Home Authors Posts by Dias Mahendra

Dias Mahendra

4441 POSTS 0 COMMENTS
Pemuda berstatus mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Kediri ini selalu berusaha untuk membahagiakan orang tuanya. Tipe orang pekerja keras dan pantang mundur sebelum mendapatkan apa yg diinginkan. Salam Roda Dua!

0 37

Mitsubishi Triton, Beberapa waktu lalu Mitsubishi Motors menghadirkan pembaruan untuk pikap kabin ganda andalannya, Mitsubishi Triton. Mobil terbaru Mitsubishi ini diperkenalkan di awal November di Thailand. Satu bulan setelahnya mobil ini hadir di Malaysia.

Sayangnya Mitsubishi Triton 2019 belum juga masuk Indonesia. Padahal model ini sendiri juga dijual di Tanah Air. Untuk diketahui, saat ini Mitsubishi memasarkan Triton varian standar dan Athlete yang ditujukan sebagai mobil petualang.

Mengenai hal tersebut, Imam Choeru Cahya selaku Head of Sales and Marketing Group PT Misubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) menjelaskan pihaknya masih mempelajari strategi penjualan yang sesuai untuk Mitsubishi Triton terbaru pada tahun depan.

“Di Thailand dan Malaysia sudah launching, (di Indonesia) tahun depan pokoknya. Kami berusaha masih terkonsentrasi di konsumen fleet, kebetulan volume terbanyak di situ,” jelasnya, mengutip dari kumparanOTO.

Imam mengakui bahwa sebagian besar penjualan Mitsubishi Triton berasal dari konsumen fleet, terutama korporasi pertambangan atau perkebunan. Akan tetapi bukan berarti secara retail model ini tidak laku. Imam mengatakan bahwa SUV kabin ganda memiliki segmen yang kecil. Untuk retail hanya sekitar 20 persen. Ia mengungkapkan bahwa masuk segmen penghobi di Indonesia masih sangat kecil.

Meski begitu Mitsubishi mencoba peruntungannya dengan memasarkan Triton terbaru secara retail. Hal dikarenakan Triton terbaru mempunyai desain yang lebih segar, dengan bahasa desain dynamic shield seperti yang diadopsi oleh Mitsubishi Xpander dan juga Pajero Sport terbaru.

“Dengan bentuknya yang sekarang dynamic shield, kami ada tantangan untuk mengembangkannya ke pasar retail,” ungkap Imam.

Baca juga: Spesifikasi Mitsubishi Triton 2019, Pikap ‘Berwajah’ Xpander

Mitsubishi Triton 2019 mempunyai desain eksterior yang berubah total bila dibandingkan dengan model pendahulunya. Tidak hanya itu, sisi interior juga ikut berubah dengan penambahan fitur-fitur baru. Untuk menunjang aspek keamanan dan keselamatan saat berkendara, Mitsubishi menyematkan beragam fitur keselamatan aktif.

Beberapa fitur keselamatan tersebut antara lain Forward Collision Mitigation, fitur pendeteksi kendaraan yang mendekat untuk mencegah tabrakan, Blind Spot Warning sebagai pendeteksi kendaraan yang terhalang bidang pandang, serta Ultrasonic Misacceleration Mitigation System yang dapat menahan laju supaya tidak terjadi tabrakan.

Selain itu Mitsubishi Triton terbaru juga dilengkapi dengan fitur Hill Descent Control yang berfungsi mengontrol putaran roda ketika menuruni bukit. Juga ada Multi Around Monitor yang dapat menampilkan visual kamera eagle eye view, dan modus berkendara baru yang dapat dipakai untuk kegiatan off-road.

0 43

Mobil Toyota Terbaru, Sebentar lagi kita akan meninggalkan tahun 2018 dan menyambut datangnya tahun 2019. Di pasar otomotif berbagai pabrikan sudah menyiapkan strategi untuk tahun depan. Salah satunya adalah dengan menghadirkan produk baru. Seperti yang dilakukan oleh PT Toyota Astra Motor (TAM).

Fransiscus Soerjopranoto, Executive General Manager PT TAM mengisyaratkan setidaknya ada 6 mobil Toyota terbaru yang siap hadir di tahun depan. Model yang dihadirkan juga bermacam-macam. mulai dari minor change, full model change ataupun new model.

