Home Mobil Mobil Modifikasi Gugurkan Asuransi? Simak Penjelasannya

Mobil Modifikasi Gugurkan Asuransi? Simak Penjelasannya

0 570

Mobil Modifikasi, Desain mobil baru yang beredar di pasaran saat ini sebenarnya sudah cukup menarik. Akan tetapi masih ada saja yang beranggapan kurang menarik. Untuk mengatasinya para pemilik mobil biasanya melakukan modifikasi.

Ubahan yang dilakukan bisa bermacam-macam. Mulai dari yang ringan seperti hanya mengganti pelek hingga ubahan besar yang mengganti banyak komponen di dalam mobil. Hal ini sebenarnya sah-sah saja. Akan tetapi perlu menjadi perhatian jika mobil tersebut diasuransikan.

Sebab rupanya mobil modifikasi bisa menggugurkan asuransi. Pernyataan tersebut tertulis pada Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia yang menjadi acuan asuransi di Indonesia. Tepatnya pada Bab III pasal 4 ayat 6.

Dalam ayat tersebut tertulis bahwa perlengkapan tambahan adalah perlengkapan pada kendaraan bersangkutan yang bukan merupakan perlengkapan standar pabrik tidak akan diganti. Rupanya hal senada juga disampaikan oleh Laurentius Iwan Pranoto, Marketing & Communication & PR Manager Asuransi Astra (Garda Oto).

Sebagai contoh, pemilik mobil melakukan penggantian audio atau lampu sehingga kondisi mobil tidak lagi standar pabrik. Di sisi lain pemilik tidak memberikan informasi ke pihak asuransi. Maka jika terjadi kasus kebakaran karena ubahan tersebut maka tidak akan di-cover asuransi.

Meski begitu, bukan berarti pemilik mobil yang mengasuransikan kendaraannya tidak bisa melakukan modifikasi. Pemilik tetap bisa melakukan ubahan tanpa menggugurkan asuransi. Akan tetapi ada syarat yang harus dipenuhi.

“Harusnya bilang ke kita (pihak asuransi). Karena kalau sampai kenapa-kenapa, atau mobil itu hilang atau terjadi sesuatu, kalau terjadi apa-apa akan kita ganti sesuai dengan kondisi kendaraan tersebut. Selain itu jika mengubah-ubah kendaraan (modifikasi) itu harus disurvei oleh kita,” ujarnya, dikutip dari DetikOto.

Baca juga: 9 Penyebab Klaim Asuransi Ditolak

Bahkan ubahan sekecil apapun pemilik harus melaporkan kepada perusahaan asuransi yang bersangkutan. Iwan menjelaskan, salah satu contohnya adalah memasang kaca film. Hal ini juga harus dilaporkan. Sehingga jika terjadi kaca pecah akan diganti sekaligus.

“Kalau tidak lapor, nanti yang diganti sama asuransi hanya berupa kaca polos saja. Kalau sudah lapor, akan diganti dengan kaca filmnya juga sekalian,” mengutip dari laman Otomania.

Fungsi dari melapor ulang agar perusahaan asuransi tahu karena pada saat awal mobil tersebut diasuransikan sudah dalam keadaan standar. Di samping itu pelajari pula masing-masing polis yang akan dipilih supaya tidak salah persepsi.

Jika mengalami ubahan, bagaimana dengan preminya? Apakah sama atau naik?

Untuk hal itu, kata Iwan, tergantung dari seberapa besar modifikasi yang dilakukan. Karena masing-masing asuransi mempunyai kebijakan dan batas maksimal premi. “Ada penyesuaian tentunya, untuk amannya lebih baik berkomunikasi dengan pihak asuransi yang bersangkutan,” ungkapnya.

Modifikasi memang dijadikan salah satu cara untuk mempermanis tampilan mobil. Asalkan dilakukan dengan benar dan tidak melanggar peraturan yang berlaku, modifikasi mobil boleh saja dilakukan. Meski begitu tetap cermati dampak ubahan yang akan dilakukan. Seperti bagaimana kenyamanan dan keamanannya serta bagaimana asuransinya nanti.

Itulah informasi asuransi untuk mobil modifikasi yang perlu diketahui. Semoga bermanfaat untuk Anda, terutama para pemilik asuransi yang ingin melakukan modifikasi mobil.

Source:

Pemuda berstatus mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Kediri ini selalu berusaha untuk membahagiakan orang tuanya. Tipe orang pekerja keras dan pantang mundur sebelum mendapatkan apa yg diinginkan. Salam Roda Dua!

Leave a Reply