Tilang CCTV Akan Berlaku di Seluruh Indonesia, Apa Efeknya?

Loading...

Tilang CCTV, Program tilang melalui kamera pengawas atau CCTV tengah menjadi perbincangan hangat belakangan ini. Program ini sendiri sudah mulai disosialisasikan oleh kepolisian wilayah Surabaya, Jawa Timur per 1 September 2017 kemarin.

Loading...

Teknisnya, akan ada petugas polisi yang datang ke rumah pengendara yang melanggar lalu lintas. Lebih jelasnya, pihak kepolisian akan menyelidiki pemilik kendaraan yang terekam melanggar lalu lintas melalui bagian registrasi dan identifikasi untuk ditindaklanjuti.

Perlu diketahui, pelanggaran lalu lintas merupakan pelanggaran yang kasat mata. Jadi alat perangkat elektronik seperti kamera CCTV bisa dipakai sebagai bukti. Hal ini sudah diatur dalam Pasal 272 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang LLAJ. Upaya ini dilakukan guna mewujudkan keselamatan, keamanan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas.

Selama masa sosialisasi, pengendara yang melanggar hanya akan dikirimkan surat teguran. Sedangkan untuk penindakan baru akan dimulai di Surabaya pada Oktober 2017.

Akan Berlaku di Seluruh Indonesia

Irjen Pol Royke Lumowa, Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas Polri) mengatakan bahwa program tersebut akan diberlakukan di seluruh penjuru Tanah Air. “Tetapi tahap awal dilakukan di masing-masing kota besar dulu, setelah itu bertahap untuk menyeluruh,” jelasnya, dikutip dari laman Otomania.

Royke melanjutkan, targetnya dalam lima tahun ke depan program tilang CCTV itu sudah diterapkan dari Sabang hingga Merauke. Bahkan juga akan diterapkan di jalan bebas hambatan.

Khusus hal tersebut, Royke mengatakan sebagian jalan tol di Jakarta sudah ada yang menerapkan CCTV. Tugasnya adalah untuk melakukan tilang kepada pelanggar batas kecepatan.

Pelanggaran Menurun

Tilang melalui kamera pengawas rupanya memberi dampak positif di Kota Surabaya. Cara berkendara masyarakat menjadi lebih tertib setelah petugas memasang kamera CCTV yang dipakai menindak pelanggar lalu lintas.

Terbukti dari pengamatan laman Detik di perempatan Bratang Senin (4/9) kemarin pukul 06.00 WIB melalui kamera CCTV. Pengendara terlihat tertib dan tidak melanggar marka, stop line ataupun menerobos traffic light.

Baca juga: Tips Menghadapi Tilang Polisi

AKP Warih Hutomo, Kaur Bin Ops Satlantas Polrestabes Surabaya mengatakan bersyukur dengan cara berkendara masyarakat yang mulai tertib setelah adanya kamera pengawas. Sosialisasi yang dilakukan di media dan media sosial efektif dalam menekan pelanggaran.

“Kami bersyukur pengguna jalan bisa lebih tertib karena adanya pengawasan dari kamera CCTV. Kami justru melindungi mereka dengan program ini,” jelasnya, dikutip dari Detik.

Ungkapan senada juga disampaikan Rubben Rico, Kabit Lalu Lintas Dishub Kota Surabaya. Menurutnya, sejak pemasangan kamera tilang jumlah pelanggaran mencapai 500 sampai 600 pelanggaran per hari. Pelanggaran tersebut meliputi menerobos traffic light dan melanggar marka jalan.

“Saat ini dalam 24 jam pelanggaran menurun drastis atau kurang dari 250 pelanggaran,” ungkap Rubben.

Menurut data bidang Lalu Lintas Dishub selama 1-4 September 2017, ada sekitar 1.477 pelanggaran. “Terbaru, sejak pukul 06.00 Wib pada Senin (4/9) hingga pagi tadi (5/9) pukul 06.00 tercatat 245 pelanggaran,” jelasnya.

Ke depannya akan ada penambahan beberapa kawasan yang akan dipantau. “Kemarin bu wali minta supaya beberapa kawasan yakni traffic light sekitar KBS juga dipantau karena banyak pelanggaran dan kecelakaan. Dalam waktu dekat akan kami pantau sesuai perintah bu wali,” paparnya

Tidak hanya perempatan Bratang saja, petugas juga telah menyiapkan dua titik lain terkait untuk program tilang CCTV. Yakni di Perempatan Pucang Anom dan Prof. Dr. Moestopo.

Loading...