Home Motor 6 Tips Perawatan Motor Setelah Perjalanan Jauh

6 Tips Perawatan Motor Setelah Perjalanan Jauh

0 362

Perawatan Motor, Pemeriksaan dan perawatan motor perlu dilakukan secara berkala untuk memastikan kondisi motor baik-baik saja. Hal ini juga harus dilakukan ketika hendak bepergian, terutama jika Anda akan menempuh perjalanan jauh. Selain perawatan berkala dan pengecekan sebelum bepergian, pemeriksaan motor sesudah melakukan perjalanan juga tak kalah penting.

Tentu saja hal ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana kondisi komponen motor. Jika ada yang mengalami masalah akan segera diketahui sehingga bisa dilakukan penanganan. Tidak hanya membuat performa kendaraan prima, pengecekan ini juga akan membuat pengguna terhindar dari permasalahan di tengah jalan.

Lantas apa saja yang perlu dilakukan?

Berikut ini adalah tips perawatan motor sesudah perjalanan jauh yang dapat Anda lakukan.

Mesin

Mesin bisa dikatakan menjadi sumber utama penggerak motor. Maka dari itu keberadaannya tidak luput dari perhatian. Terlebih jika motor baru saja dipakai touring, bepergian jauh untuk mudik ke kampung halaman.

Jalanan yang tak menentu bisa mempengaruhi komponen mesin motor. Debu, lumpur atau kotoran lainnya bisa menempel dan membuat beberapa part kotor sehingga perlu dibersihkan. Untuk mengatasinya Anda bisa melakukan servis ringan.

Perawatan yang dilakukan adalah dengan membersihkan karburator atau throttle body, cek busi, oli dan kondisi filter udara. Untuk pengguna motor matic, jangan lupa melakukan servis di bagian CVT. Lalu servis dengan metode infuse jika motor yang dipakai mengusung sistem injeksi. Hal ini akan membuat semprotan injektor lancar dan merontokkan kerak yang ada di kepala piston dan kubah head.

Sedangkan motor yang memakai pendingin cairan bisa mengecek kondisi radiator. Disarankan untuk memakai cover supaya kisi-kisinya terlindung dari kerikil. Akan tetapi jangan memakai cover yang justru menghambat angin. Sebab hal tersebut membuat mesin tidak dapat didinginkan secara sempurna.

Kaki-kaki

Sektor kaki-kaki juga perlu mendapat perhatian, khususnya bagian suspensi. Pemeriksaan bagian tersebut bisa dengan melihat bagian asnya. Apabila ada oli pada as suspensi, tandanya ada kebocoran pada silnya.

Jika Anda menjumpai permasalahan tersebut, segera lakukan penanganan agar as tidak baret. Membiarkan hal tersebut terjadi justru akan membuat Anda harus mengeluarkan biaya yang lebih besar untuk memperbaikinya.

Berikutnya periksa kondisi ban, pelek dan kampas rem. Pastikan laher roda dalam kondisi baik. Biasanya komponen ini sering bermasalah, terutama sesudah melibas jalan berlubang dan rusak. Jika bermasalah, sebaiknya segera ganti sepasang agar kerusakan tidak bertambah parah. Untuk bagian ban periksa kembang alur ban. Apabila terlihat sudah aus maka sebaiknya segera ganti.

Baca juga: Cara Cek Kerusakan Mesin Motor dari Suaranya

Jangan lupa untuk memeriksa tekanan angin pada ban motor. Jangan sampai terlalu keras maupun terlalu kempes. Untuk tekanan angin ban depan usahakan 29-30 psi dan bagian belakang 30-33 psi. Akan tetapi setiap motor bisa berbeda, tergantung besarnya ban.

Pengecekan terakhir di sektor kaki-kaki adalah kampas depan. Periksa ketebalan kampas depan dan pastikan ketebalannya 1,5 – 2 mm.

Kemudi

Pemeriksaan kemudi bisa dilakukan dengan cara meletakkan motor dalam posisi standar tengah. Kemudian pegang tabung suspensi dan coba goyankan. Apabila terasa gejala oblak atau terlalu keras maka komstir perlu dibuka.

Kelistrikan

Selanjutnya silakan periksa sistem kelistrikan motor. Pemeriksaan meliputi fungsi keseluruhan lampu-lampu dan switch pada setang. Pastikan semua sistem menyala sesuai fungsinya, termasuk bagian switch-nya.

