Home Auto News Kini Aplikasi Go-Jek Punya Fitur Anti Kekerasan Seksual

Kini Aplikasi Go-Jek Punya Fitur Anti Kekerasan Seksual

0 55

Go-Jek, Seiring berkembangnya zaman berbagai kemudahan bisa dirasakan oleh masyarakat, terutama dalam menggunakan transportasi. Sekarang kita sudah tidak asing dengan istilah transportasi online. Dengan sarana ini kita bisa pergi ke suatu tempat tanpa perlu membawa kendaraan pribadi.

Transportasi online atau ojek online telah merambah ke berbagai daerah, dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat luas. Hanya saja ada sedikit permasalahan di balik ojek online, yakni persoalan kekerasan seksual. Untuk ini Go-Jek sebagai salah satu perusahaan yang menyediakan fasilitas angkutan online menoba melakukan upaya intervensi dan penyelesaian masalah tersebut saat terjadi pada pengguna aplikasi mereka, baik itu konsumen maupun mitra pengemudi.

“Keamanan serta kenyamanan pengguna adalah prioritas kami. Kami ingin seluruh masyarakat dapat terus mengandalkan layanan Go-Jek di manapun dan kapanpun mereka butuh tanpa rasa khawatir. Tidak hanya dari pengembangan teknologi, namun juga upaya mitigasi risiko melalui program edukasi para mitra driver kami,” jelas Nila Marita, Chief Corporate Affairs Go-Jek, mengutip dari detikOto.

Kini aplikasi Go-Jek mempunyai beberapa fitur tambahan. Seperti melacak perjalanan orang terdekat secara langsung dengan meminta tautan yang dapat dibagikan. Di samping itu juga terdpat fitur tombol darurat yang fungsinya untuk sarana pelaporan situasi genting. Nantinya unit darurat Go-Jek yang bekerjasama dengan pihak kepolisian dan ambulans segera menanggapi laporan tersebut sesudah diverifikasi.

“Go-Jek juga mengenalkan fitur tombol darurat yang dapat digunakan untuk melaporkan dengan cepat situasi darurat yang terjadi selama perjalanan. Setelah laporan diverifikasi, Go-Jek akan segera menugaskan unit darurat untuk menangani laporan ini. Khusus tombol darurat ini kami akan memperkenalkannya pada layanan Go-Car di Jabodetabek terlebih dahulu sebelum diimplementasikan secara nasional,” kata Radityo Wibowo, Global Head of Transpot Go-Jek.

Mengenai fitur membagikan perjalanan atau share trip, sesudah mengklik ikon perisai, pengguna dapat membagikan perjalanan mereka bersama driver Go-Jek ke kontak yang dipilih. Nantinya perjalanan dapat dilacak secara realtime.

Informasi yang dibagi meliputi lokasi penjemputan dan pengantaran, data lengkap mitra pengemudi (nama, plat kendaraan, nomor pemesanan), status perjalanan dan perkiraan waktu sampai di lokasi dan rute yang ditempuh.

Fitur-fitur tersebut bisa diakses sesudah pengguna memperbarui aplikasi Go-Jek. Go-Jek mengaku bahwa fitur tersebut sudah disiapkan sejak lama, bukan sesudah kasus pelecehan seksual yang terjadi baru-baru ini. Sedangkan aplikasi ride-hailing lainnya yang beroperasi di Indonesia, Grab, sudah menawarkan fitur tombol darurat bernama SOS sejak pertengahan 2018 kemarin.

Perbedaan dengan tombol darurat Go-jek, tombol SOS di Grab terhubung dengan tiga kontak milik keluarga atau teman yang dipilih sehingga secara otomatis akan tersambung ke nomor-nomor tersebut jika tombol ditekan.

Dalam rangka mengedukasi mitra pengemudinya dalam menurunkan potensi kekerasan seksual, Go-Jek mengajak Hollaback! Yang fokus mengakhiri tindak kekerasan. Hollaback! Akan memberikan pengetahuan dan pemahaman mengenai kekerasan seksual, baik cara menghindarinya maupun penyelesaian masalah ketika menghadapi situasi tersebut.

“Kami mengapresiasi langkah yang diambil Go-Jek. Sebagai perusahaan penyedia layanan transportasi yang mempunyai jutaan mitra, hal ini tentu membawa angin segar bagi gerakan melawan kekerasan seksual. Kami di sini ambil bagian dalam memberikan pelatihan kepada mitra Go-Jek untuk memahami dan menghindarinya,” ungkap Anindya Restuviani, Co-Director Hollaback!

Source:

Pemuda berstatus mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Kediri ini selalu berusaha untuk membahagiakan orang tuanya. Tipe orang pekerja keras dan pantang mundur sebelum mendapatkan apa yg diinginkan. Salam Roda Dua!

Leave a Reply