“Minimal sama seperti tahun ini (enam model baru diluncurkan pada 2018). Itu ada improvement, minor change, full model change atau new model. Ya dihitung saja,” terang pria yang akrab disapa Soerjo, sebagaimana dilansir dari laman Liputan6.

Soerjo mengungkapkan semua mobil yang dikembangkan Toyota hanya tinggal menunggu jadwal peluncurannya saja ke hadapan masyarakat. Akan tetapi ia mengatakan bahwa waktu peluncuran mobil baru Toyota itu juga tergantung kondisi pasar otomotif Tanah Air.

“Kalau kondisi market tidak oke, kita juga akan hold. Contohnya. tahun ini misalkan kita perkenalkan model baru dari CBU, itu timing-nya tidak cocok, di tengah pemerintah sedang melakukan penstabilan exchang rate, justru kita malah perkenalkan produk baru dan itu inden,” jelasnya.

Soerjo menambahkan, jenis mobil yang akan hadir di Indonesia meliputi model MPV, sedan, hatchback dan SUV. Akan tetapi saat disinggung soal Toyota Avanza terbaru, Soerjo tetap tidak bersedia untuk membocorkannya.

Kabar mengenai akan datangnya Toyota Avanza terbaru tampaknya bukan menjadi rahasia lagi. Banyak media online yang memberitakan seputar Avanza terbaru. Mulai dari prediksi tampilan dan fitur hingga bocoran yang diduga ditangkap dari hasil presentasi.

Baca juga: Ini Bocoran Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia Terbaru

Sampai saat ini belum ada informasi resmi mengenai Toyota Avanza 2019, begitu juga dengan Daihatsu Xenia terbaru. Akan tetapi kabarnya mobil sejuta umat itu akan mendapat serangkaian perubahan yang signifikan. Sementara itu beberapa sales mengatakan bahwa mobil Toyota terlaris itu akan hadir pada 2019 mendatang.

Soerjo menerangkan bahwa sampai saat ini penjualan pabrik ke dealer (wholesale) Toyota Avanza masih terbilang baik, yakni sekitar 6.000-7.000 unit per bulan. “Justru saya ingin menanyakan ke yang lain, kenapa kok pada percaya rumor akan ada Avanza baru,” kata dia.

Soerjo sendiri tidak menampik bahwa Toyota mempunyai rencana untuk menghadirkan Avanza terbaru. Hanya saja ia mengungkapkan seluruh produk Toyota mempunyai perencanaan tersendiri. Baik untuk ubahan ringan atau minor change atau ubahan menyeluruh alias major change.

Masyarakat di Indonesia, khususnya penggemar Toyota Avanza memang tengah menanti kehadiran pembaruan untuk model ini. Wajar saja, sejak kehadiran Mitsubishi Xpander penjualan mobil Toyota ini sempat terganggu. Perpaduan konsep SUV dan MPV pada Xpander sukses membuat mobil ini laris di pasaran.

Maka dari itu banyak yang penasaran seperti apa ubahan pada Toyota Avanza terbaru. Apakah nantinya akan membawa konsep seperti Xpander atau justru tetap mempertahankan ciri khas Avanza-Xenia yang saat ini ada dan terbukti tetap diminati oleh konsumen. Kita lihat saja nanti.

0 38

Mobil Listrik, Era kendaraan listrik semakin dekat. Untuk itu berbagai pihak di Indonesia mulai bersiap diri untuk menyambutnya. Salah satunya dilakukan oleh PT Pertamina (Persero). Perusahaan pelat merah ini berencana menerapkan Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) di setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum. Salah satunya sudah dilakukan di SPBU COCO Kuningan, Jakarta.

Walaupun hanya sebatas SPLU percontohan dan tidak dikenakan tarif, ada sedikit kekhawatiran di tengah masyarakat. Seperti perihal pengecasan baterai sebagai sumber penyimpanan daya listrik yang membutuhkan waktu cukup lama.

Mengenai hal tersebut, Muhammad Nur Yuniarto, kepala tim pengembangan sepeda motor listrik Gesits memberi tanggapan. Ia mengatakan, bila ingin mengisi daya listrik motor atau mobil listrik tidak perlu menanti baterai habis.

“Enggak perlu sampai habis baru cas. Itu enggak perlu. Tapi gimana ada kesempatan waktu untuk mencas, dengan jumlahnya yang lebih besar kita lakukan pengecasan,” jelas Nur yang juga merupakan Direktur Pusat Unggulan Iptek Sistem dan Kontrol Otomotif (PUI SKO) I Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), mengutip dari Liputan6.

