Home Motor Ganti Cakram Rem Sembarangan Bisa Berakibat Fatal!

Ganti Cakram Rem Sembarangan Bisa Berakibat Fatal!

0 2957

Panduan Mengganti Cakram Rem Motor. Dulu sepeda motor yang dijual di pasaran hanya menggunakan sistem pengereman tromol. Namun seiring berjalannya waktu, para pabrikan motor mulai mengganti tromol dengan rem cakram. Hal tersebut terlihat dari skuter matik, motor bebek ataupun sport yang mengandalkan rem cakram, setidaknya di roda depan.

Penggunaan rem cakram bertujuan untuk meningkatkan keamanan pengguna motor. Sebab, sistem pengereman cakram memiliki kinerja yang lebih baik daripada tromol ketika pengendara melakukan pengereman normral maupun keras atau mendadak.

Tidak hanya berfungsi sebagai penghenti laju motor saja, kini rem memiliki fungsi lain, yakni mempercantik tampilan sekaligus memperkuat aura gahar dari tunggangan tersebut. Oleh karena itu, banyak pemilik motor yang mengganti rem cakram standarnya dengan diameter yang lebih besar atau menyematkan cakram tambahan di roda belakang.

Akan tetapi perlu Anda ketahui, mengganti rem cakram motor tidak boleh dilakukan sembarangan. Walaupun rem cakram terkenal memiliki performa yang lebih baik dari rem tromol, tetapi penggantiannya harus mematuhi aturan yang berlaku.

“Penggunaan rem cakram dengan diameter dan material tertentu oleh pabrikan sudah memperhitungkan daya beban yang akan diterima cakram dan roda saat mengurangi laju motor. Selain itu, umur pakai suku cadang pendukungnya juga sudah dihitung,” papar M Abidin, yang menjabat sebagai General Manager Motorsport and After Sales PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).

Dampak Menganti Rem Cakram Motor 2

Abidin melanjutkan, sebenarnya penggantian rem cakram tidak bermasalah bila pemilik benar-benar memahami ukuran dan jenis bahan dari produk yang hendak dipasangkan pada motornya.

“Kalau diganti dengan ukuran lebih besar, memang kemampuan pengereman akan lebih baik dengan syarat material cakram dan kampasnya harus lebih baik. Akan tetapi hal ini akan menambah berat motor itu sendiri sehingga akan membuat pemakaian bahan bakar lebih boros. Selain itu, part pendukung seperti bearing roda, rim, dan ban, umur pakainya lebih pendek,” jelasnya.

Lebih berbahaya lagi jika penggantian piringan rem cakram yang tidak tepat bisa menyebabkan rem masuk angin / rem blong karena kualitas bahan dari piringan itu sendiri yang kurang baik sehingga tidak mampu menerima panas akibat gesekan dengan kampas rem. Bisa dibayangkan sendiri akibatnya bukan? Jika rem blong saat posisi mengemudi di pengunungan karena pemilihan rem cakram yang tidak tepat.

Dilihat dari segi ukuran, setidaknya ada tiga jenis piringan cakram yang dijual di pasaran. Ketiga jenis ini memiliki diameter yang berbeda-beda. Berikut adalah uraian dari ketiga jenis piringan cakram motor :

1. Piringan cakram lebar

Piringan jenis ini dijual dengan lebar yang beragam. Dengan piringan yang lebar, daya cengkeram kaliper juga akan semakin besar sehingga menghasilkan efek gesekan yang besar pula. Cakram lebar sangat cocok digunakan pada motor bermesin besar dan tidak cocok untuk motor bermesin rendah.

Apabila cakram ini digunakan pada motor bermesin kecil, justru akan berdampak bahaya bagi pengendara. Alasannya pengereman yang terlalu pakem akan membuat pengendara kesulitasn untuk menjaga kesetabilan motor. Pada akhirnya hal tersebut dapat menyebabkan kecelakaan.

2. Piringan cakram standar

Piringan cakram standar dibuat sesuai dengan ukuran pabrikan yang telah disesuaikan dengan laju motor. Pabrikan berpendapat, piringan cakram ini cocok untuk digunakan pada motor. Sebab, pada umumnya pabrikan motor membedakan ukuan cakram antara mesin berkapasitas besar dan kecil. Selain direkomendasikan oleh pabrikan, menggunakan piringan cakram standar akan membuat perjalanan pengendara menjadi lebih aman.

3. Piringan cakram orbital

Piringan cakram ini pda umumnya memiliki ukuran selebar pelek. Untuk dudukannya menggunakan bibir pelek yang direkatkan dengan baut-baut kecil. Tampilan piringan cakram orbital memang terlihat bagus jika diaplikasikan pada motor terbaru milik Anda. Namun piringan cakram ini tidak cukup aman untuk digunakan. Sebab cakram ini kurang stabil dalam pengereman mendadak. Penggunaan piringan cakram ini sebaiknya hanya untuk modifikasi, bukan untuk penggunaan harian. Baca juga, Cara Memperbaiki Rem Cakram Motor Blong, Cara Modifikasi Rem Cakram Motor dan Cara Cek Kondisi Rem Mobil Bekas.

Source: cara memperbaiki rem cakram belakang blong, ukuran disc brake ideal untuk motor bebek, cara pasang cakram kecil ke depan, baut cakram yg bagus, ganti cakram lebih besar apakah harus mengganti dudukan, Ganti piringan cakram kecil, mengganti diameter cakram, merk piringan cakram lebar yang bagus, pemasangan cakram motor yang bener, piringan cakram besar yang pas untuk mio m3, 

Sekarang INDONESIAUTOSBLOG.com bisa dibuka melalui perangkat mobile di http://m.indonesiautosblog.com untuk akses lebih mudah dan ringan dari ponsel dan dapatkan berita menarik tentang dunia otomotif di beranda Facebook Anda klik disini!

Punya Pertanyaan atau Komentar?

Jika kamu memiliki pertanyaan atau tanggapan mengenai artikel ini, silahkan tinggalkan komentar kamu disini

Leave a Reply