Home Auto News 5 Kekurangan Toyota C-HR 2018 Indonesia

5 Kekurangan Toyota C-HR 2018 Indonesia

Toyota C-HR, Setelah menunggu lama akhirnya mobil bertampang menarik, Toyota C-HR resmi hadir di Indonesia. Mobil Toyota ini sebenarnya pernah hadir di Indonesia beberapa tahun yang lalu, namun hanya sebatas dipamerkan saja.

Setelah resmi mengaspal, masyarakat Tanah Air yang berminat tentu bisa membeli crossover terbaru ini. Apabila masih bingung, Anda bisa mempertimbangkan beberapa hal seperti kekurangan Toyota C-HR sehingga bisa menyesuaikannya dengan kebutuhan Anda.

Setidaknya ada 5 kekurangan dari mobil baru Toyota ini. Berikut informasi selengkapnya untuk Anda.

Harga Tinggi

Mobil ini memang sukses menarik perhatian banyak orang berbekal tampilannya yang unik dan fitur yang melimpah. Hanya saja hal tersebut sebanding dengan harga jualnya. Harga Toyota C-HR di Indonesia terbilang tinggi, bahkan bisa dikatakan overpriced.

PT Toyota Astra Motor (TAM) menjualnya dengan harga nyaris Rp 500 juta. Dengan dana tersebut sebenarnya konsumen bisa mendapatkan mobil SUV berdimensi lebih besar dengan mesin berkapasitas 2.0 liter ke atas. Sementara fiturnya setara dengan mobil harga Rp 400-500 jutaan.

Baca juga: Harga Toyota C-HR dan Fortuner Mirip, Pilih Mana?

Dengan banderol harga tersebut, jelas Toyota C-HR lebih tinggi dari rival di kelasnya seperti Mazda CX-3 atau Honda HR-V. akan tetapi PT TAM pernah mengklaim C-HR terjun di segmen yang belum ada pesaingnya. Terlepas dari itu, harga yang tinggi ini dipengaruhi oleh statusnya yang CBU alias impor utuh.

Minus Paddle Shift

Toyota C-HR diklaim memiliki pengalaman berkendara yang baik. Hal ini didukung dengan platform dan suspensi yang diadopsi dari Prius dan Auris sehingga menciptakan rasa berkendara yang nyaman. kendati begitu bukan berarti tidak ada kekurangan dari sektor ini.

Toyota C-HR belum dilengkapi dengan paddle shift. Padahal fitur yang satu ini bisa membuat C-HR semakin menyenangkan untuk dikendarai. Paddle shift juga berguna untuk memperoleh putaran mesin yang optimal sehingga membantu pengemudi untuk lebih irit bahan bakar.

Dengan begitu sistem transmisi CVT 7-percepatan miliknya hanya bisa dipindahkan lewat tuas transmisi shiftmatic. Toyota mengklaim perpindahan transmisi melalui tuas meski CVT sekalipun lebih emosional dalam hal rasa berkendara.

Tanpa Sunroof

Fitur yang satu ini memang tidak berdampak langsung terhadap performa mobil secara keseluruhan. Kendati begitu tidak hadirnya sunroof atau moonroof pada Toyota C-HR bisa menjadi sebuah kekurangan. Sebab mobil yang lebih terjangkau dari C-HR mempunyai fitur itu.

Tidak adanya fitur sunroof lantaran Toyota fokus pada bagian lain dari C-HR. Seperti soal keselamatan berkendara. Seperti yang diketahui, mobil Toyota terbaru ini mengusung beragam fitur keselamatan, seperti kantung udara yang mencapai 7 buah.

Lampu Halogen

Melihat sektor pencahayaan, ada satu hal yang cukup menjadi sorotan. Toyota C-HR masih mengandalkan lampu halogen. Padahal saat ini lampu depan LED tengah banyak disukai oleh masyarakat.

Kehadiran lampu LED pada mobil Rp 500 jutaan merupakan suatu keharusan. Mengingat Toyota Rush terbaru yang dibanderol separuh dari harga C-HR sudah mempunyai lampu LED.

Satu Pilihan Saja

Kekurangan terakhir dari Toyota C-HR adalah pilihannya. Mobil Toyota ini hanya ditawarkan dalam dua varian yang dibedakan dari warna atapnya. Tidak ada pilihan lain selain itu.

Toyota juga tidak menawarkan transmisi manual ataupun pilihan mesin lain pada Toyota C-HR versi Indonesia. Hal ini sekaligus menguatkan identitasnya sebagai mobil mewah yang ditujukan untuk konsumen khusus saja. Jika berminat harga Toyota C-HR di Indonesia mencapai Rp 488,5 juta atau Rp 490 juta untuk atap berwarna hitam.

Itulah kekurangan dari Toyota C-HR. Sebelum memilihnya pertimbangkan apakah kekurangan di atas bisa Anda toleransi atau tidak.

Rencananya stok Toyota C-HR ini akan ditambahkan secara bertahap seiring meningkatnya penjualan. Apabila Anda tertarik untuk membelinya silakan kunjungi diler resmi terdekat.

Source: motor rasa mobil toyota, 

Pemuda berstatus mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Kediri ini selalu berusaha untuk membahagiakan orang tuanya. Tipe orang pekerja keras dan pantang mundur sebelum mendapatkan apa yg diinginkan. Salam Roda Dua!

Leave a Reply