Nur memberikan contoh mass transport di China yang telah memakai daya listrik. Lantaran fasilitas untuk kendaraan listrik di China terbilang lebih maju. Nur mengatakan setiap tempat peristirahatan terdapat tempat pengecasan. Dengan begitu saat kendaraan listrik berhenti maka bisa langsung melakukan pengisian daya.

Baca juga: Penasaran Besaran Pajak Sepeda Motor Listrik? Ini Rinciannya

“Jadi tidak perlu nunggu habis seperti kendaraan konvesional dengan BBM. Kalau ada kesempatan kita cas, persis seperti kita bawa hp sekarang, tidak perlu nunggu cas habis, kita sudah isi misalkan baru 30 persen atau 40 persen,” jelasnya.

“Jadi kalau 30 persen ini saya estimasi baru sejam akan habis, padahal satu jam ke depan saya masih tidak temukan dengan power outlet, jadi mendingan cas dulu,” tambahnya.

Dengan cara itu pemilik kendaraan listrik tidak perlu menanti waktu yang lama untuk mengisi daya.

Itulah cara yang bisa Anda terapkan. Semoga bermanfaat untuk Anda. Terutama untuk Anda yang memiliki kendaraan listrik, baik motor listrik ataupun mobil listrik.

0 42

Mobil 7-Penumpang, Mobil sampai saat ini masih menjadi salah satu alat transportasi andalan masyarakat Indonesia. Maka dari itu cukup banyak pilihan mobil di sini. Melihat jenis kendaraannya, mobil bisa dibagi menjadi beberapa macam. Seperti city car, hatchback, MPV, SUV dan juga sedan.

Seluruh jenis mobil tersebut ada di Indonesia dan mempunyai peminat tersendiri. Akan tetapi jika berbicara soal mana yang paling banyak dipilih, jawabannya tentu saja mobil MPV. Mobil ini dipilih lantaran umumnya mempunyai kabin yang lapang dengan daya angkut yang lebih besar, yakni 7-penumpang.

Kepopuleran MPV 7-penumpang membuat beberapa pabrikan berniat menghadirkan keunggulan tersebut ke jenis kendaraan lain. seperti misalnya kendaraan low cost green car (LCGC) yang juga ada versi 7-penumpangnya. Begitu juga dengan Sport Utility Vehicle (SUV) yang tengah naik daun belakangan ini.

Mengenai hal itu, Amelia Tjandra, Direktur Marketing PT Astra Daihatsu Motor (ADM) mengatakan ada alasan mengapa mobil berkapasitas tujuh penumpang menjadi pilihan bagi sebagian besar masyarakat Indonesia.

Baca juga: Diskon Mobil MPV Jelang Akhir Tahun 2018

“Pada dasarnya masyarakat Indonesia, tadi juga konsumen bilang kenapa dia pilih Terios, karena memang 7-seater. Sigra juga kenapa lebih laku daripada LCGC 5-seater, Ya karena memang 7-seater,” ujar Amel, dikutip dari detikOto.

“Masyarakat Indonesia itu culture-nya, budayanya itu suka ngumpul, jadi memang mobil 7-seater pasti lebih laku,” tambahnya.

Memang tidak dipungkiri bahwa masyarakat cenderung menyukai mobil berkabin lapang yang bisa memuat banyak penumpang sekaligus. Hal ini yang membuat MPV masih menjadi primadona di Tanah Air. Tidak hanya multifungsi, mobil MPV juga umumnya irit bahan bakar. Selain itu mobil keluarga ini mempunyai struktur pajak yang rendah, dengan begitu masyarakat bisa membelinya dengan harga yang lebih terjangkau.

Menurut data penjualan yang dirilis Gaikindo pada bulan Oktober 2018, ada sekitar 6 mobil terlaris di Indonesia dan semuanya merupakan mobil berkapasitas tujuh penumpang. Keenam mobil itu adalah Toyota Avanza 9.358 unit, Kijang Innova 7.085 unit, Rush 6.588 unit, Mitsubishi Xpander 5.408 unit, Daihatsu Sigra 5.339 unit, dan Toyota Calya 5.073 unit.

