Mahesa, Mobil Nasional “Pesaing” Esemka

Loading...

Mobil Nasional, Di tengah munculnya mobil baru merek luar, beberapa pihak berupaya untuk menghadirkan mobil nasional. Kehadiran mobil ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Tanah Air mengingat mobil tersebut merupakan buatan anak bangsa.

Loading...

Sebelumnya kita mengetahui mobil Esemka yang sempat menjadi buah bibir banyak orang beberapa waktu lalu. Rupanya Esemka bukanlah satu-satunya. Masih ada mobil lain yang juga merupakan buatan anak bangsa. Yakni kendaraan pedesaan Kia Mahesa Nusantara.

Sekilas informasi, Mahesa merupakan kendaraan pedesaan yang dirancang untuk membantu petani bekerja lebih baik. Pencetus Mahesa rupanya adalah orang yang sama mempelopori Esemka, yaitu Sukiyat.

Mobil Mahesa menjadi perbincangan hangat setelah bengkel perakitannya, Kia Motor yang berada di Klaten, Jawa Tengah dikunjungi oleh Presiden Indonesia Joko Widodo belum lama ini. Untuk diketahui, bengkel ini pernah berurusan dengan mobil Esemka yang dipakai Jokowi ketika menjabat sebagai Walikota Solo periode 2005-2012.

Dilansir dari Otomania, Sukiyat mengungkapkan Mahesa berbeda dari Esemka. Jika mobil Esemka dirancang dengan bantuan para Kepala Sekolah SMK di Pulau Jawa, sedangkan Mahesa didukung oleh tokoh otomotif Tanah Air. Sukiyat membangun Mahesa dengan bekal rencana yang lebih baik yang ia dapat dalam pengembangan Esemka dulu.

“Esemka tidak gagal, tapi memang untuk produksi tidak semudah itu. Segmennya, kalau dulu (Esemka) melawan, di luar itu kan banyak, ada (merek dari) Korea, Jepang. Kalau ini (Mahesa) kan segmennya untuk di desa,” jelas Sukiyat.

Mobil Mahesa terdiri dari tiga model, yakni pikap kabin tunggal, kabin ganda dan pikap kabin tunggal dek rata dengan Power Take Off (PTO) untuk pengerjaan peralatan pertanian. Ketiga model ini mengandalkan mesin diesel satu silinder yang memiliki kapasitas sebesar 650 cc.

Baca juga: Ini Mobil Esemka Digdaya yang Viral

Ukuran mobil pedesaan ini juga terbilang mungil. Panjangnya mencapai 3 m, dengan lebar 1,5 m dan tinggi yang mencapai 1,8 m.

Rencananya, harga mobil nasional ini tidak lebih dari Rp 70 juta. Akan tetapi banderol tersebut belum termasuk pajak-pajak yang berlaku di Indonesia.

Karena terjun di segmen kendaraan pedesaan, Mahesa bisa saja diterima dengan mudah oleh masyarakat mengingat segmen tersebut tidak terlalu banyak pesaing. Hanya saja di sisi lain hal ini bisa membuat Mahesa kehilangan kesempatan untuk meraih investasi dari merek saing. Meski begitu Mahesa mempunyai peluang untuk terus berkembang ke depannya.

Ketika mengunjungi Kiat Motor, Jokowi mengatakan bahwa tugas pemerintah adalah mendorong gagasan seperti Kiat Mahesa Nusantara untuk terjun ke pasar otomotif. Akan tetapi bagaimana kekuatannya berkompetisi menjadi pertanyaan yang patut dijawab industri.

Arti Nama Mahesa

Nama mobil yang diklaim 100 persen buatan Indonesia itu tidak dipilih begitu saja. Ada makna khusus di balik nama Mahesa. Sukiyat mengatakan, Mahesa berarti kerbau. Selain itu Mahesa juga merupakan singkatan dari Moda Angkutan Hemat Pedesaan.

“Mahesa itu adalah pemerintahan agung, mahesa itu semangat di desa, dan mahesa itu adalah simbol masyarakat desa, kerbau,” ungkapnya.

Segera Diproduksi Massal

Mobil buatan Kiat Mahesa Nusantara saat ini memang masih dalam tahap pengembangan. Namun demikian pengembangannya sudah mendekati produksi massal.

Sukiyat menerangkan pihaknya saat ini tengah berusaha menjalankan rencana kerja. Langkah yang diambil pertama kali adalah menyesuaikan Mahesa dengan regulasi dan memperoleh sertifikat lolos uji emisi.

Menariknya meski belum diproduksi Mahesa sudah dipesan ribuan unit. Menurut sang pelopor, para investor saling berebut untuk mendekati Mahesa. Di sisi lain Sukiyat memberikan isyarat bahwa mobil nasional ini akan diproduksi pada Agustus tahun depan.

Loading...