Jika sudah selesai, memeriksa tegangan aki juga bisa Anda lakukan. Cek apakah tegangan masih berada di atas 12 volt. Jangan biarkan tegangannya kurang dari angka tersebut. Gejalanya aki tidak kuat menggerakkan dinamo starter.

Apabila aki motor tekor, pemilik masih bisa melakukan charge. Akan tetapi lain halnya dengan jika aki sudah soak. Itu tandanya Anda harus menggantinya dengan yang baru.

Cek, Setel dan Lumasi

Untuk tahap ini, pengecekan bisa dimulai dengan memeriksa volume minyak rem. Jangan sampai minyak rem kurang atau bahkan kosong. Volume minyak rem bisa dilihat pada master rem. Biasanya terdapat garis yang menunjukkan lower yang berarti batas terendah.

Jangan biarkan minyak rem berada di bawah garis tersebut. perlu dicatat, minyak rem seharusnya tidak akan habis jika tidak ada kebocoran.

Berikutnya adalah memeriksa volume air radiator pada tabung reservoir. Pemeriksaan ini bertujuan agar motor tidak mengalami overheat.

Rem belakang juga patut diperiksa. Jika memakai rem teromol, Anda bisa mengencangkannya sendiri dengan memutar mur pengunci atau memakai kunci pas 12 mm. Anda bisa mengetahui kampas belakang yang sudah menipis atau habis dengan melihat jarum yang berada di gerigi paha rem.

Selesai memeriksa rem belakang, cek bagian rantai motor. Komponen ini bertugas untuk meneruskan daya dari mesin menuju roda belakang. Hanya saja lantaran letaknya berdekatan dengan roda rantai motor kerap kali kotor. Terlebih bila motor sering dipakai untuk melintasi jalan berdebu dan bertanah. Untuk itu pakai chain lube yang bisa di beli di pasaran untuk melindungi rantai agar tidak keriting dan tetap lentur.

Perawatan motor selanjutnya adalah dengan membersihkan kaliper cakram. Jangan biarkan piston macet atau debu menyelimuti cakram. Kaliper perlu dibersihkan, khususnya setelah terkena banjir dan jalan berlumpur. Sebab hal banjir atau jalan berlumpur dapat membuat piston kaliper macet dan kotoran yang menumpuk dapat menggerus cakram.

Cuci Motor

Selain kondisi komponen motor, jangan lupa untuk menjaga tampilannya. Biasanya motor terlihat kotor atau kusam setelah menempuh perjalanan panjang. Anda bisa mencucinya sendiri di rumah.

Jika tidak sempat Anda bisa membawanya ke tempat cuci motor yang menawarkan fasilitas hidrolik. Dengan begitu kotoran yang terselip di bawah motor dapat dibersihkan dengan baik. Lakukan pula poles bodi motor supaya tampilannya terlihat mengilap.

Pemeriksaan dan perawatan motor setelah bepergian jauh menjadi sebuah keharusan bagi pemilik. Apalagi jika motor dipakai untuk kegiatan harian. Jika Anda sibuk atau lelah untuk membawanya ke bengkel resmi, Anda bisa memanfaatkan fasilitas yang ditawarkan bengkel. Seperti fasilitas home service yang merupakan layanan servis kendaraan yang dilakukan di rumah dengan membuat perjanjian satu hari sebelumnya.

Biasanya ada beberapa bengkel yang menawarkan jasa tersebut. Sehingga Anda akan lebih terbantu tanpa perlu repot-repot membawanya ke bengkel. Itulah tips seputar perawatan motor setelah perjalanan jauh. Semoga bermanfaat.

Source: cara mengecek motor injeksi, cara servis injeksi, lampu motor menyala setelah perjalanan jauh, perawatan motor matic, 

Sekarang INDONESIAUTOSBLOG.com bisa dibuka melalui perangkat mobile di http://m.indonesiautosblog.com untuk akses lebih mudah dan ringan dari ponsel dan dapatkan berita menarik tentang dunia otomotif di beranda Facebook Anda klik disini!

Punya Pertanyaan atau Komentar?

Jika kamu memiliki pertanyaan atau tanggapan mengenai artikel ini, silahkan tinggalkan komentar kamu disini

Leave a Reply