Home Auto News Mengupas Teknologi Suzuki Ertiga Diesel SHVS

Mengupas Teknologi Suzuki Ertiga Diesel SHVS

0 344

Suzuki Ertiga, Dalam waktu dekat PT Suzuki Indomobil Sales akan meluncurkan model terbarunya, yakni Ertiga Diesel. MPV Suzuki ini akan hadir dengan teknologi hybrid yang diberi nama Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS). Sebelum mobil terbaru Suzuki ini hadir di pasaran, tidak ada salahnya untuk berkenalan dengan teknologi terbaru yang akan dibawa itu.

Dilansir dari Otomotifnet, sistem hybrid yang dibawa mobil ini berbeda dengan model lain seperti Nissan X-Trail Hybrid dan Toyota Prius. Harold Donnel, 4W Head of Product Development PT Suzuki Indomobil Sales mengatakan bahwa sistem hybrid yang dimaksud tidak 100% elektrik.

Apabila mobil bermesin hybrid pada umumnya memiliki sebuah motor dengan output besar yang juga berfungsi sebagai standalone engine, lain halnya pada Ertiga SHVS. MPV ini akan memanfaatkan Integrated Starter Generator (ISG) sebagai pengganti alternator konvensional.

Dengan kata lain, ISG juga dapat membantu proses start mesin diesel, akan tetapi tidak dapat menggerakkan mobil sendiri dan tidak menambah tenaga total mesin pembakaran internalnya. Agar ISG bekerja sebagaimana mestinya, Suzuki menambahkan baterai lithium-ion dan menyertakan beberapa fitur meliputi Brake Energy Regeneration dan Idle Stop Start.

Berbekal teknologi dan fitur tersebut, Suzuki Ertiga yang mengandalkan mesin diesel DDiS 200 dengan VGT itu bisa dikatakan mengusung sistem mild hybrid. Lantas apa saja yang ditawarkan Suzuki Ertiga diesel ini? Berikut adalah penjelasan lebih lanjut seputar teknologi Suzuki Ertiga diesel.

Integrated Starter Generator

ISG adalah sebuah generator yang mempunyai fungsi sebagai motor, mengambil tempat alternator konvensional pada beberapa mesin Suzuki, seperti K12C DualJet milik Ignis versi Inggris, serta DDiS 200 untuk Ciaz dan Ertiga. Generator tersebut dapat menghasilkan ouput tinggi sehingga bisa dimanfaatkan untuk regenerasi energi saat mobil deselerasi.

Energi yang diperoleh akan disimpan dalam baterai Li-ion tambahan. Energi yang tersimpan itu nantinya akan digunakan untuk mengaktifkan Auto Stop Start dan Assist.

Tujuan utama penggunaan sistem ISG adalah untuk efisiensi bahan bakar. Sebab ISG akan membantu mesin saat diperlukan. Bila dibanding dengan memakai alternator konvensional, restart mobil menjadi lebih tenang dan halus lantaran memakai belt drive.

Cara kerja

Sistem SHVS akan selalu bekerja secara otomatis. Anda tidak akan menjumpai tombol untuk mengaktifkan maupun mematikan fitur ini. Saat mesin mati oleh Auto Stop Start lalu pengemudi menginjak pedal kopling, mesin akan hidup secara otomatis melalui ISG dengan halus tanpa suara. Persis seperti menggunakan gigi motor starter pada mesin biasa.

Lalu ketika berakselerasi energi listrik yang disimpan akan menggerakkan motor ISG untuk membantu laju mesin. Sedangkan saat melaju tenang, energi listrik yang tersimpan akan didistribusikan untuk komponen elektrik mobil. Dengan demikian output mesin bisa fokus untuk tenaga penggerak karena pembangkitan energi listrik dapat dikurangi.

Sedangkan saat deselerasi, ISG akan mengonversi energi kinetik ke elektrik secara otomatis untuk mengisi ulang baterai Li-ion dan aki konvensional. Regenerasi tenaga ini akan meningkat saat pedal rem diinjak. Saat mobil mengalami deselerasi dengan kecepatan 15 km/jam ke bawah, mesin akan mati secara otomatis bila tuas transmisi dipindahkan ke netral.

Baca juga: Spesifikasi Suzuki Ertiga Diesel

Fitur tambahan

Di samping memiliki ISG sebagai pengganti alternator konvensional dan baterai Li-Ion, MPV Suzuki terbaru ini juga memiliki fitur baru lainnya. Fitur tambahan pada mesin Ertiga ini sebelumnya juga digunakan pada sedan Ciaz Diesel untuk pasar India. Pabrikan mobil asal Jepang itu menyematkan Idle Stop Start yang berfungsi mematikan mesin saat berhenti. Hal ini mencegah bahan bakar terbuang percuma. Mesin akan kembali hidup saat akan dijalankan.

Berikutnya adalah fitur Brake Energy Regeneration. Sistem ini mengubah energi kinetik dari pengereman menjadi energi listrik. Setelah itu energi listrik yang dihasilkan disimpan di baterai Li-Ion yang disematkan pada mobil ini. Ada juga Torque Assist Function yang menjadi fungsi ISG saat berakselerasi. Fitur ini mengasistensi mesin sat berakselerasi supaya menurunkan penggunaan bahan bakar.

Sedangkan fitur yang terakhir adalah Gear Shift Indicator. Indikator ini berada di MID dan berfungsi untuk memberikan saran kepada pengemudi sehingga bisa mengganti gigi lebih efektif. Dengan begitu pengendaraan akan menjadi lebih halus dan efisien.

Demikian ulasan seputar teknologi Suzuki Ertiga diesel SHVS. Semoga bermanfaat untuk Anda.

Source: teknologi shvs punya siapa?, 

Sekarang INDONESIAUTOSBLOG.com bisa dibuka melalui perangkat mobile di http://m.indonesiautosblog.com untuk akses lebih mudah dan ringan dari ponsel dan dapatkan berita menarik tentang dunia otomotif di beranda Facebook Anda klik disini!

Punya Pertanyaan atau Komentar?

Jika kamu memiliki pertanyaan atau tanggapan mengenai artikel ini, silahkan tinggalkan komentar kamu disini

Leave a Reply