4 Fakta Soal Ganti Oli Kendaraan yang Perlu Anda Pahami

Loading...

Ganti Oli, Dari sekian banyak komponen yang ada pada kendaraan, oli menjadi bagian yang tak terpisahkan sekaligus bisa dikatakan penting. Sebab pemilihan oli harus tepat. Jika salah justru bisa menimbulkan permasalahan pada bagian mesin.

Loading...

Mengenai hal tersebut, ada sekitar 4 akta seputar ganti oli yang perlu Anda pahami. Apa saja fakta-fakta tersebut? Berikut ulasan selengkapnya untuk Anda.

Sering Terjebak Macet Wajib Cepat Ganti Oli

Dalam dunia otomotif ada istilah oli stres atau sudah rusak. Artinya performa oli sudah menurun dalam menjalankan fungsi. Biasanya ini terjadi ketika kendaraan sering terjebak macet. Alhasil pengguna harus lebih sering ganti oli. Lantas apa benar demikian?

“Menurut saya itu benar sekali. Karena mesin hidup terus tanpa ada odometer bergerak. Salah satunya, faktor panas lebih yang ditanggung mesin. Semakin panas temperatur, usia oli semakin pendek. Setiap kenaikan 10 derajat, oli semakin pendek usianya menjadi separuhnya,” ungkap Agung Prabowo, Technical Specialist PT Pertamina Lubricant, mengutip dari laman Liputan6.

Untuk itu disarankan untuk mengganti oli saat oli sudah stres. Kemacetan jalan yang parah menjadi salah satu penyebab oli cepat stres.

Sering Ganti Merek Oli Tidak Masalah

Mungkin ada banyak yang masih ragu untuk gonta-ganti merek oli. Akan tetapi pada faktanya berganti-ganti merek oli tidak akan menimbulkan masalah, asal tipe olinya sesuai dan sama, tak terkecuali untuk spesifikasi dan SAE-nya.

“Kalau tipe olinya sama, juga spesifikasinya, tidak apa-apa. Selama basis olinya sama, meski beda merek, tak ada masalah,” ujar Agung.

Ia memaparkan, yang perlu diperhatikan jangan sampai tercampur antara oli mineral dengan full sintesis. Sebab terdapat aditif yang tidak kompatibel di antara keduanya. Maka dari itu jika ingin beralih ke oli full sintetis pastikan flushing atau pengurasan menyeluruh pada mesin supaya bekas oli lama tidak tersisa lagi, begitu pula sebaliknya.

Baca juga: Tips Mengetahui Waktu untuk Ganti Oli Motor

Di samping itu pastikan usia oli masih baru saat memilih full sintetis. Untuk dicatat, usia 3-6 bulan dipajang di toko menjadi rentang waktu yang masih bisa diterima. Lewat dari waktu tersebut dianjurkan untuk tidak membelinya.

Indikator Mengganti Oli Bukan Berdasarkan Perubahan Warna

Semakin sering oli bekerja maka akan semakin cepat oli tersebut rusak. Di samping itu warnanya juga akan berubah menjadi lebih pekat. Hal ini wajar, sebab perubahan warna menjadi tanda bahwa oli bekerja dengan baik dalam mengikat partikel-partikel kecil supaya tidak mengendap. Hal ini sesuai dengan salah satu fungsi oli, yakni untuk membersihkan.

Maka dari itu perubahan warna oli tidak bisa dijadikan patokan untuk waktu penggantian oli. Agung menjelaskan oli yang bagus membawa kotoran lebih banyak, bisa dilihat dari filternya saja. “Tak perlu lama-lama, tiga hari (sejak mengganti) sudah cukup,” kata Agung.

Baca juga: Penyebab Indikator Oli Menyala pada Mobil

Tidak Wajib Ganti Oli Setiap 10.000 km

Ada yang mengharuskan untuk mengganti oli kendaraan setiap 10.000 km. Hal ini ternyata tidak benar. Masing-masing pabrikan memang memberikan acuan mengganti oli berdasarkan waktu atau jarak penggunaan.

Hanya saja jarak 10.000 km saja tidak wajib mengganti oli. Mengganti oli tetap dilakukan ketika oli sudah stres atau tidak bekerja sebagaimana mestinya. Jika ingin mengacu pada jarak, sebaiknya mengikuti saran yang diberikan oleh masing-masing pabrikan.

Itulah fakta seputar ganti oli kendaraan. Semoga informasi di atas bermanfaat.

Loading...