Muncul Petisi Recall Honda PCX, Ada Apa?

Loading...

Honda PCX, Belakangan ini petisi recall Honda PCX menjadi perbincangan hangat. Petisi ini diterbitkan oleh seorang pengguna. Ada tiga poin yang dilayangkan lewat petisi online change.org ini.

Loading...

Beberapa permasalahan yang disampaikan antara lain terjadi “gredek” atau getaran di rpm rendah, tarikan gas berat dan kasar di rpm rendah, lalu motor mendadak mati. Tidak hanya itu, petisi ini sudah ditandatangani oleh lebih dari 1.000 orang.

Andreas Priyanto yang membuat petisi “Recall Honda PCX Lokal” di situs tersebut mengungkapkan kekecewaannya. Dalam postingannya, Andreas menerangkan bahwa motornya menimbulkan gejala gredek di rpm rendah, tarikan gas berat dan kasar di rpm rendah, serta motor mati mendadak.

“Hari Sabtu 06 April 2019, sekitar pukul 20:00 motor PCX saya tiba-tiba mati. Kunci kontak (knop) tidak bisa diputar ke posisi ON dari posisi OFF. Dan indikator lampu tidak menyala, padahal indikator di remot berwarna hijau. Kemudian saya mencoba mencoba menekan tombol alarm dan tombol answer-back secara bergiliran. Namun buzzer berbunyi pelan (dalam keadaan normal bunyinya keras),” ungkapnya.

Masalah lain juga disampaikan pada Petisi Recall Honda PCX. Andreas mengatakan gredek pada CVT juga disampaikan pada Honda Astra Care dan diberi respon positif. Hanya saja solusi yang diberikan pihak Ahass disebut-sebut tidak menyelesaikan masalah.

“Saya harus bolak-balik ke bengkel AHASS dan mengantre sekitar dua jam untuk mengklaim servis garansinya. Tetapi tetap saja motor bermasalah. Saya tidak bisa selalu ke bengkel karena bekerja,” ujarnya.

Lantas bagaimana tanggapan PT Astra Honda Motor (AHM)?

Ahmad Muhibuddin, General Manager Corporate Communication PT Astra Honda Motor (AHM) selaku produsen dan distributor motor Honda angkat bicara atas permasalahan tersebut.

“Kalau petisi terkait produk PCX, unitnya kami tak bisa menjustifikasi benar atau tidaknya. Cek dulu kondisi motornya seperti apa. Kemudian dilihat habit konsumen dan kebiasaan penggunaan, detailnya seperti apa. Sehingga nanti bisa disimpulkan masalah itu. Kalau ada konsumen yang alami masalah, atau keluhan pada motornya (PCX) bisa langsung dibawa ke AHASS terdekat. Bisa mengadu juga ke call center kami,” ungkapnya, dikutip dari situs Oto.

Baca juga: Komparasi Yamaha NMAX vs Honda PCX

Muhibuddin membenarkan persoalan keluhan gredek tersebut. Pihaknya juga tengah berupaya untuk menangani permasalahan tersebut.

“Jadi tidak bisa digeneralisasi produk itu bermasalah. Kalau ada satu atau dua memang iya. Tapi ya itu, harus case by case. Tidak bisa disamakan, motornya seperti apa. Kalau (harus) recall itu kejadiannya masif dan jumlahnya banyak. Karena tiap motor punya problem masing-masing. Yang pasti sepeda motor yang kami pasarkan, sudah melalui beragam uji yang bisa dipertanggungjawabkan. Hampir semua produk otomotif seperti itu. Bahkan sebelum produksi massal, unit sudah dites sekian kilometer,” papar Muhib.

Ia menyarankan agar konsumen terkait untuk segera menghubungi call center. Mereka berjanji melakukan penanganan dan mencari akar permasalahannya. Sumber masalah tersebut bisa berasal dari produk PCX ataupun kebiasaan dari berkendara konsumen. Hal inilah yang akan diteliti oleh mekanik AHM untuk memberikan solusi perbaikan. Sementara terkait garansi sebuah motor dikatakan memiliki ketentuan yang berlaku umum.

Sementara itu Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta AHM melaukan evaluasi menyusul adanya petisi recall Honda PCX.  “Ke depan harus ada evaluasi dari Honda, ketika banyak petisi seperti ini saya pikir menjadi evaluasi bagi manajemen, apa yang harus diperbaiki,” kata Rio Priambodo, Staf Bidang Pengaduan dan Hukum YLKI, melansir dari CNN Indonesia.

Menurutnya Honda wajib memeriksa berbagai hal yang berhubungan dengan unit produksinya itu. Evaluasi harus mencakup produksi, suku cadang, hingga pengiriman sebelum unit PCX tersebut tiba di tangan konsumen.

“Kalau beberapa konsumen tentu ini menjadi evaluasi, apa yang salah dari produksi tersebut,” terangnya.

Loading...