Home Mobil Jangan Anggap Remeh Sabuk Keselamatan Mobil

Jangan Anggap Remeh Sabuk Keselamatan Mobil

0 126

Sabuk Keselamatan, Baik pengguna kendaraan roda dua maupun roda empat harus selalu memperhatikan keselamatan saat berkendara. Hal ini diwujudkan dengan mematuhi peraturan lalu lintas yang berlaku ataupun memakai perangkat keselamatan yang baik dan benar. Memperhatikan keselamatan dalam berkendara akan mencegah pengguna jalan dari kecelakaan yang tak jarang merenggut nyawa.

Hanya saja hal tersebut kembali kepada kesadaran pribadi masing-masing pengguna jalan. Nyatanya masih banyak yang melanggar aturan. Pelanggaran yang dilakukan beragam, seperti menerobos lampu lalu lintas atau tidak mengenakan perlengkapan keselamatan standar.

Tidak hanya itu saja, pelanggaran yang masih saja terjadi adalah tidak mengenakan sabuk keselamatan untuk pengguna mobil. Disebutkan bahwa ini masih menjadi salah satu pelanggaran terbanyak. Bahkan cenderung meningkat dari tahun ke tahun.

“Jumlah pelanggaran tidak menggunakan sabuk keselamatan meningkat. Berdasarkan data pada 2015 terjadi 16.319 pelanggaran, 2016 sebanyak 22.379 pelanggaran dan pada Januari sampai dengan Mei 2017 sudah tercatat 7.232 pelanggaran,” jelas AKBP Budiyanto, Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, mengutip dari laman Otomania.

Padahal sabuk keselamatan merupakan sebuah alat yang dibuat untuk menjaga pengguna mobil dari cedera akibat benturan. Kegunaan dari peranti penunjang keselamatan berkendara ini adalah untuk mencegah dan mengurangi risiko cedera saat terjadi kecelakaan. Selain itu juga berfungsi untuk mencegah kepala terbentur kaca depan, lingkar kemudi atau terlempar dari kendaraan.

Ada sejumlah alasan mengapa pengemudi enggan menggunakan sabuk keselamatan. Sebagian pengemudi menganggap sabuk keselamatan hanyalah aksesori. Bahkan juga ada yang meremehkan fungsi dari sabuk keselamatan ini.

Menurut data yang dikumpulkan, alasan pengemudi tidak memakai sabuk keselamatan lainnya adalah karena tidak terbiasa. Selain itu mereka merasa gerakannya dibatasi, menganggap remeh, kurang pemahaman kegunaan dan fungsi sabuk keselamatan serta sanksi pidana yang relatif rendah.

Budiyanto menjelaskan, pola pikir semacam itu harus dihilangkan. Jangan melihat hanya aspek hukumnya saja, namun juga memahami fungsi dan kegunaan sabuk keselamatan. Dengan begitu masyarakat dapat berorientasi pada keselamatan dan keamanan.

Baca juga: 6 Prinsip Keselamatan Berkendara di Jalan Raya

Perlu diketahui, pada tahun 2015 Indonesia menjadi negara ketiga di Asia dengan total 38.279 kematian akibat kecelakaan lalu lintas. Indonesia berada di bawah China dan India. Oleh karenanya tahun ini Polri melalui Korlantas mencanangkan Tahun Keselamatan Untuk Kemanusiaan guna melaksanakan instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2013 tentang Program Aksi Keselamatan Jalan di Indonesia.

Cara Memakai

Selain menjadi pengguna jalan yang patuh, Anda juga perlu mengetahui bagaimana cara memakai sabuk pengaman yang benar. Maka dari itu berikut akan diuraikan cara tepat menggunakan sabuk keselamatan yang bisa Anda ikuti:

  1. Tarik sabuk dan silangkan melewati bahu, dada dan pinggang sebelah kiri.
  2. Kaitkan lidah sabuk ke pengunci hingga terdengar bunyi klik. Dari tahap ini Anda sudah menggunakan sabuk dengan benar dan tepat.
  3. Agar perjalanan lebih nyaman, sesuaikan dengan tinggi pundak. Jangan menyilang di depan leher, pastikan di area pundak. Pasang sabuk dengan sudut 30 derajat. Di samping itu posisikan sabuk agar tidak terlalu ketat dan terlalu longgar agar kenyamanan selama berkendara terjaga. Sedangkan pada bagian bawah, tali sabuk melintang seperti penggunaan sabuk celana, jangan berada di perut.

Aturan dan Sanksi

Pemakaian sabuk keselamatan sebenarnya sudah diatur dalam undang-undang no. 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan. Dalam pasal 106 ayat 6 tertulis bahwa, “setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor beroda empat atau lebih di jalan dan penumpang yang duduk di sampingnya wajib mengenakan sabuk keselamatan.”

Pengemudi yang tidak mematuhi aturan tersebut dapat dikenai sanksi pidana. Seperti yang tertulis pada pasal 289 di undang-undang yang sama, jika tidak memakai sabuk pengaman dapat dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250.000.

“Tapi penggunaan sabuk keselamatan untuk menghindari tuntutan hukum juga harus dihilangkan. Orientasi harus kepada pemahaman fungsi dan kegunaan sabuk keselamatan, sehingga menggunakan sabuk keselamatan jadi keharusan,” jelas Budiyanto.

Seiring dengan berkembangnya zaman perangkat keselamatan yang terdapat pada mobil baru semakin canggih. Kendati demikian pabrikan tetap menyematkan sabuk keselamatan. Hal ini juga menandakan bahwa keberadaan peranti keselamatan yang satu ini tetap penting meski teknologi keselamatan yang disematkan pada mobil sudah canggih dan modern.

Source: jumlah denda sabuk pengaman rusak, 

Sekarang INDONESIAUTOSBLOG.com bisa dibuka melalui perangkat mobile di http://m.indonesiautosblog.com untuk akses lebih mudah dan ringan dari ponsel dan dapatkan berita menarik tentang dunia otomotif di beranda Facebook Anda klik disini!

Punya Pertanyaan atau Komentar?

Jika kamu memiliki pertanyaan atau tanggapan mengenai artikel ini, silahkan tinggalkan komentar kamu disini

Leave a Reply