Home Auto News Wuling Confero S ACT dengan Transmisi Semi-Otomatis Hadir

Wuling Confero S ACT dengan Transmisi Semi-Otomatis Hadir

0 165

Wuling Confero S, Wuling Motors Indonesia tidak hanya menghadirkan Cortez CT saja, namun juga Confero S ACT. Mobil MPV ini menawarkan opsi transmisi lain yang bisa menjadi pilihan menarik bagi konsumen di Tanah Air. Sistem perpindahan gigi menjadi daya tarik utama dari mobil baru ini.

Pasalnya transmisi yang dipakai bukan otomatis konvensional, CVT maupun AMT (Automated Manual Transmission) seperti yang disematkan pada Cortez. Wuling menyebutnya ACT atau Automatic Clutch Transmission.

Transmisi ini menggunakan tuas model perpindahan manual, namun tidak ada pedal kopling. Sehingga Anda tidak perlu menginjak pedal kopling lagi, namun tetap memindahkan gigi seperti mobil bertransmisi manual. Inilah yang menjadi keunikan dari transmisi baru Confero S.

Untuk diketahui, teknologi transmisi ini sebenarnya sudah ada sejak lama. Kategorinya masuk dalam semi-otomatis, sama seperti AMT maupun dual-clutch. Transmisi semacam ini pernah dijumpai pada mobil premium buatan Porsche dan Mercedes-Benz.

Akan tetapi kepopuleran transmisi otomatis torque converter dan CVT membuat transmisi ini kurang diminati. Padahal teknologi E-Clutch ini memiliki kelebihan tersendiri.

Lebih lanjut, struktur transmisi utama adalah manual dengan 6 tingkat percepatan. Sama halnya dengan transmisi AMT, terdapat aktuator hidrolis untuk menggerakkan kopling tanpa perlu menginjak pedal. Perbedaan utama dengan Confero adalah tidak adanya modul untuk memindahkan gigi secara otomatis. Jadi pengemudi perlu mengerakkan tuas seperti transmisi manual biasa.

Bagi yang terbiasa mengemudikan mobil dengan transmisi manual, sistem ini tentunya memberi rasa nyaman dan mudah untuk dioperasikan. Karena tidak perlu menginjak kopling, maka kaki kiri tidak akan mudah lelah. Khususnya saat kondisi jalanan macet.

Baca juga: Spesifikasi Wuling Cortez CT Bermesin Turbo

Proses perpindahan gigi mirip dengan motor bebek tanpa kopling. Akan tetapi tidak perlu melepas atau mengendurkan pedal gas. Pengemudi hanya perlu terus menginjak gas lalu memindahkan tuas untuk mengubah gigi. Semua proses terjadi dengan halus, bahkan lebih mulus dari girboks manual.

Teknologi E-Clutch lansiran Schaeffler terbilang pintar. Seolah sensor sudah membaca saat tangan pengemudi menyentuh tuas transmisi. Kopling aktif seketika untuk proses perpindahan gigi. Saat pengemudi menggerakkan tuas, kpling berfungsi dan gigi dapat berpindah. Komponen yang lebih sederhana, diklaim lebih murah dalam hal perawatan. Seperti mobil manual saja, mengganti kampas kopling dan oli transmisi.

Di pasar Cina, E-Clutch Management System pertama kali diaplikasikan pada Wuling Hong Guang S3. Performa dan daya tahannya diklaim sudah teruji lewat pengetesan di dataran tinggi, kondisi suhu panas hingga dingin.

Varian Confero S ACT tidak hanya mendapat pilihan transmisi baru saja. Ada perbedaan lain di sisi interior. Wuling membalutnya serba hitam mulai dari dashboard hingga jok kulit sintetis. Selain itu Wuling juga menambahkan beberapa fitur baru, seperti electric adjustable foldable mirror driver seat height adjuster dan emergency stop signal.

Hanya saja harga Wuling Confero S ACT belum dirilis. Wuling Motors akan mengumumkannya saat acara Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019. Bagaimana, tertarik untuk merasakan sensasi transmisi baru Wuling Confero S ACT ini?

Source:

Pemuda berstatus mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Kediri ini selalu berusaha untuk membahagiakan orang tuanya. Tipe orang pekerja keras dan pantang mundur sebelum mendapatkan apa yg diinginkan. Salam Roda Dua!

Leave a Reply