Home Auto News 4 Kekurangan Suzuki Ignis Indonesia 2017

4 Kekurangan Suzuki Ignis Indonesia 2017

0 245

Suzuki Ignis Indonesia 2017, Suzuki Ignis baru saja hadir di Indonesia. Keberadaan mobil ini bisa dibilang sukses menggoyang eksistensi mobil murah ramah lingkungan atau low cost green car (LCGC) berbekal tawaran harga yang menggiurkan. Ignis berhasil menjadi idola baru di Tanah Air berkat beberapa kelebihannya. Seperti harga yang terjangkau, tampilan yang cukup menarik dan fitur yang memadai.

Hanya saja tidak ada produk yang sepenuhnya sempurna. Selalu ada kekurangan di balik kelebihan yang ada. Begitu juga dengan mobil baru Suzuki ini. Ada beberapa kekurangan yang patut diperhatikan bila Anda berniat membeli mobil mungil ini.

Agar tidak penasaran, berikut adalah detail kekurangan Suzuki Ignis 2017 yang dijual di Indonesia, sebagaimana dihimpun dari laman Oto.

Performa Mesin Kurang

Kekurangan pertama dari mobil Suzuki ini adalah tenaga yang dimiliki dapur pacunya. Menurut spesifikasi, Ignis mengandalkan mesin berkapasitas 1.2 liter. Tenaga yang dapat dihembuskan mesin ini mencapai 83 PS pada putaran mesin 6.000 rpm dengan torsi puncak sebesar 113 Nm pada 4.200 rpm.

Output daya tersebut lebih kecil dari beberapa rivalnya, seperti Honda Brio dan Toyota Agya. Sebagai pembanding, mesin 1.2 liter yang disematkan pada Brio dapat memproduksi daya sebesar 88 PS pada 6.000 rpm dan torsi 109 Nm pada 4.500 rpm. Sedangkan tenaga mesin 1.2 liter Agya lebih besar 5 PS dari Ignis.

Kendati begitu tenaga mesin Suzuki Ignis masih lebih unggul dari dua rival lainnya, seperti Nissan March dan Mitsubishi Mirage.

Transmisi AGS

Di Indonesia, Suzuki Ignis 2017 mempunyai dua varian, yaitu GL dan GX. Keduanya ditawarkan dalam dua versi transmisi, yaitu manual 5-percepatan dan transmisi Automated Gear Shift (AGS).

Untuk diketahui, transmisi AGS ini bukanlah transmisi otomatis murni. Cara kerja transmisi ini sedikit berbeda dari transmisi otomatis konvensional maupun Continuous Variable Transmission (CVT).

Baca juga: Bahas Transmisi AGS Suzuki Ignis 

Transmisi AGS yang menjadi daya jual dari Ignis ini menggunakan kopling kering, seperti pada transmisi manual. Akan tetapi mekanisme kerja kopling tidak dengan menginjak pedal gas, melainkan dioperasikan secara otomatis oleh Transmission Control Module (TCM).

Hal tersebut membuat transmisi AGS tampak mirip dengan transmisi pada mobil mati. Pengemudi tidak perlu lagi menginjak pedal kopling.

Hanya saja ada kekurangan di balik transmisi ini. Terkadang Electronic Control (ECU) dan TCM terkesan terlambat menentukan posisi gigi yang terbaik. Sehingga pengemudi sering merasa mobil seperti kehilangan tenaga ketika menurunkan kecepatan dan ingin kembali berakselerasi.

Penyebabnya mekanisme proses perpindahan gigi transmisi AGS tidak secepat transmisi otomatis. Seperti ada yang menginjakkan pedal kopling untuk pengemudi.

Di samping itu tuas persneling transmisi ini mempunyai indikator yang berbeda dari mobil mati. Suzuki hanya menyertakan indikator R, N dan D tanpa P. Sisi menariknya, pengemudi bisa mengalihkan ke mode manual dengan menggeser ke posisi M (+/-). Jika Anda terbiasa menggunakan mobil dengan transmisi mati atau CVT, mungkin akan perlu waktu untuk beradaptasi dengan transmisi AGS Ignis ini.

Desain Belakang Kurang Menarik

Suzuki Ignis Indonesia 2017 memiliki tampilan depan yang menarik dan modern. Hanya saja tidak demikian untuk tampilan belakangnya. Sebagian orang merasa buritan city car Suzuki ini kurang menarik dan tidak sepadan dengan bagian depannya. Sentuhan modern yang diberikan tidak terasa pada bagian ini.

Baca juga: Spesifikasi Suzuki Ignis 2017 vs Honda Brio RS

Untuk diketahui, desain buritan ini rupanya transpirasi dari desain klasik Suzuki Fronte yang hadir pada tahun 1970-an. Hal tersebut karena ada garis pinggul di bagian sisi yang menanjak ke atas ala mobil coupe. Di samping itu terdapat aksen tiga garis diagonal di bagian pinggul. Untuk desain, memang tergantung selera konsumen masing-masing.

Audio Touchscreen Dijual Terpisah

Mobil perkotaan umumnya belum dilengkapi dengan had unit. Dari beberapa model yang ada, hanya Chevrolet Spark yang mengusung fitur tersebut. Suzuki Ignis sebenarnya juga mempunyai head unit layar sentuh.

Akan tetapi fitur tersebut dijual terpisah oleh Suzuki Indomobil Sales (SIS). Calon konsumen yang berminat harus mengeluarkan biaya tambahan sebesar Rp 7 jutaan agar Suzuki Ignis Indonesia 2017 miliknya mempunyai fitur audio touchscreen ini.

Demikian adalah beberapa kekurangan dari Suzuki Ignis. Dalam membeli mobil baru memang ada banyak hal yang perlu diperhatikan, seperti kelebihan dan kekurangannya. Meski Suzuki Ignis Indonesia 2017 mempunyai beberapa kekurangan, kelebihan yang ditawarkan juga tak kalah menarik dari rival sekelasnya.

Source: kelebihan dan kekurangan brio, tenaga mesin suzuki ignis, 

Sekarang INDONESIAUTOSBLOG.com bisa dibuka melalui perangkat mobile di http://m.indonesiautosblog.com untuk akses lebih mudah dan ringan dari ponsel dan dapatkan berita menarik tentang dunia otomotif di beranda Facebook Anda klik disini!

Punya Pertanyaan atau Komentar?

Jika kamu memiliki pertanyaan atau tanggapan mengenai artikel ini, silahkan tinggalkan komentar kamu disini

Leave a Reply