Toyota Avanza, Menarik untuk melihat penjualan low MPV di Indonesia belakangan ini. Sebagai pemimpin pasar, persaingan di segmen ini terbilang panas. Terlebih untuk posisi puncak. Toyota Avanza yang sebelumnya terus menjadi mobil terlaris di Indonesia mendapat gangguan dari rival barunya, Mitsubishi Xpander.

Sejak kehadiran MPV Mitsubishi itu penjualan Avanza sedikit terganggu. Kedua mobil MPV ini saling beradu kuat soal penjualan. Pada bulan Nvember 2018 ini, Avanza mencatatkan penjualan sebesar 7.553 unit. Hal ini sekaligus membuat mobil Toyota itu unggul dari Mitsubishi Xpander yang beberapa bulan terakhir menjadi pesaing utamanya.

Menurut data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), sepanjang November kemarin Mitsubishi memasarkan 5.094 unit Xpander. Angka penjualan ini menurun dibanding bulan sebelumnya yang mencapai 5.408 unit.

Jika melihat ke belakang, penjualan Toyota Avanza sempat goyah pasca hadirnya Mitsubishi Xpander di bulan Agustus tahun lalu. Akan tetapi mobil sejuta umat Toyota itu mash bisa mempertahankannya. Lalu pada Februari 2018 penjualan Xpander mulai mengalahkan Avanza.

Tidak berhenti sampai di situ, di bulan Juni kemarin Avanza berhasil kembali ungguli Xpander. Persaingan ini masih berlanjut hingga saat ini.

“Kita dari awal udah bilang nggak pernah membandingkan bunuh membunuh tapi ngelihatnya selama market Indonesia growth. Jadi kita elihat masuknya Xpander, Chinese maker market tumbuh ya fine buat kita jadi kalau kita bisa 6.000-7.000 customer percaya produk ini,” terang Executive General Manager PT Toyota Astra Motor (TAM), Fransiscus Soerjopranoto, mengutip dari detikOto.

Sementara itu, pihak pabrikan mobil asal Negeri Bunga Matahari, Mitsubishi tidak ingin ambil pusing. Walaupun secara wholesales mengalami penurunan, menurut Mitsubishi penjualan secara ritel alias dari dealer ke konsumen masih sesuai target yang direncanakan sebelumnya.

“Alhamdulillah Xpander masih terus SPK walaupun kami masih punya outstanding, masih ada saja SPK tambahan yang harus kami berikan untuk mempercepat ke konsumen. Pabrikan MMKSI sekarang sudah komitmen produksi ditingkatkan, mudah-mudahan close standing ini akan lebih cepat ter-delivery kan ke konsumen yang menunggu,” kata Head of Sales and Marketing Group MMKSI, Imam Chaeru Cahya.

Baca juga: Ini Bocoran Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia Terbaru

Terlepas dari rumor mengenai akan hadirnya Toyota Avanza terbaru, ada satu permasalahan yang diduga membuat penjualan Mitsubishi Xpander kalah dari Avanza. Seperti yang diketahui, harga Mitsubishi Xpander sempat mengalami kenaikan beberapa kali.

Salah satunya terjadi di awal Januari 2018 kemarin. Mitsubishi menaikkan harga mobilnya hingga Rp 3 juta untuk seluruh varian.

Selanjutnya terjadi pada Agustus 2018, dimana pabrikan kembali menaikkan harga Mitsubishi Xpander sebesar Rp 2 juta. Kenaikan ini merupakan efek dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar. Selanjutnya pada Oktober 2018 harga Xpander kembali naik Rp 3 juta.

Baca juga: Mitsubishi Xpander 2018 Dapat Fitur Baru

Belum lagi harga Mitsubishi Xpander tahun depan yang dipastikan akan mengalami kenaikan yang dikarenakan oleh BBN.

“Kita kan terakhir naik harga Oktober ya, itu sekitar Rp 3 juta. Nah, ditanya Januari naik atau nggak, pasti naik, minimal kenaikannya itu sebab BBN, tapi besarnya berapa, kita tunggu dari pemerintah, katanya mau dipercepat antara Januari/Februari 2019,” ungkap Imam.

Meski mengalami kenaikan beberapa kali, Imam mengatakan pihaknya memiliki strategi tersendiri supaya Mitsubishi Xpander tetap diminati oleh konsumen. “Ya kita punya strategi sendirilah bagaimana me-maintenance penjualan tetap stabil dan meningkat. Kami jaga supaya konsumen tidak lari,” tutupnya.

