Home Mobil Tips Mudik dengan Mobil, Kiat Hadapi Macet

Tips Mudik dengan Mobil, Kiat Hadapi Macet

0 157

Tips Mudik dengan Mobil, Sebentar lagi Lebaran tiba. Biasanya momen tersebut dimanfaatkan masyarakat Indonesia untuk melakukan mudik dengan mobil maupun motor. Hanya saja karena sangat banyaknya orang yang melakukan mudik, kemacetan parah tak terhindarkan. Kemacetan juga terjadi pada mudik tahun lalu di beberapa titik.

Salah satunya di Brebes, Jawa Tengah atau juga dikenal dengan nama Brexit. Tidak hanya itu, juga dikabarkan bahwa belasan orang meninggal dunia dalam perjalanan mudik yang terjebak macet. Rifat Sungkar, pereli nasional yang juga menjadi duta safety driving menggarisbawahi gas buang kendaraan yang bisa membahayakan orang lain. Terutama ketika dalam keadaan macet, karena gas hasil pembakaran mesin bisa terhirup oleh orang lain, termasuk orang yang berada di dalam mobil.

“Kalau saya lihat, kesalahan terbesar ketika melewati jalanan yang sangat macet, kita tidak memberikan ruang apa pun antara mobil depan dan mobil kita. Padahal, knalpot kendaraan di depan itu langsung disedot ke intake. Sebagus-bagusnya filter kabin mobil, kalau dikasih knalpot terus, berapa persen pasti ada yang masuk ke dalam kabin,” ujar Rifat, melansir dari DetikOto.

Rifat mengatakan, saat mengemudi mobil dalam kondisi macet pengemudi harus selalu memberikan jarak antara mobilnya dengan mobil di depan. Yang terpenting adalah jangan sampai udara kotor yang dikeluarkan kendaraan di depan masuk langsung ke dalam kabin.

“Kalau saya pribadi paling enggak suka macet enggak ada jarak. Tetap aja harus ada jarak. Kalau mobil orang masuk ke jarak itu ya udah enggak apa-apa, jaraknya enggak beda jauh-jauh amat kok. Jadi gap antara mobil depan dengan mobil kita tetap harus ada. Supaya asap yang keluar dari mobil di depan itu naik ke atas. Jangan sampai langsung ke mobil kita,” jelas Rifat.

Ia menambahkan, jarak paling optimal saat kita menjadi pengemudi adalah bisa melihat ban mobil di depan, bukan bisa melihat bumper belakang mobil di depan. Di samping itu, ketika menghadapi kemacetan saat musim mudik, harus diperhatikan tingkat stres pengemudi. Rifat menganjurkan supaya pemudik dapat menghibur diri dengan level yang lebih dari biasanya.

Jika perjalanan menjadi hal yang menyenangkan, maka hal ini bisa mengurangi tingkat stres saat perjalanan. Bila tingkat stres rendah, maka tidak ada tekanan terhadap waktu. “Dari pengalaman lalu yang macetnya luar biasa, kita harus bikin journey plan yang lebih bijaksana. Journey plan harus matang,” saran Rifat.

Perlu dicatat, pergi mudik terlalu mepet justru buruk untuk semuanya. Sebab hal tersebut memicu pengemudi untuk menyetir terburu-buru dan berkendara melanggar aturan. “Pengin happy sampai tujuan sudah bete karena udah capai di jalan, sepanjang jalan akan merasa cemas. Dan itu enggak ada bagus-bagusnya buat safety driving. Cemas karena belum sampai-sampai,” jelas Rifat.

Baca juga: Tips Mudik Bersama Balita

Ia memberikan tips kepada para pemudik yang memakai kendaraan pribadi untuk menyusun rencana perjalanan. Setidaknya saat mudik target waktu tempuh dikalikan tiga dari hari biasanya. Sebagai contoh, saat hari biasa jarak sekian ditempuh dalam waktu 6 jam, maka ketika musim mudik waktu tempuh itu dikalikan tiga.

Rifat mengatakan bahwa kali tiga merupakan waktu tercepatnya. Jika ingin lebih santai bisa dikalikan lima dari waktu biasa. Hal ini dilakukan karena volume kapasitas jalan raya di Indonesia waktu normal saja sudah hampir padat. Apalagi jika masuk musim mudik. Bisa dipastikan jalanan akan sangat padat.

Itulah tips mudik dengan mobil yang bisa Anda simak. Untuk Anda yang berencana pulang ke kampung halaman, semoga perjalanan Anda selamat sampai tujuan dan bisa bertemu keluarga dengan hati yang gembira.

Source:

Sekarang INDONESIAUTOSBLOG.com bisa dibuka melalui perangkat mobile di http://m.indonesiautosblog.com untuk akses lebih mudah dan ringan dari ponsel dan dapatkan berita menarik tentang dunia otomotif di beranda Facebook Anda klik disini!

Punya Pertanyaan atau Komentar?

Jika kamu memiliki pertanyaan atau tanggapan mengenai artikel ini, silahkan tinggalkan komentar kamu disini

Leave a Reply