Home Motor Efek Pakai Oli Palsu, Komponen Motor Ini Bisa Jadi Korban

Efek Pakai Oli Palsu, Komponen Motor Ini Bisa Jadi Korban

0 185

Oli Palsu, Oli merupakan komponen tak terpisahkan dari sepeda motor konvensional yang beredar di pasaran. Oli mempunyai beberapa fungsi penting sehingga para pemilik motor perlu menggantinya secara berkala. Sayangnya tidak semua oli motor yang dijual asli.

Hingga saat ini oli palsu masih beredar bebas di pasaran. Bila tidak tahu bagaimana cara membedakannya, bisa jadi justru oli palsu yang dibeli. selain merugikan konsumen dari sisi finansial, pemakaian oli palsu juga berdampak buruk terhadap mesin motor.

Asep Suherman, Kepala Bengkel AHASS Daya Motor Cibinong mengatakan motor yang memakai oli palsu biasanya menyebabkan pelumasan mesin kurang sempurna. Alhasil ada beberapa komponen yang terkena getahnya, seperti ring seher, noken as, piston dan rocker arm.

Herman menjelaskan, walaupun saat ini cukup sulit untuk membedakan oli palsu dengan yang asli, namun dapat dicermati melalui motor tersebut. Motor yang memakai oli palsu biasanya mengeluarkan asap. Di samping itu performa motor juga kurang enak untuk dipakai. Contohnya tarikan maupun perpindahan gigi yang terasa kasar.

“Pas ganti oli itu terlihat olinya memuai cepat antara 1-2 minggu. Jadi cepat habis, kayak pakai oli bekas juga. Sebelumnya asap keluar dari knalpot, karena ada bagian-bagian yang terkikis, seperti pada bagian sehernya,” jelasnya, mengutip dari Liputan6.

Ia mengatakan, bila benar terjadi masalah pada bagian-bagian yang disebutkan di atas, maka ada kemungkinan untuk mengganti mesin agar permasalahan tersebut tidak terjadi. Untuk motor matic, bebek (cub) biayanya mencapai Rp 1,4 jutaan. Akan tetapi itu hanya perkiraan. Sebab bisa jadi kerusakannya lebih parah sehingga pemilik perlu mengeluarkan biaya yang lebih besar.

Sementara itu, menurut Syafanir Sayuti, VP Sales & marketing Domestic Retail Automotive Pertamina Lubricant mengatakan, untuk membedakan oli palsu dan asli adalah dengan melihat kemasannya. Perhatikan dengan cermat bagian dari kemasan oli tersebut.

Sebagai contoh, pada oli Pertamina ada nomor kode produksi yang ada di tutup dan leher botol. Jika berbeda maka perlu dicurigai. Di samping itu terdapat logo di stiker yang hanya bisa dilihat dengan bantuan inframerah.

Baca juga: 5 Tips Bedakan Oli Asli dan Palsu

Sementara itu, menurut agenoli.com, perbedaan antara oli asli dan palsu biasanya terdapat pada logo kemasan. Oli palsu memiliki logo kemasan dengan hasil cetakan kualitas rendah. Di samping itu muncul bau tidak sedap saat kemasan dibuka.

Agar lebih aman, Syafanir menganjurkan konsumen untuk membeli oli di tempat-tempat yang sudah direkomendasikan. Pastikan toko yang Anda datangi bisa dipercaya.

Itulah informasi yang perlu Anda ketahui mengenai dampak pemakaian oli palsu. Bila Anda merasakan gejala yang sama seperti di atas, tidak ada salahnya untuk segera membawanya ke bengkel resmi atau bengkel terpercaya untuk segera diperiksa apa penyebab permasalahan tersebut. Jika motor Anda memakai oli palsu, segera lakukan penggantian.

Source: oli merupakan, aturan pakai oli metik, 

Sekarang INDONESIAUTOSBLOG.com bisa dibuka melalui perangkat mobile di http://m.indonesiautosblog.com untuk akses lebih mudah dan ringan dari ponsel dan dapatkan berita menarik tentang dunia otomotif di beranda Facebook Anda klik disini!

Punya Pertanyaan atau Komentar?

Jika kamu memiliki pertanyaan atau tanggapan mengenai artikel ini, silahkan tinggalkan komentar kamu disini

Leave a Reply