Home Mobil Mengenal Engine Brake pada Mobil

Mengenal Engine Brake pada Mobil

0 162

Engine Brake, Mungkin banyak yang sudah mengetahui apa itu engine brake. Engine brake merupakan salah satu cara untuk memperlambat laju kendaraan selain mengandalkan sistem pengereman. Momen enine brake pada mesin bensin berarti saat pedal gas dilepas maka pasokan udara dan bahan bakar berkurang drastis.

Tanpa suplai kedua hal tersebut piston masih bergerak akan tetapi bukan karena pembakaran, melainkan momentum sistem gerak. Lantaran kerja mesin melambat maka muncul energi berlawanan dengan arah kecepatan mobil. Dengan begitu kecepatan mobil dapat berkurang.

Banyak yang mengira engine brake itu sama dengan clutch braking atau aktivitas mengurangi kecepatan dengan cara menurunkan gigi transmisi. Anggapan tersebut sebenarnya tidak salah, namun juga kurang benar. Perlu diperjelas bahwa teknik clutch braking dilakukan ketika engine brake untuk mempercepat perlambatan mobil.

Dilansir dari Otomania, Arifani Perbowo, Logistic and Production General Manager Kia Mobil Indonesia mengatakan bahwa engine brake itu dikarenakan perubahan putaran mesin. “Dibanding memakai rem yang menghabiskan kampas, engine brake bisa dilakukan misalnya saat di jalan tol dengan kecepatan tinggi,” ujarnya.

Komponen yang Bekerja Ekstra

Saat melakukan engine brake dan menurunkan gigi transmisi atau clutch braking ada komponen yang bekerja keras. Komponen tersebut adalah kampas kopling mobil. Oleh karenanya jangan terlalu sering memanfaatkan teknik tersebut, termasuk saat putaran mesin terlalu tinggi.

Ketika engine brake, selama beberapa saat putaran mesin bekerja bukan karena pembakaran tetapi memanfaatkan inersia dari roda gila. Perlu diketahui, kampas kopling menempel dengan roda gila sebagai penghubung transmisi. “Jadi yang menahan putaran mesin kan kampas kopling, ya bakal cepat aus. Berkurang, berkurang, dan berkurang begitu,” ungkap Arifani.

Engine brake memang bisa memperpendek usia kampas kopling. Di sisi lain harga kampas kopling mobil lebih mahal daripada kampas rem. Oleh karena itu pengguna mobil diminta tidak terlalu sering memanfaatkan engine brake.

Menurunkan Gigi Berurutan

Catatan lain yang patut diingat pengemudi adalah menurunkan gigi secara berurutan. Hal ini perlu dilakukan agar putaran mesin bisa mereda santai.

Contohnya, pengemudi mobil manual di posisi gigi ke-5 kemudian di depan ada rintangan. Daripada menggunakan rem, pengemudi dapat memanfaatkan engine brake dengan menurunkan gigi ke posisi 4, lalu ke-3, begitu seterusnya.

Dadi Hendriadi, General Manager Technical Service Toyota Astra Motor mengatakan, ketika lepas gas, putaran mesin turun, naik sedikit waktu turun gigi kemudian turun lagi. Lantaran ada resistensi di mesin maka itu dimanfaatkan untuk memperlambat kecepatan mobil.

Semakin besar angka rasio gigi maka resistensinya juga semakin besar. Oleh karenanya efek engine brake dengan transmisi akan semakin terasa pada posisi gigi yang rendah, seperti pada gigi 1.

Baca juga: Teknik Engine Brake pada Mobil

Jika pengemudi menurunkan gigi tidak berurutan, contohnya dari gigi ke-5 langsung ke-3, maka dapat membebani komponen mekanis pada mesin dan transmisi terlalu berat. Terlebih bila dilakukan ketika kecepatan atau putaran mesin terlalu tinggi.

Over rev atau putaran mesin berlebihan ketika pindah dari gigi ke-5 menjadi gigi ke-3 akan membebani beberapa komponen. Di antaranya timing belt, camshaft, timing chain dan kopling. Hal tersebut juga dapat menimbulkan kerusakan, utamanya karena torsi mendadak.

