rata diklaim juga lebih baik. Supaya tidak penasaran, berikut akan dibahas lebih jauh mengenai teknologi Leaning Multi Wheel yang dibawa Yamaha Tricity 155, sebagaimana dikutip dari laman Otomotifnet.

Paralelogram Link

Technical CBU Model PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Agus Dimas mengatakan, salah satu hal yang membuat motor matic tiga roda Yamaha ini dapat miring natural seperti motor dua roda lainnya adalah adanya Paralelogram Link. Selain itu tidak ada sistem elektronik yang mengaturnya.

Paralelogram Link terletak di bagian atas suspensi dan memiliki bentuk seperti bumerang. Komponen ini terbuat dari bahan aluminium. Link tersebut menggerakkan komstir kanan dan kiri. Kedua komstir ini merupakan pemegang dua sokbreker di sisi kanan dan kiri yang tersambung langsung ke roda depan.

Paralelogram Link bertugas menyesuaikan gerak dan kemiringan motor dengan kedua roda depannya. Caranya adalah dengan mensejajarkan dan menyesuaikan komstir roda kanan dan kiri dengan bodi motor yaitu komstir tengah. Dengan kata lain Tricity 155 memiliki tiga komstir.

Apabila motor belok ke kanan, maka roda depan sebelah kanan akan tertekan ke kanan. Supaya roda kiri tetap menempel ke aspal, Paralelogram Link akan mendorong komstir sokbreker kiri dan roda kiri untuk turun menjangkau jalanan.

Link tersebut mempunyai dua tingkatan. Pertama bagian atas menyambungkan bagian komstir utama di rangka dengan komstir kanan dan kiri, namun hanya dibaut di sisi depan saja. Sementara link bawah juga menghubungkan ketiga komstir tersebut. akan tetapi sisi depan dan belakang yang dibaut.

Supaya seluruh geraknya natural dan tidak kaku, setiap sambungan dilengkapi dengan bearing. Totalnya ada 9 bearing pada Paralelogram Link tersebut.

Cantilever Telescopic Suspension

Melirik bagian suspensi, Yamaha Tricity 155 mempunyai empat buah suspensi yang berfungsi untuk meredam guncangan jalan. Dua berada di sebelah kiri dan dua di sisi kanan. Suspensi tersebut dinamakan Cantilever Telescopic Suspension.

Apabila tutup cakram dilepas, maka dapat dilihat bahwa as rodanya berada di suspensi bagian depan. Lalu untuk yang depan hanya mengikat suspensi bagian belakang saja.

“Suspensi yang belakang dinamakan Main Tube isinya lengkap seperti suspensi standar ada per, oli dan piston. Sedang yang depan namanya Guide Tube isinya tidak ada per hanya piston dan oli saja tugasnya untuk meredam guncangan lebih baik,” terang Agus.

Saat suspensi dan Paralelogram Link bekerja bersamaan melalui kontur jalan yang tidak rata, motor tetap terasa stabil dan tidak mengalami banyak guncangan. Hal ini akan berdampak baik pada kenyamanan berkendara.

Steering System

Supaya  roda dapat berbelok kanan dan kiri mengikuti arah setang, Yamaha menyematkan plat dari komstir tengah yang terhubung dengan link dengan ukuran lebih kecil yang menggerakkan komstir kanan dan kiri. Menariknya terdapat satu baut yang dapat dikencangkan, tetapi tidak dapat dilepas.

“Baut ini dinamakan One Way Bolt adanya di bagian link tengah yang menghubungkan gerak setang dengan kedua roda,” kata Agus.

Fungsi baut ini adalah untuk unsur keamanan. “Karena kalau ada yang iseng sampai mengendorkan atau melepas baut ini maka kedua ban depan tidak akan bisa belok. Kalau mau lepas baut ini harus dihancurkan bisa pakai tang buaya,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, sistem kemudi Tricity tidak sama dengan mobil. Seluruh link dari komstir utama ke dua komstir lainnya dibuat fix. Sehingga tidak perlu spooring seperti pada mobil.

Baca juga: Spesifikasi dan Harga Yamaha Tricity Indonesia 2016

Tidak perlu khawatir untuk perawatan Yamaha Tricity 155. Agus menyampaikan bahwa tidak ada perawatan khusus untuk seluruh bagian tersebut. selain itu pengendara tidak perlu melakukan spooring seperti pada mobil. Kecuali jika terjadi kecelakaan, maka seluruh komponen perlu diperiksa kembali.

“Pengecekan bisa tiap 2 tahun dengan mengecek komstir, bushing, dan bearingnya. Biasanya kalau ada kerusakan seperti terasa ada gejala oblak. Kalau memang tidak ada masalah ya tidak perlu dicek,” ujar Ridwan Arifin, Staf Service Education PT YIMM.

Demikian ulasan teknologi Yamaha Tricity Indonesia. Motor matic yang satu ini bisa menjadi pilihan untuk Anda yang ingin merasakan sensasi berkendara berbeda. Tertarik untuk membeli skutik ini?

Source:

Sekarang INDONESIAUTOSBLOG.com bisa dibuka melalui perangkat mobile di http://m.indonesiautosblog.com untuk akses lebih mudah dan ringan dari ponsel dan dapatkan berita menarik tentang dunia otomotif di beranda Facebook Anda klik disini!

Punya Pertanyaan atau Komentar?

Jika kamu memiliki pertanyaan atau tanggapan mengenai artikel ini, silahkan tinggalkan komentar kamu disini

Leave a Reply