Home Auto News Kesan Sean Gelael Setelah Balap di F1 2017

Kesan Sean Gelael Setelah Balap di F1 2017

0 228

Sean Gelael, Pembalap muda Indonesia, Sean Gelael sudah menjalani debut pertamanya sebagai pembalap Scuderia Toro Rosso. Ia terjun di F1 2017 Singapura khusus sesi latihan bebas (free practice/FP) yang digelar Jum’at (15/9/2017).

Hal ini bermula ketika pihak Toro Rosso mengumumkan bahwa Sean akan menjadi pembalap mereka untuk FP1 yang berlangsung selama satu setengah jam. Dalam latihan tersebut Sean bertugas memberi masukan kepada tim untuk menghadapi suatu seri.

Toro Rosso memilih Sean karena mempunyai performa yang bagus selama menjadi pembalap uji coba. Ia juga dapat bekerja dengan baik bersama tim dan memberikan berbagai masukan.

Sean sendiri mengaku puas dengan hasil yang ia peroleh saat FP1. Pembalap muda asal Indonesia ini menuntaskan sesi latihan dengan finis di urutan ke-18. Sedangkan catatan waktu yang diraih 1 meni 47,570 detik. Meski menjadi kiprah perdana di Formula 1, perolehan waktu yang ia dapat lebih baik dari Marcus Ericsson dan Pascal Wehrlein.

“Benar-benar perasaan yang luar biasa, karena Sirkuit ini sangat dengan dengan negara saya, dan salah satu yang terbaik di kalender F1, balapan malam di tengah kota Singapura,” kata Sean, dikutip dari laman Otomania.

Selama masa FP1 berlangsung, Sean lebih banyak menghabiskan waktu di garasi. Akan tetapi hal ini bukan karena adanya masalah, namun bagian dari program latihan. Ia mengungkapkan segalanya berjalan baik-baik saja.

“Jadi semuanya berjalan baik-baik saja, kami masih bisa melakukan dua program long-run,” ujarnya.

Dalam sesi latihan bebas Sean merasa cukup tegang dan merasa di bawah tekanan. Terlebih karena ia menggunakan mobil orang lain.

“Apalagi saat Anda sedang mengemudikan mobil orang lain, otomatis ada tekanan besar dari akhir pekan Formula 1. Namun, saya telah melakukan pekerjaan dengan cukup baik dan semuanya terselesaikan,” paparnya.

Untuk diketahui, Sean mengemudikan mobil STR12 yang dipakai oleh pembalap Toro Rosso/Renault, Carlos Sainz Jr. dalam FP1 yang dilangsungkan di sirkuit jalan raya Marina Bay, Sean menyelesaikan 26 putaran.

Baca juga: Teknologi Mobil F1 yang Dilarang FIA

Sean tidak sendiri, ia didampingi oleh pembalap Toro Rosso lainnya, yakni Daniil Kvyat. Pembalap Rusia itu menorehkan waktu 1 menit 44,220 detik yang membuatnya berada di peringkat ke-10.

Selama FP1 cuaca di sirkuit cerah. Akan tetapi suhu sirkuit tidak terlalu panas lanaran sempat hujan di pagi hari. Dalam situs resmi milik Sean diungkapkan bahwa ia tidak mengejar waktu tercepat saat menjalani debut di FP1. Pembalap muda ini menyesuaikan diri pada beberapa komponen mobil dan memberi masukan untuk para mekanik tim.

Beda Mobil GP2 dan F1

Sean saat ini masih aktif membalap di ajang Formula 2. Ia berlaga bersama tim Pertamina Arden. Sean juga menceritakan apa perbedaan antara mobil F1 dengan mobil GP2 yang biasa ia pakai.

“Terasa paling berbeda adalah downforce yang lebih baik sehingga membuat pebalap mampu memaksimalkan saat pengereman. Apakah lebih cepat? Saya merasa tidak terlalu jauh perbedaanya dengan GP2 karena mobil F1 memiliki beberapa tingkat pengatur kecepatan,” jelas Sean.

Perbedaan paling jelas menurut Sean adalah sistem kelistrikan mobil F1 yang cukup rumit. Ada banyak tombol pengaturan dengan fungsi yang bermacam-macam. Tombol-tombol tersebut harus ia hafalkan sesuai petunjuk kru di garasi.

“Kalau ada masalah, kita tekan tombol failed. Paling sulit harus tahu seberapa urgent kita harus memperbaiki tanda yang muncul pada kemudi, di tengah kita sibuk mencatatkan waktu terbaik,” jelasnya.

Tidak hanya itu, mengemudikan mobil F1 juga membuat Sean mengubah cara mengemudi. Alasannya ban mobil ikut berubah dibandingkan musim kemarin. Selain itu cara melakukan pengereman untuk menghadapi tikungan juga berbeda. Sean mengatakan, untuk masuk kurb di tikungan ia hanya perlu melibasnya saja. Berbeda dengan mobil GP2 yang lebih kaku.

Uniknya, ternyata pihak Toro Rosso melakukan penyesuaian terhadap ruang kemudi Sean. Hal tersebut dilakukan lantaran Sean mempunyai postur tubuh di atas rata-rata pembalap F1.

Setelah GP Singapura, Sean akan kembali terjun di FP1 bersama Toro Rosso di Malaysia, Amerika Serikat dan Meksiko. Akankah nantinya Sean menjadi pembalap Indonesia berikutnya yang terjun di F1 setelah Rio Haryanto?

Source: www klasemen pembalap f 1 2017 com, hasil sean gelael dif1 singapura, www sean gelael 18 september 2017 com, 

Sekarang INDONESIAUTOSBLOG.com bisa dibuka melalui perangkat mobile di http://m.indonesiautosblog.com untuk akses lebih mudah dan ringan dari ponsel dan dapatkan berita menarik tentang dunia otomotif di beranda Facebook Anda klik disini!

Punya Pertanyaan atau Komentar?

Jika kamu memiliki pertanyaan atau tanggapan mengenai artikel ini, silahkan tinggalkan komentar kamu disini

Leave a Reply