Home Auto News Tren Winglet MotoGP, Kontroversi Sampai ‘Winglet Siluman’

Tren Winglet MotoGP, Kontroversi Sampai ‘Winglet Siluman’

0 104

Winglet MotoGP, Balap motor MotoGP hingga saat ini menjadi salah satu ajang yang paling dinanti oleh masyarkat di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Masing-masing tim, mulai dari Honda, Yamaha, Ducati, Suzuki, KTM dan lainnya saling unjuk gigi di sirkuit bersama rider dan motor balapnya. Tidak hanya itu, kehadiran bintang-bintang MotoGP seperti Valentino Rossi, Marc Maquez dan kawan-kawan menambah daya tarik dari ajang balap bergengsi ini.

Dalam pertandingan MotoGP, performa pembalap di lintasan balap memang menjadi faktor untuk meraih kemenangan. Akan tetapi hal tersebut bukanlah satu-satunya. Sebab masih ada banyak faktor lainnya. Salah satunya adalah motor yang digunakan pembalap. Oleh karena itu masing-masing tim berusaha keras untuk menciptakan motor balap yang dapat melesat dengan baik di segala medan.

Berbagai upaya dilakukan supaya performa motor dapat maksimal. Yang cukup menyita perhatian publik adalah penggunaan winglet atau sayap tambahan. Peranti aerodinamika ini dipopulerkan oleh tim asal Italia, Ducati. Penggunaan winglet pada motor balap Ducati Desmosedici membuat banyak orang tertarik penasaran.

Bahkan pabrikan-pabrikan lain pada akhirnya juga memakai winglet ini. Akan tetapi mulai MotoGP 2017 ini pemakaian sayap tambahan di kelas MotoGP dilarang. Hal ini diumumkan dalam pertemuan Grand Prix Commision – DORNA, FOM, IRTA dan MSMA di Assen Belanda pada pertengahan tahun lalu.

Fungsi winglet MotoGP

Hadirnya sayap aerodinamika pada kuda besi MotoGP tentu bukan semata-mata untuk penunjang tampilan. Perangkat ini digunakan untuk menghasilkan downforce (gaya tekan ke bawah akibat ventury effect) di bagian depan saat motor berakselerasi. Dengan demikian traksi ban depan akan meningkat dan dapat berdampak pada naiknya akselerasi.

Kontroversi

Boleh jadi pemakaian winglet pada motor MotoGP berdampak positif dalam hal performa. Namun demikian tidak semua orang setuju dengan perangkat tersebut. Ada yang tidak setuju dengan alasan mengganggu keamanan para pembalap selama pertandingan. Beberapa pembalap mengatakan bahwa sayap tambahan dapat merobek pakaian balap ketika bertarung jarak dekat.

Di samping itu pembalap juga menyatakan prihatin lantaran adanya risiko cedera sayatan lantaran pemakaian aksesori tersebut. Belum lagi turbulensi yang dihasilkan dan dapat mengganggu pembalap di belakang. Penambahan perangkat ini juga jelas meningkatkan biaya untuk pengembangan.

 

Winglet tersembunyi

Pelarangan penggunaan winglet rupanya bukan akhir dari segalanya. Ternyata para insinyur tim balap MotoGP berpikir keras untuk menemukan solusi atas adanya peraturan tersebut. Jalan keluar yang ditemukan adalah dengan mengganti desain fairing sehingga fungsi winglet dapat dihasilkan melalui desain fairing tersebut.

Hal ini pertama kali dicoba oleh tim Movistar Yamaha. Pada tes pramusim di Sepang awal Februari lalu Yamaha YZR-M1 yang digunakan Valentino Rossi dan Maverick Vinales dilengkapi dengan fairing baru. Bahkan fairing tersebut kembali diuji pada tes pramusim di Australia yang berlangsung belum lama ini.

Di hari kedua tes MotoGP 2017 Australia, Aprilia dan Suzuki Ecstar juga melakukan langkah serupa. Yakni mengubah desain fairing yang ditujukan sebagai pengganti winglet. Lalu bagaimana dengan hasilnya?

“Kami juga mengetes frame dan hasilnya bagus, saya suka. Sejauh ini belum pilih yang mana, namun impresinya sangat positif,” ujar Rossi, dikutip dari Dapurpacu.

Lain halnya dengan tim Suzuki Ecstar. Tim pabrikan asal Jepang itu belum memastikan apakah penggunaan winglet siluman pada Suzuki GSX-RR itu membawa manfaat atau tidak. “Kami hanya mencobanya dua putaran. Kebutuhannya untuk memahami sejauh mana serta mendapat data tambahan untuk memahami apakah efektif,” ungkap Davide Brivio, manajer tim Suzuki Ecstar.

“Kita mencoba cowling baru (fairing atas) dan masih harus di data hasil positif atau negatif yang perlu lebih jauh dianalisis,” kata Ken Kawauchi, Technical Manager Suzuki Ecstar.

Baca juga: Penggunaan Winglet MotoGP Dilarang Mulai Musim 2017

Sementara winglet tersembunyi pada motor balap Aprilia tidak sama dengan yang digunakan tahun kemarin. Jika tahun lalu pada bagian samping fairing terdapat sirip, kini sirip tersebut digantu menjadi tunnel untuk menambah downforce. Tim Ducati juga diketahui memperlebar fairing atas yang berwarna hitam. Hal tersebut dilakukan untuk memberikan gaya tekan.

Walaupun sudah ada tim yang mencoba fairing lengkap dengan winglet tersembunyi itu, akan tetapi belum ada yang memastikan bahwa fairing tersebut akan dipakai sepanjang musim 2017 ini. Salah satu faktornya adalah pengembangan.

“Kami belum bisa memutuskan masalah model fairing, antara terus dipakai atau tidak, masih kemungkinan,” jelas Vinales, rekan satu tim baru Rossi.

Pengembangan winglet tersembunyi ini merupakan langkah yang diambil tim untuk membuat performa motor balap andalannya semakin maksimal. Di sisi lain hal tersebut menjadi cara yang lebih baik dibandingkan memakai sayap tambahan yang menimbulkan pro dan kontra.

Kini Honda dan KTM terpantau belum ikut menggunakan winglet MotoGP terbaru itu. Ada kemungkinan tim ini juga mengikuti tim lain untuk menggunakan fairing lengkap dengan winglet siluman. Kita tunggu saja informasi selanjutnya.

Source: motogp 2017 kualitas tinggi team aprilia, winglet siluman, 

Sekarang INDONESIAUTOSBLOG.com bisa dibuka melalui perangkat mobile di http://m.indonesiautosblog.com untuk akses lebih mudah dan ringan dari ponsel dan dapatkan berita menarik tentang dunia otomotif di beranda Facebook Anda klik disini!

Punya Pertanyaan atau Komentar?

Jika kamu memiliki pertanyaan atau tanggapan mengenai artikel ini, silahkan tinggalkan komentar kamu disini

Leave a Reply