Home Motor Kupas Tuntas Motor Karburator vs Motor Injeksi

Kupas Tuntas Motor Karburator vs Motor Injeksi

0 208

Motor Karburator, Seiring dengan penjualan motor yang semakin tinggi, teknologi motor juga mengalami perkembangan. Kini ada banyak motor dengan teknologi tinggi yang menghiasi pasaran. Salah satu gebrakan teknologi roda dua yang masih membekas di ingatan adalah teknologi motor injeksi yang menggeser eksistensi motor karburator.

Di Tanah Air motor injeksi pertama kali hadir pada tahun 2005. Saat itu PT Astra Honda Motor (AHM) menghadirkan motor bebek Supra X125 PGM-FI. Setelah itu PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) juga ikut menghadirkan Yamaha V-Ixion yang memakai mesin 150cc berteknologi injeksi.

Awal kehadiran motor injeksi sempat diragukan sebagian orang. Hal ini bukan tanpa alasan. Sebab ada banyak orang yang mengalami masalah pada motor injeksi miliknya. Di sisi lain saat itu belum banyak bengkel motor yang bisa menangani motor injeksi.

Kendati demikian pada akhirnya motor injeksi bisa populer di Indonesia. Berbagai merek menawarkan motor baru dengan teknologi injeksi.

Beda Teknologi Injeksi dan Karburator

Kedua teknologi ini mempunyai perbedaan. Muhammad Misbah, mekanik salah satu bengkel di Jakarta Barat menerangkan bahwa perbedaan keduanya terletak pada sistem pengabutan bahan bakar.

Tugas karburator dan injeksi adalah untuk mencampurkan bahan bakar dengan udara sebelum disemprotkan ke ruang bakar dalam bentuk kabut. Bedanya, pada karburator masih memakai sistem mekanis atau buka tutup skep. Lain halnya denyan injeksi yang memakai sistem elektronik (ECU) untuk menyemprotkan bahan bakarnya.

Lebih lanjut pada sistem karburator bensin dihisap sesuai gerakan buka-tutup skep. Untuk mengatur volume campuran bensin dan udara tergantung diameter lubang karburator, pilot & main jet, dan baut setelan angin dan bensin.

Baca juga: Cara Mengatasi Motor Injeksi Brebet

Lalu pada motor injeksi semptrotan bensin diatur secara elektronik lewat perangkat Electronic Control Unit (ECU). Perangkat ini lebih canggih lantaran memiliki banyak sensor. Meliputi sensor temperatur udara, sensor O2, sensor bukaan gas (throttle) hingga sensor suhu oli mesin.

Lantaran dikontrol secara elektronik, maka jumlah semprotan bensin yang masuk ke ruang bakar dipastikan lebih presisi, sesuai kebutuhan. Alhasil bahan bakar menjadi lebih efisien dan ramah lingkungan karena pembakaran selalu sempurna. Karena kelebihan inilah sebagian besar pabrikan motor di dunia menyematkan injeksi pada produk buatannya.

Kelebihan dan Kekurangan

Sistem injeksi maupun karburator sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Salah satunya dari segi konsumsi bahan bakar. Pada mesin injeksi pasti lebih irit dibanding motor dengan sistem karburator. Sebab bahan bakar yang disemprotkan lebih presisi.

Mesin injeksi lebih hemat BBM lantaran bhan bakar yang disemprotkan melalui lubang injektor mengeluarkan partikel lebih kecil sehingga lebih mudah terbakar. Lain halnya dengan sistem karburator yang mengandalkan proses pengabutan partikel bahan bakar secara mekanis, hanya mengandalkan kevakuman udara di ruang bakar.

Memang dari segi konsumsi bahan bakar karburator lebih boros dari injeksi. Meski begitu motor karburator tetap mempunyai keunggulan. Seperti mudah dimodifikasi untuk meningkatkan performa motor.

Jika pemilik ingin semprotan bensin lebih banyak, maka tinggal diubah ukuran pilot jet atau main jet. Maka performa motor bisa langsung meningkat. Sementara pada sistem injeksi tidak bisa lantaran perangkat di dalamnya ada banyak.

Baca juga: Tips Merawat Injektor dan Karburator Motor

Meski injeksi lebih sulit untuk dimodifikasi, teknologi ini dipercaya lebih bertahan lama dibanding karburator. Sebab pada karburator karet vakum, putaran gas hingga putaran angin lebih cepat rusak.

Biaya Servis

Kini servis motor injeksi tidak hanya bisa dilakukan di bengkel resmi. Banyak bengkel umum yang bisa melakukan servis motor injeksi. Tarif yang ditetapkan tentu saja berbeda antara servis motor karburator dan motor injeksi.

Misalnya di sebuah bengkel yang berlokasi di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, biaya servis motor matik karburator mencapai Rp 60 ribu. Sedangkan motor matik injeksi dipatok Rp 85 ribu sekali servis untuk mesin 110cc sampai 125cc.

Sedangkan sebuah bengkel di Bekasi mematok Rp 30 ribu untuk servis motor matik sampai motor bebek karburator. Sementara versi injeksi lebih tinggi, yakni Rp 68 ribu.

Selain biaya yang berbeda, servis motor karburator dan injeksi juga dibedakan dari segi perawatan dan interval servis.

Pada motor injeksi perawatannya tinggal membersihkan saringan udara dan membersihkan lubang injektor dengan memakai cairan carbon cleaner. Sedangkan pada motor injeksi lebih rumit karena harus bongkar karburator, cek pilot jet, main jet dan pelampung bensin.

Di samping itu durasi servis motor injeksi pun juga lebih lama dibandingkan motor karburator. Misalnya jika servis injektor dilakukan setiap 10.000 km sekali. Sedangkan pada karburator durasinya 5.000 km sekali.

Yang Paling Mudah Dirawat

Soal perawatan, tidak sedikit masyarakat yang menilai bahwa motor karburator lebih mudah untuk dirawat dibanding motor injeksi. Sebab motor karburator lebih mudah dibongkar dan diperbaiki saat ada kerusakan. Lain halnya dengan motor injeksi yang membutuhkan perangkat elektronik untuk mendiagnosis kerusakannya.

Akan tetapi hal tersebut ternyata tidak selamanya benar. Misbah mengatakan untuk sekarang motor injeksi lebih mudah dirawat dibanding motor karburator.

“Motor injeksi sekarang lebih mudah dirawat. Saat servis, tinggal membersihkan saringan udara dan membersihkan lubang injektor pakai cairan carbon cleaner. Kalau motor karburator kan harus bongkar karbunya, cek pilot jet, main jet, dan pelampung bensinnya,” jelasnya, mengutip dari laman detikOto.

Di samping itu durasi servis motor injeksi lebih lama dibanding motor karburator. Seperti yang sudah dijelaskan di atas.

Sebenarnya motor injeksi juga bisa dirawat sendiri di rumah, sama halnya dengan motor karburator. Contohnya untuk membersihkan ruang bakar, pemilik tinggal tuang cairan carbon cleaner ke tangki bensin setiap 3.000 km sekali. Maka tarikan mesin menjadi lebih enak.

Source: otoguide com, 

Pemuda berstatus mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Kediri ini selalu berusaha untuk membahagiakan orang tuanya. Tipe orang pekerja keras dan pantang mundur sebelum mendapatkan apa yg diinginkan. Salam Roda Dua!

Leave a Reply