Home Auto News Ada Tes Psikologi SIM, Ini yang Perlu Diketahui

Ada Tes Psikologi SIM, Ini yang Perlu Diketahui

0 120

Tes Psikologi SIM, Belakangan ini masyarakat dihebohkan dengan rencana Ditlantas Polda Metro Jaya yang akan menerapkan tes psikologi sebagai salah satu persyaratan dalam penerbitan Surat Izin Mengemudi (SIM). Untuk diketahui, syarat tersebut sebenarnya sudah diatur dalam undang-undang dan Peraturan Kapolri.

Pada Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan disebutkan bahwa untuk mendapatkan Surat Izin Mengemudi setiap orang harus memenuhi persyaratan seperti kesehatan, jasmani dan rohani. Lalu pada Pasal 81 ayat 4 dituliskan syarat kesehatan rohani dinyatakan dengan surat lulus tes psikologis.

6 Poin yang Dinilai

Lebih lanjut pada Peraturan Kapolri No. 9 tahun 2012 tentang Surat Izin Mengemudi Pasal 36 disebutkan terdapat enam hal yang menjadi penilaian kesehatan rohani. Antara lain (1) kemampuan konsentrasi; (2) kecermatan; (3) pengendalian diri; (4) kemampuan penyesuaian diri; (5) stabilitas emosi; dan (6) ketahanan kerja.

Kemampuan konsentrasi diukur berdasarkan kemampuan seseorang memusatkan perhatian atau memfokuskan diri pada saat mengemudikan kendaraan bermotor di jalan.

Berikutnya, kecermatan dinilai dari kemampuan untuk melihat situasi dan keadaan secara cermat. Dengan demikian tidak ada kesalahan dalam memersepsikan kondisi yang ada. Untuk pengendalian diri dinilai dari kemampuan seseorang dalam mengendalikan sikapnya ketika mengendarai kendaraan bermotor.

Kemampuan penyesuaian diri dilihat berdasarkan kemampuan seseorang mengendalikan dorongan dari dalam diri sendiri sehingga dapat berhubungan secara harmonis dengan lingkungan dan dapat beradaptasi dengan situasi dan kondisi apapun yang terjadi saat mengemudi.

Untuk stabilitas emosi dinilai dari keadaan perasaan individu dalam menghadapi rangsangan dari luar dirinya. Selain itu juga dinilai dari kemampuan mengontrol emosi saat menghadapi situasi yang tidak nyaman ketika berkendara. Yang terakhir, ketahanan kerja diukur berdasarkan kemampuan seseorang untuk bekerja secara teratur dalam situasi yang menekan.

Soal Dibedakan 2 Macam

Soal tes psikologi untuk pembuatan dan perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM) ternyata tidak sama. Untuk yang baru membuat SIM akan mendapat soal yang lebih banyak dari yang hanya memperpanjang SIM.

Soal ini dibuat dengan kerjasama antara Satpas SIM dengan lembaga psikologi Andi Arta. Merekalah yang menyusun pertanyaan dan sistem komputer dalam tes psikologi tersebut.

“Ada dua kriteria, pemohon baru dan perpanjang. Baru 24 soal, sedangkan perpanjangan 18 soal,” kata Adi Sasongko, Psikolog dari Andi Arta, dikutip dari laman DetikOto.

Soal untuk pemohon baru lebih banyak lantaran perlu kedalaman tes. Lain halnya dengan perpanjangan SIM. “Yang baru kan belum punya SIM. Dibutuhkan penelitian lebih detail. Soalnya akan lebih sulit dari perpanjangan,” terang Adi.

Kompol Fahri Siregar, Kasi SIM Ditlantas Polda Metro Jakarta berharap dengan adanya tes psikologi tersebut dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas. Sebab psikologi mempengaruhi tindakan dalam berkendara.

“Untuk bisa mewujudkan seseorang driver yang safe and responsible traffic behavior dan mewujudkan driver yang tidak risky driving behavior maka dibutuhkan yang memiliki kompetensi hard skill dan soft skill,” ungkapnya.

Rencananya Polda Metro Jaya menerapkan syarat lulus tes psikologi ini pada 25 Juni mendatang. Tes ini melengkapi tes sebelumnya seperti tes kesehatan. Hari ini Satpas SIM Daan Mogot juga telah melakukan simulasi tes psikologi.

Biaya Tes Psikologi SIM

Adanya tes baru maka ada tambahan biaya ketika seseorang mengurus SIM. Soal biaya tes psikologi ini polisi menyerahkannya kepada lembaga yang mengadakan tes psikologi.

“Ini hanya sistem persyaratan, nanti yang sistem dan biaya itu lembaga profesional yang bertanggung jawab,” ucap Fahri.

Ia menerangkan alasan mengapa bukan pihak kepolisian yang menetapkan biaya psikotes untuk pembuatan SIM. “Saya serahkan kepada profesional, karena memang tidak ada patokan. Tapi kami lagi cek semua kesiapannya terlebih dahulu,” jelasnya.

Sementara itu, Adi mengatakan biaya tes psikologi per orang mencapai Rp 35.000. “Untuk harga, satu orang Rp 35 ribu untuk tes,” kata dia.

Lokasi Tes Psikologi

Tes psikologi untuk membuat dan memperpanjang SIM tidak hanya bisa dilakukan di Satpas SIM Jakarta saja. Akan tetapi juga di Polres-Polres di wilayah Polda Metro Jaya.

“Tak hanya Satpas, tapi juga SIM Keliling, dan Gerai SIM. Jadi, banyak sekali yang disiapkan,” jelas Fahri.

Nantinya hasil tes psikologi dibawa bersama dengan tes kesehatan untuk dilampirkan dalam persyaratan pengajuan. Dengan begitu pemohon bebas untuk menentukan mana tes yang akan diikuti lebih dulu. Apakah tes kesehatan atau tes psikologi terlebih dahulu.

Biaya Pembuatan dan Perpanjangan SIM

Sebagai informasi, berikut adalah harga pembuatan SIM dan perpanjangan SIM yang tercantum dalam situs resmi Polri.

JenisBiaya
SIM ABaru: Rp 120.000
Perpanjangan: Rp 80.000
SIM B1Baru: Rp 120.000
Perpanjangan: Rp 80.000
SIM B2Baru: Rp 120.000
Perpanjangan: Rp 80.000
SIM CBaru: Rp 100.000
Perpanjangan: Rp 75.000
SIM DBaru: Rp 50.000
Perpanjangan: Rp 30.000
SIM InternasionalBaru: Rp 250.000
Perpanjangan: Rp 225.000

Source:

Pemuda berstatus mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Kediri ini selalu berusaha untuk membahagiakan orang tuanya. Tipe orang pekerja keras dan pantang mundur sebelum mendapatkan apa yg diinginkan. Salam Roda Dua!

Leave a Reply