Home Auto News Merawat Baterai Honda PCX Hybrid, Begini Caranya

Merawat Baterai Honda PCX Hybrid, Begini Caranya

0 90

Honda PCX Hybrid, Di Indonesia Honda PCX Hybrid berhasil mendapat respons positif dari masyarakat. Maka dari itu PT Astra Honda Motor (AHM) meyakinkan diri untuk memasarkan motor Honda terbaru ini.

Harga Honda PCX Hybrid di Indonesia Rp 40,3 juta. Dengan banderol harga tersebut konsumen akan mendapat sebuah motor dengan perpaduan mesin konvensional dan teknologi hibrida.

Karena masih menjadi barang baru, tidak sedikit yang bertanya-tanya soal motor matic hybrid ini. Salah satunya seperti cara merawat baterai PCX Hybrid.

Perlu diketahui, motor matic Honda ini mendapat bantuan dari baterai untuk menyuplai daya ke motor assist. Dengan begitu motor bisa menghasilkan tenaga yang responsif di putaran rendah. Di samping itu motor ini sedikit lebih irit dari versi standar.

Disebutkan bahwa baterai yang tersemat di dalam Honda PCX Hybrid umumnya berusia sekitar empat tahun. Hanya saja bukan tidak mungkin usia baterai ini lebih singkat dari patokan tersebut jika pemilik motor tidak mengetahui persis bagaimana cara merawat baterai tersebut.

Mengapa harus mengetahui seputar perawatan baterai PCX Hybrid?

Sebab harga baterai ini tergolong mahal. Jika rusak, maka Anda harus mengeluarkan biaya Rp 7 juta untuk membeli baterai lithium-ion yang baru. Maka dari itu supaya tidak cepat rusak Anda harus mengetahui apa saja yang bisa memperpendek usia baterai.

Reza Rezdie Shahertian, Teknikal Servis Divisi AHM mengatakan salah satu yang mempengaruhi usia baterai Honda PCX Hybrid adalah gaya berkendara. Jika pengendara menggunakan motor assist dalam keadaan tidak normal maka usia pakai baterai akan semakin pendek.

Oleh karena itu jangan sembarangan jika ingin memakai mode berkendara assist D (drive) dan S (Sport). “Jadi jangan sembarang dalam menggunakan mode assist D (drive) dan S (sport) hanya semata-mata ingin mendapat akselerasi lebih,” ungkapnya, mengutip dari detikOto.

Baca juga: Honda PCX Listrik Juga Ikut Hadir di Indonesia?

“Semua tergantung kebutuhan saja. Jadi kalau mau dibetot terus-terusan ya tidak masalah sih, dan paling jadi pengaruh ke daya tahan aja,” lanjutnya.

Reza juga mengatakan bahwa saat baterai sudah lemah, motor akan memberi peringatan lewat lampu indikator berwarna oranye di panel meter. Bila lampu indikator muncul, maka assist system tidak bisa bekerja karena baterai tidak ada muatan listrik.

Meski begitu mesin tetap bisa menyala, hanya performanya seperti PCX biasa. Reza juga memastikan bahwa biasanya baterai sudah benar-benar menurun performanya jika usianya sudah delapan tahun.

Jika terjadi kerusakan atau masalah, konsumen bisa membeli baterai Honda PCX Hybrid. Hanya saja Reza mengungkapkan hal tersebut jarang terjadi.

“Itu pun sangat jarang terjadi (rusak). Tidak akan mati, hanya performa menurun paling lama sekitar delapan tahun,” ungkapnya, mengutip dari Otosia.

Lalu untuk perawatan baterai PCX Hybrid disebutkan bahwa tidak jauh berbeda dari pemeliharaan PCX konvensional. Jadi pemilik cukup memperhatikan indikator baterainya. Bila indikator tidak menyala maka sistem hybrid normal sehingga tidak perlu dilakukan penanganan apapun.

Nantinya limbah baterai ini akan diurus di Singapura lewat sebuah lembaga Eropa. Wedijanto Widarso, General Manager Technical Service Division PT AHM mengatakan pihak yang diserahkan tanggung jawab merupakan ahli pengolahan limbah dari Swedia yang mempunyai perwakilan di Indonesia.

Limbah itu nanti akan dikirim ke Singapura untuk diproses di sana. Pengolahan limbah memakai sistem bakar insinerator.

Source:

Pemuda berstatus mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Kediri ini selalu berusaha untuk membahagiakan orang tuanya. Tipe orang pekerja keras dan pantang mundur sebelum mendapatkan apa yg diinginkan. Salam Roda Dua!

Leave a Reply