Home Mobil Tips Mengemudi Mobil Saat Liburan

Tips Mengemudi Mobil Saat Liburan

0 316

Tips Mengemudi Mobil Saat Liburan, Anda punya rencana untuk berlibur dengan mobil pribadi dalam waktu dekat? Jika iya, ada beberapa persiapan yang perlu Anda cermati. Bertepatan dengan libur panjang Natal 2016 dan tahun baru 2017, sudah bisa dipastikan jalan penghubung antar provinsi akan dipadati oleh kendaraan bermotor. Oleh karena itu perlu persiapan yang matang agar perjalanan semakin aman dan nyaman.

Lantas apa saja yang perlu diperhatikan sebelum pergi berlibur? Berikut adalah tips berkendara aman dengan mobil saat liburan yang bisa Anda simak, mengutip dari CNN Indonesia:

Servis berkala

Apabila berlibur dengan mobil pribadi, tidak ada perlakuan khusus yang harus Anda lakukan. Caranya cukup dengan melakukan servis berkala. Hal ini juga berlaku untuk Anda yang akan bepergian jarak jauh.

“Kalau itu trend ya, misal beberapa minggu sebelumnya akan melakukan servis. Terlepas itu servis berkala rutin atau, hanya pemeriksaan untuk pengendaraan jarak jauh, umumnya kan jarak jauh nih,” jelas Selamet, Instruktur Mekanik Toyota.

Ada beberapa hal yang dilakukan dalam servis berkala. Seperti pengaturan emisi gas buang, body, chassis, oli mesin, sistem saluran pendingin mesin dan minyak (kopling, rem dan power steering). Masih ada lagi penggantian oli mesin, performa mesin, sistem rem dan ban (tekanan, rotasi dan balancing roda depan).

Ia menambahkan, baik perjalanan jarak dekat maupun jauh tidak ada perlakuan khusus yang dilakukan pada kendaraan. Akan tetapi jika konsumen menyampaikan keinginannya untuk melakukan perjalanan jauh, pihak bengkel akan memberikan beberapa himbauan.

“Tidak fair membedakan servis menempuh perjalanan jauh atau tidak. Tapi biasanya ada penjelasan, untuk jarak jauh kalau ada apa-apa bisa hubungi Toyota terdekat. Misal arah mana, kasih thau. Misal ke Yogyakarta, kalau ada apa-apa bisa ke bengkel terdekat, ada kok alamatnya di buku servis,” ungkapnya.

Lebih lanjut Selamet menghimbau kepada pengguna mobil untk selalu membawa peralatan kendaraan tambahan jika melakukan perjalanan. Jangan lupa untuk memeriksa kelengkapan tambahan sehingga dapat dipakai ketika dalam kondisi darurat.

“Kami himbau untuk membawa tools-tools tambahan yang di luar standar dari toyota. Misal, setiap kendaraan dilengkapi dengan dongkrak, ban cadangan. Seperti itu, atau lampu emergency, senter, kunci-kunci dan segala macam,” kata Selamet.

Fisik pengemudi dan rute perjalanan

Mobil yang memiliki kondisi prima tidak selamanya dapat menjamin keselamatan dan keamanan saat perjalanan. Ada hal lain yang perlu dipersiapkan sebelum bepergian. Justri Pulubuhu, Pendiri dan Instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) mengatakan ada beberapa persiapan menjelang perjalanan.

Yang pertama, kondisi kendaraan dan pengemudi harus sejalan. Maksudnya keduanya harus dalam kondisi prima sehingga siap untuk melintasi jarak yang tidak biasa. Jika menempuh perjalanan jarak jauh, pengemudi harus mempersiapkan atau mengetahui rute yang akan dilewati. Jangan lupa untuk mempelajari jalur alternatif yang ada.

“Apakah rute itu aman, terlebih musim hujan, apa itu daerah yang potensi longsor, banjir. Makanya tentukan jalur alternatif juga. Sebagai antisipasi jika dia terjebak di rute-rute tadi. Tidak meraba-raba, apalagi itu ialah perjalanan ke luar kota,” terang Jusri.

Menurutnya, mempersiapkan rute yang akan dilalui merupakan langkah penting. Dengan begitu pengemudi dapat mengetahui mana lokasi stasiun pengisian bahan bakar dan tempat beristirahat. Selain itu jangan asal memilih tempat beristirahat, sebab jika tidak paham betul justru dapat mendatangkan bahaya.

Supaya kondisi tubuh tetap bugar, pengemudi wajib berhenti sejenak untuk beristirahat. Maksimal dalam waktu 120 menit pengemudi sudah harus menentukan lokasi beristirahat. Jangan memaksakan perjalanan, apalagi jika tubuh sudah lelah.

Baca juga: 10 Tips Perjalanan Jauh Menggunakan Mobil

“Setelah melakukan dua jam perjalanan terus menerus, maka kondisi fisik akan turun. Ketika turun kemampuan persepsi motorik akan turun. Kemampuan mata akan turun. Pastikan setiap dua jam turun, dan break,” paparnya.

Jusri menyampaikan bahwa itu semua tergantung dari kondisi fisik pengemudi. Apabila tubuh terasa tidak prima, maka sebaiknya segera mencari tempat untuk beristirahat.

“Kalau belum dua jam udah letih, ya baiknya tetap berhenti. Tergantung manusianya. Ketika mengalami tanda-tanda keletihan, menguap, melamun, ya harus berhenti dan istirahat. Mungkin dia perlu refresh. Perlu relaksasi, mengurangi ketegangan pada tubuh,” saran Jusri.

Mengenai teknik mengemudi, Jusri menganjurkan kepada para pengemudi untuk membiasakan diri memiliki mental antisipatif. Tujuannya supaya lebih berhati-hati terhadap bahaya yang ada di sekitarnya.

“Mengantisipasi bahaya di depan. Jangan pernah berasumsi, orang-orang yang ada di depan itu sesuai di otaknya. Jadi harus siaga, jika ada sesuatu yang terjadi di depan,” ujarnya.

Demikian adalah tips mengemudi mobil saat liburan. Semoga bermanfaat untuk Anda dan selamat berlibur.

Baca Juga : Tips Perawatan Mobil Usai Liburan

Source:

Sekarang INDONESIAUTOSBLOG.com bisa dibuka melalui perangkat mobile di http://m.indonesiautosblog.com untuk akses lebih mudah dan ringan dari ponsel dan dapatkan berita menarik tentang dunia otomotif di beranda Facebook Anda klik disini!

Punya Pertanyaan atau Komentar?

Jika kamu memiliki pertanyaan atau tanggapan mengenai artikel ini, silahkan tinggalkan komentar kamu disini

Leave a Reply