Home Mobil Bekas Asuransi Mobil Bekas dan Hal yang Perlu Diketahui

Asuransi Mobil Bekas dan Hal yang Perlu Diketahui

0 500

Asuransi Mobil, Mobil seakan sudah menjadi kebutuhan tak terpisahkan dari masyarakat Tanah Air. Seperti yang diketahui, angka penjualan mobil di Indonesia tergolong besar setiap tahunnya. Hal ini menandakan bahwa besarnya masyarakat yang membutuhkan kendaraan roda empat.

Hanya saja harga mobil baru tidak selamanya murah. Semakin lama harga mobil keluaran terbaru semakin tinggi, seiring dengan penyematan teknologi terkini dan spesifikasi yang handal. Bagi sebagian orang yang belum sanggup membeli mobil baru, solusinya adalah dengan membeli mobil bekas.

Saat ini ada banyak sekali pilihan di pasar mobil bekas. Kemudahan untuk mencari model yang diinginkan juga bisa didapat oleh calon konsumen. Sebab bisa memanfaatkan situs jual beli mobil bekas tanpa perlu pergi ke showroom mobil bekas terlebih dulu.

Akan tetapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli. Seperti kondisi dan juga riwayat servis mobil seken tersebut. Tidak hanya itu, masih ada hal lain yang perlu dicermati agar Anda tidak merasa dibohongi.

Mungkin sebagian dari Anda pernah melihat iklan mobil seken yang menjelaskan bahwa mobil yang dijual itu masih dalam periode asuransi. Akan tetapi jangan terburu-buru tergiur. Pasalnya asuransi tidak akan berlaku jika mobil berpindah tangan.

“Itu namanya pembatalan polis. Asuransi langsung batal saat itu juga, ketika mobil berubah kepemilikan,” ungkap Head of Communication and Event Asuransi Astra, L. Iwan Pranoto, dikutip dari laman Liputan6.

Ia mengatakan, semua klaim harus berdasarkan pada perjanjian di muka. Sedangkan salah satu isi perjanjian di muka yang dimaksud adalah asuransi hanya diberikan kepada pemilik yang namanya tertera dalam perjanjian tersebut.

“Ini berlalu untuk oper kredit juga untuk mobil yang sudah lunas atau cash,” ujar Iwan.

Baca juga:

Lebih lanjut Iwan menjelaskan, iklan-iklan yang menyertakan asuransi sebagai salah satu kelengkapan kendaraan bisa disebabkan karena pihak penjual tidak memahami mekanisme asuransi. Atau juga bisa disengaja dengan tujuan mobil cepat laku.

Oleh karenanya orang yang ingin menjual mobil disarankan juga mengurus asuransinya. Penjual mobil perlu melapor ke pihak asuransi juga. Nantinya asuransi akan memberikan hitungan-hitungan tertentu yang memungkinkan pemilik mobil memperoleh sisa premi.

“Kalau lapor, uang bisa kembali ke konsumen. Misalnya jika asuransikan mobil 12 bulan, dan bulan ketujuh dijual, sisa bulan nanti dihitung dan uang kembali ke penjual,” jelasnya.

Sementara itu, Kennadi, Business Manager cermati.com mengungkapkan bahwa penting bagi penjual untuk memeriksa bagaimana ketentuan yang berlaku untuk memindah nama kepemilikan asuransi kendaraan. Yang pertama adalah memindah nama polis asuransi mobil.

“Untuk memindah nama polis asuransi mobil bekas yang dijual, pihak penjual harus memberitahukan kepada perusahaan asuransi secara tertulis. Misalnya bila pihak penjual memiliki polis asuransi Autocillin all risk, pihak penjual harus memberi tahu perusahaan Adira untuk melakukan pemindahan nama,” paparnya, sebagaimana dilansir dari Sindonews.

Selanjutnya adalah memeriksa komponen dari asuransi kendaraan. Kennadi menjelaskan, satu polis asuransi kendaraan bisa terdiri dari satu paket polis asuransi atau polis asurnasi all risk. Ketiga adalah perhitungan besar polis asuransi. Dalam menghitung besarnya polis asuransi, nasabah harus membayar berdasarkan nilai dari mobil yang diasuransikan.

Keempat adalah faktor yang dapat mempengaruhi all risk. Ia mengatakan, besarnya polis asuransi all risk bisa berbeda-beda. Salah satu faktor yang dapat menyebabkan premi asuransi all risk lebih mahal adalah adanya perluasan atau tambahan perlindungan asuransi terhadap berbagai risiko.

“Tentu saja ini lepas dari faktor besaran premi yang berbeda yang dikeluarkan oleh perusahaan asuransi yang berbeda. Premi asuransi all risk dengan perlusan yang sama dari Avrist atau MAG tentunya akan berbeda harganya dengan Garda Oto, atau Autocillin,” ucapnya.

Sedangkan yang terakhir adalah mengenai pepranjangan masa berlaku asuransi kendaraan. Kennadi memaparkan, jika dalam jangka waktu masa berlakunya asuransi kendaraan nasabah tidak mengajukan klaim asuransi, maka perpanjangan asuransi di tahun selanjutnya akan membuat nilai premi menurun.

Di samping itu nasabah yang tidak mendapatkan diskon potongan premi asuransi maka nilai premi tahun berkutnya juga akan mengalami penurunan.

Itulah informasi seputar asuransi mobil bekas dan hal-hal yang perlu Anda ketahui. Semoga bermanfaat untuk Anda.

Source:

Pemuda berstatus mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Kediri ini selalu berusaha untuk membahagiakan orang tuanya. Tipe orang pekerja keras dan pantang mundur sebelum mendapatkan apa yg diinginkan. Salam Roda Dua!

Leave a Reply