Home Motor Ciri-Ciri Shockbreaker Motor Perlu Diganti

Ciri-Ciri Shockbreaker Motor Perlu Diganti

0 57

Shockbreaker Motor, Sepeda motor mempunyai banyak sekali komponen. Masing-masing komponen ini mempunyai fungsi yang berbeda. Dan juga membutuhkan perawatan berkala agar motor tetap berfungsi normal. Salah satu komponen motor yang punya fungsi penting dan juga butuh perhatian adalah shockbreaker.

Shockbreaker menjadi salah satu komponen penting pada roda dua. Komponen ini berfungsi sebagai peredam kejut yang dihasilkan ketika motor dikendarai. Oleh karenanya kondisi shockbreaker motor, khususnya bagian belakang perlu diperhatikan dan dipastikan selalu dalam kondisi baik.

Dikutip dari laman Suzuki Indonesia, shockbreaker merupakan komponen motor dengan kategori slow moving. Artinya masa pemakaian komponen tersebut cukup lama. Tidak seperti kampas rem atau oli yang durasi penggantiannya cepat.

Perlu dicatat, shockbreaker juga mempunyai masa pakai. Hanya saja tidak ada patokan pasti mengenai masa pakainya. Sebab hal tersebut tergantung dari pemakaian pengendara, kondisi dan juga karakter jalan yang sering dilalui.

Walaupun demikian ada baiknya jika para pemilik sepeda motor mulai melakukan pengecekan motor ketika sudah memasuki usia pakai di atas 2 tahun lebih. Lakukan pengecekan detail jika motor sudah dipakai lebih dari 2 tahun. Meski belum tentu rusak, setidaknya gejala rusak sudah bisa diketahui.

Misalnya dari sisi penggunaan, shockbreaker belakang lebih sering bekerja keras. Pasalnya komponen ini menopang hampir semua berat motor dan pengendara. Maka ari itu jika motor sudah cukup lama dipakai sebaiknya pemilik mulai meluangkan waktu untuk memeriksa kondisi suspensi motor.

Baca juga: Tips Memilih Shockbreaker Motor Agar Tidak Tertipu

Ada teknik khusus untuk mendeteksi kerusakan suspensi motor. Terdapat dua cara yang dapat Anda coba. Pertama dengan melihat secara fisik, yakni mengecek apakah shockbreaker belakang, khususnya pada bagian tabung as terdapat rembesan oli atau tidak.

Bila gejala itu ada, artinya shockbreaker harus diperbaiki atau diganti dengan yang baru. Jika tidak yakin Anda bisa melakukan pengetesan shockbreaker yang bocor dengan cara naik motor berboncengan. Kemudian rasakan bantingan suspensi belakang. Apabila rebound atau gaya balik shockbreaker terasa terlalu mantul atau goyang, itu artinya terdapat kebocoran oli yang parah.

Hal ini terjadi karena hanya ulir per yang bekerja sebagai pegas. Sedangkan tabung as sudah tidak bekerja. Akibatnya motor akan terasa bergoyang, terutama saat melalui jalan bergelombang. Untuk perbaikan jangka pendek Anda bisa mengganti oli suspensi yang bocor, berikut mengganti karet sil dengan yang baru. Hanya saja pada bengkel resmi biasanya disarankan untuk mengganti komponen shockbreaker motor secara keseluruhan.

Source:

Pemuda berstatus mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Kediri ini selalu berusaha untuk membahagiakan orang tuanya. Tipe orang pekerja keras dan pantang mundur sebelum mendapatkan apa yg diinginkan. Salam Roda Dua!

Leave a Reply