Home Mobil City Car Bahas Tuntas Transmisi AGS Suzuki Ignis 2017

Bahas Tuntas Transmisi AGS Suzuki Ignis 2017

0 436

Suzuki Ignis 2017, Suzuki Ignis mengaspal di Indonesia dengan sederet kelebihan dan keunikan. Salah satu daya tarik dari mobil baru Suzuki ini adalah desain ala SUV yang dikombinasikan dengan city car berdimensi kecil. Tidak hanya itu saja, tawaran yang cukup unik lainnya dari mobil ini adalah transmisi otomatis yang dipakai.

Transmisi ini disebut dengan nama Auto Gear Shift (AGS). Nama lain dari sistem perpindahan gigi ini adalah Automated Manual Transmission. Transmisi ini sejatinya adalah transmisi otomatis yang dibuat otomatis. Donny Saputra, Deputy Automobile Marketing Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mengatakan bahwa pemakaian transmisi AGS merupakan strategi fitur dari Suzuki.

SIS yakin transmisi tersebut sangat diterima masyarakat. Kelebihan dari transmisi ini pengguna bisa memilih pengoperasian manual atau matic.

Suzuki Ignis 2017 bukanlah satu-satunya mobil di Indonesia yang mengusung jenis transmisi tersebut. Sebelumnya sudah ada beberapa mobil yang sudah menggunakannya. Menurut informasi dari Otomotifnet, mobil tersebut antara lain Smart ForTwo, Peugeot 206 & 207, Fiat 500 dan Proton Savvy. Untuk Anda pecinta mobil Suzuki mungkin sudah mengetahui bahwa saudara Ignis, Karimun Wagon R yang bertempur di pasar mobil LCGC juga memiliki opsi AGS.

Marketing Product SIS, R. Aulia Samiajie mengatakan bahwa transmisi tersebut bisa dikatakan AGS generasi kedua. Suzuki mengklaim transmisi tersebut lebih responsif saat berakselerasi dibandingkan generasi pertama yang disematkan pada Suzuki Karimun Wagon R. Saat ditelusuri lebih dalam, transmisi yang disematkan pada Suzuki Ignis merupakan AMT generasi keempat dari Magneti Marelli.

Terlepas dari strategi marketing seperti yang disampaikan oleh pihak SIS, keputusan penggunaan transmisi AGS pada mobil baru ini biasanya karena alasan nilai ekonomis. Diketahui bahwa konstruksi transmisi ini jauh lebih ringan dan less complicated dibanding torque converter. Hal ini tentu menjadi kelebihan dari AMT.

Magneti Marelli mengklaim bahwa pemakaian AMT dapat membantu pengurangan konsumsi bensin hingga 5 persen dibandingkan transmisi jenis manual (M/T). Hanya saja pada kenyataannya transmisi manual justru lebih unggul dari sisi konsumsi BBM. Konsumsi bahan bakar Suzuki Ignis versi manual diklaim mencapai 23,64 km/liter. Sementara versi AGS diklaim menembus angka 23,44 km/liter. Pengetesan dilakukan dengan metode BPPT-BT2MP.

Apakah Lebih Responsif?

Menurut penilaian, transmisi ini belum dapat dikatakan lebih responsif. Hal yang sama juga berlaku untuk Karimun Wagon R AGS. Akan tetapi Donny menekankan bahwa dimensi dan mesin berbeda dari Ignis akan membuat rasa transmisi AGS juga berbeda.

Baca juga: First Impression Suzuki Ignis Indonesia 2017

“Dari dimensi kendaraan, kemudian kapasitas mesinnya juga berbeda 1.200 cc sehingga torsi lebih besar yang menggerakkan transmisi ini juga berbeda dibanding Karimun Wagon R,” ujarnya.

Ganti Modul Kopling

Transmisi AGS merupakan teknologi baru yang masih jarang diaplikasikan pada mobil-mobil yang dijual di Indonesia. Oleh karenanya wajar bila sebagian masyarakat masih ragu untuk menggunakannya. Pertanyaan yang kerap dilontarkan adalah bagaimana jika mengalami kerusakan?

Riecky Patrayudha, Service Head SIS menjelaskan bahwa pemilik harus mengganti utuh modul kopling elektroniknya jika sampai rusak. Hanya saja pihak SIS belum bisa memberikan informasi terkait berapa dana yang diperlukan untuk mengganti sistem kopling elektrik tersebut. Bahkan informasi harganya juga belum tersedia pada website e-parts Suzuki Indonesia.

Melihat gambar di atas, keseluruhan modul transmisi AGS Suzuki Ignis sama persis dengan transmisi manual. Hanya saja di bagian atasnya terdapat modul aktuator yang menggerakkan kopling secara otomatis. Actuator assy itulah yang harus diganti apabila terjadi transmission failure.

Cara Pengoperasian

Riecky mengungkapkan rasa kikuk yang biasa dialami sebagian pengguna lantaran yang dipakai layaknya transmisi otomatis konvensional. “Kalau dari matic ke AGS pasti terasa aneh, tapi kalau dari manual akan terasa sangat nyaman,” kata Riecky.

Dikatakan nyaman lantaran tidak adanya kopling. Sehingga akan memudahkan pengemudi selama perjalanan. Sementara rasa aneh yang dimaksud karena adanya jeda perpindahan gigi yang cukup lama. Hal ini membuat feel kosong saat berakselerasi tanpa melepas pedal gas di saat kopling elektronik mengganti giginya.

Termasuk pada kondisi seperti tanjakan, dimana mobil tidak akan otomatis menahan tak bergerak saat pedal rem dilepas. Riecky mengatakan bahwa jika dibiasakan rasa mengemudikan Suzuki Ignis transmisi AGS akan enak. Contohnya ketika gigi akan berganti pedal gas dilepas, atau saat tanjakan angkat rem tangan saat berhenti. Sebagai tambahan, pada transmisi AGS tidak terdapat gigi ‘P’. Tidak seperti transmisi matic pada umumnya.

Sebagai tambahan, Suzuki Ignis Indonesia 2017 hadir dan berhadapan dengan beberapa model. Salah satunya adalah Renault Kwid yang mengusung konsep serupa. Di samping itu mobil baru Suzuki ini juga menantang mobil LCGC berbekal harga yang terjangkau. Harga Suzuki Ignis 2017 berkisar mulai Rp 139,5 juta untuk tipe GL MT hingga Rp 169,5 untuk tipe GX AMT.

Source: transmisi suzuki ignis, suzuki ignis ags review, ags ignis, sistem transmisi ignis 2017, sistim ags suzuki ignis 2017, suzuki ignis 2017, suzuki ignis ags, suzuki ignis ags indonesia, suzuki ignis gs ags indonesia, suzuki ignis gx ags indonesia, 

Sekarang INDONESIAUTOSBLOG.com bisa dibuka melalui perangkat mobile di http://m.indonesiautosblog.com untuk akses lebih mudah dan ringan dari ponsel dan dapatkan berita menarik tentang dunia otomotif di beranda Facebook Anda klik disini!

Punya Pertanyaan atau Komentar?

Jika kamu memiliki pertanyaan atau tanggapan mengenai artikel ini, silahkan tinggalkan komentar kamu disini

Leave a Reply