Home Mobil Simpan Oli Mesin Jangan Asal, Ada Aturannya

Simpan Oli Mesin Jangan Asal, Ada Aturannya

0 599

Oli Mesin, Perawatan kendaraan memang perlu dan semestinya dilakukan secara berkala. Selain itu pemilik juga tidak boleh mengabaikan bagaimana penanganan komponen kendaraan, seperti penyimpanannya. Salah satu komponen yang patut mendapat perhatian adalah oli.

Saat mengganti oli, terkadang tidak semuanya cukup dimasukkan ke tangki. Masih ada beberapa liter yang tersisa. Oli sisa ini biasanya disimpan di mobil atau di rumah sehingga bisa segera dipakai kembali ketika akan mengganti oli.

Hanya saja penyimpanan oli mesin ini tidak boleh sembarangan. Sebab jika tidak tersimpan dengan benar justru dapat berdampak buruk bagi mesin saat nanti dipakai.

“Bila oli yang berlebih tersebut tidak ditutup rapat dan terkena angin dan panas terus menerus, terlebih terkena air hujan, akibatnya akan fatal. Oli tersebut akan menjadi lumpur di mesin,” jelas Shofwatuzzaki, Shell Lubricants Technical Advisor Indonesia, dikutip dari laman DetikOto.

Walaupun pelumat tidak mempunyai tingkat oksidasi yang tinggi seperti pada makanan, Shofwatuzzaki tetap menghimbau untuk berhati-hati saat melakukan penyimpanan pelumas. Sebab sifat pelumas rawan terkontaminasi.

Yang menjadi masalah bukan karena basi atau tidak, namun terkontaminasi atau tidak. Maka dari itu pemilik harus menyimpannya di tempat yang benar-benar tertutup. Sebab udara membawa uap air. Maka dari itu jangan terlalu lama menyimpannya. Setidaknya satu atau dua bulan saja.

“Saat pertama kali beli oli kan ada seal nya tuh yah. Itu lah yang menjaga oli dari udara, panas, dan air hujan agar tidak terkontaminasi. Apabila telah dirusak atau dibuka, otomatis si oli ini tidak memiliki pelindung lagi. Jadi rada repot nih untuk jaganya,” paparnya.

Baca juga: Oli Mobil Untuk Motor Matic, Boleh?

Hal senada juga disampaikan oleh Dikki Sudrajat, Kepala mekanik AHASS di Depok. Penting bagi pemilik untuk menutup rapat oli yang tersisa. Dengan menutup rapat, kemungkinan oli terkontaminasi debu dan air dapat diminimalisir. Benda asing yang masuk ke dalam oli dapat menyebabkan kinerjanya tidak maksimal saat dipakai.

Selain itu jangan lupa untuk memperhatikan suhu. Pastikan oli disimpan dalam ruangan yang sejuk, atau setidaknya tidak terkena sinar matahari secara langsung. Tidak jauh berbeda dengan debu atau air, jika oli terkena sinar matahari maka kualitasnya bisa menurun.

Sementara itu menurut beberapa sumber disebutkan bahwa jika oli tertutup rapat maka kandungan oli akan terjaga dalam waktu yang cukup lama. Hanya saja saat hendak dipakai dianjurkan untuk dikocok atau diaduk terlebih dahulu. Tujuannya supaya mineral dan sintetiknya tercampur kembali.

Untuk diketahui, semua jenis oli sebenarnya mempunyai fungsi yang sama. Yakni sebagai pelumas supaya mesin dapat bekerja dengan maksimal. Selain itu oli mesin juga berfungsi sebagai pendingin dan penyekat antar bagian mesin supaya tidak saling bergesekan.

Source:

Pemuda berstatus mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Kediri ini selalu berusaha untuk membahagiakan orang tuanya. Tipe orang pekerja keras dan pantang mundur sebelum mendapatkan apa yg diinginkan. Salam Roda Dua!

Leave a Reply