Engine Brake Mesin Bensin dan Diesel

Engine brake mesin bensin rupanya berbeda dengan mobil bermesin diesel. Momen engine brake pada mesin bensin berarti saat pedal gas dilepas pasokan udara yang masuk ke ruang bakar berkurang karena katup throttle body menutup. Di saat yang bersamaan suplai bahan bakar dari injektor juga terbatas.

Udara yang tersisa sangat sedikit akan membuat ruang bakar seperti vakum sehingga memperlambat gerakan kepala silinder. Tanpa suplai bahan bakar dan udara kepala silinder masih dapat bergerak. Hanya saja bukan karena pembakaran melainkan momentum sistem gerak.

Lantaran kerja mesin menjadi lambat, maka muncul energi berlawanan dengan arah kecepatan mobil. Hal inilah yang membuat kecepatan mobil berkurang.

Berbeda dengan mesin diesel, umumnya engine brake diperoleh dari penambahan katup di jalur buang. Sistem tersebut dikenal dengan exhaust brake atau exhaust retarder (rem knalpot).

Pada exhaust brake, sebagian gas buang tidak keluar melalui knalpot lantaran terhalang katup yang aktif dengan mekanisme seperti throttle body pada mesin bensin. Setelah itu gas buang yang tidak keluar akan kembali ke ruang bakar dan menekan kepala silinder sehingga membuat kendaraan melambat.

Rem knalpot biasanya dipakai untuk bus dan truk yang memiliki muatan besar dan perlu pengereman kuat. Arifani mengatakan, waktu gas buang tertutup, sekitar 70-80 persen kembali ke mesin. Katup tersebut ada pengaturnya yang biasanya diletakkan di dekat kemudi untuk bus dan truk.

Plus-Minus Engine Brake

Engine brake pada dasarnya bermanfaat untuk membantu memperlambat laju kendaraan. Akan tetapi ada pula yang berpendapat engine brake dapat mengurangi konsumsi bahan bakar. Manfaat ini bisa diperoleh jika dilakukan dengan benar.

Ketika engine brake, saat pedal gas diangkat maka injektor memutus aliran bahan bakar. Hanya saja yang perlu diperhatikan injektor akan kembali menyemprot bahan bakar saat putaran mesin sampai di batas tertentu, tergantung kecepatan dan posisi gigi transmisi serta diatur secara elektronik.

Dadi memaparkan, suplai bahan bakar akan terjadi lagi pada sekitar 1.000 rpm. Kondisi lain, saat pedal gas ditekan kembali.

“Tujuan utama engine brake itu untuk perlambatan, tapi biasanya sering jadi alasan dipakai orang yang ingin berkendara irit. Saat suplai bahan bakar terputus itulah yang bisa bantu irit,” kata Dadi.

Engine brake sering kali dimanfaatkan bersamaan dengan menurunkan gigi transmisi. Untuk pengemudi yang sudah pengalaman, kombinasi kedua hal tersebut dapat mengurangi konsumsi bahan bakar. Kendati begitu juga ada kekurangan yang perlu diperhatikan. Seperti yang dijelaskan di atas, pemakaian engine brake dengan transmisi yang terlalu sering dapat merusak komponen timing belt, crankshaft, timing chain, dan kampas kopling.

Itulah hal-hal seputar engine brake mobil. Informasi di atas bisa menjadi tambahan wawasan untuk Anda yang sering mengemudi dengan mobil. Dengan begitu Anda dapat mengetahui apa itu engine brake dan apa saja kelebihan serta kekurangannya.

Source:

Sekarang INDONESIAUTOSBLOG.com bisa dibuka melalui perangkat mobile di http://m.indonesiautosblog.com untuk akses lebih mudah dan ringan dari ponsel dan dapatkan berita menarik tentang dunia otomotif di beranda Facebook Anda klik disini!

Punya Pertanyaan atau Komentar?

Jika kamu memiliki pertanyaan atau tanggapan mengenai artikel ini, silahkan tinggalkan komentar kamu disini

Leave a Reply