Toyota Avanza, Toyota tengah menjadi sorotan para pecinta mobil Tanah Air, khususnya penggemar Low MPV. Pasalnya hingga saat ini PT Toyota Astra Motor (TAM) belum juga menghadirkan Avanza terbaru. Akan tetapi belakangan ini tersiar kabar bahwa Avanza dan Xenia terbaru sedang disiapkan.

Memang sampai saat ini belum ada bocoran dari pihak TAM soal Toyota Avanza terbaru. Akan tetapi sedikit demi sedikit bocoran seputar mobil Toyota terlaris ini beredar di dunia maya. Salah satunya diperoleh dari akun Instagram @indra_fathan.

Dalam salah satu postingannya sang pemilik akun membeberkan informasi seputar Avanza dan Xenia terbaru. Menurut informasi dari akun Instagram tersebut, kedua mobil keluarga ini masih dibalut dengan warna hitam yang membuatnya nyaris tak terlihat. Kendati begitu ada beberapa bagian yang sedang dibahas.

Dalam foto terlihat bahwa Toyota Avanza mengandalkan desain velg terbaru. Slide presentasi lain juga memperlihatkan bahwa mobil MPV ini dibekali dengan combi brake di bagian belakang.

Dari gambar-gambar yang ada, terlihat posisi samping dan belakang dari Toyota Avanza. Tampaknya tidak ada perubahan signifikan pada bagian ini. Toyota tampaknya fokus pada pembaruan kosmetik. Meski begitu kehadiran Avanza terbaru tetap layak untuk dinanti sehingga seluruh informasi seputar mobil ini bisa terungkap.

Bocoran lain dari foto tersebut ada pada penggunaan mesin berkapasitas 1.5 liter pada Daihatsu Xenia. Hal ini sekaligus membenarkan informasi dari awak media bahwa Toyota akan memberikan izin kepada Daihatsu untuk menyematkan mesin berkapasitas 1.500 cc pada Xenia.

Baca juga: Toyota Avanza Terbaru Perlu Punya Fitur Ini, Apa Saja?

Dalam keterangan unggahannya sang pemilik akun mengatakan bahwa informasi tersebut ia dapat dari kenalannya. Ia berpendapat pengenalan produk ini untuk model Xenia.

Sementara itu Executive General Manager PT Toyota Astra Motor (TAM), Fransiscus Soerjopranoto mengatakan kehadiran produk terbaru tinggal menanti waktu yang tepat. Ia enggan berkomentar banyak mengenai informasi yang sudah beredar di masyarakat saat ini.

“Nantilah ditunggu. Saya sih terima kasih teman-teman (media) sudah mencari informasi soal Avanza baru. Ada beberapa rendering (gambar desain) itu kami kumpulkan, jadi masukan buat Avanza terbaru nantinya,” ungkapnya pria yang mempunyai sapaan akrab Soerjo itu, dilansir dari KompasOtomotif.

Semoga Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia terbaru nantinya punya tawaran baru yang sesuai dengan keinginan konsumen di Indonesia. Sehingga kedua mobil MPV ini mempunyai nilai jual yang tetap baik dan bisa menyaingi eksistensi Mitsubishi Xpander yang tak bisa dipandang sebelah mata.

0 36

Toyota Corolla, Salah satu pabrikan otomotif ternama asal Jepang, Toyota tampaknya berniat menghadirkan beberapa mobil baru di Indonesia. Selain berencana menghadirkan Avanza dan juga Camry, PT Toyota Astra Motor (TAM) selaku agen pemegang merek Toyota di Tanah Air diprediksi akan meluncurkan mobil baru lain, Toyota Corolla.

Untuk diketahui, generasi terbaru Toyota Corolla telah diperkenalkan di Los Angeles Auto Show. Corolla generasi ke-12 ini mendapat perubahan di sisi desain yang semakin menawan dan juga tambahan beberapa fitur menarik.

Mengenai mobil Toyota tersebut, Fransiscus Soerjopranoto, Executive General Manager PT TAM memberikan sinyal positif. “Bagus ya? Saya lihat saat launching itu ada enam dibawa. Ya ditunggu saja undangannya,” ungkapnya, sebagaimana dilansir dari laman KompasOtomotif.

Toyota Corolla terbaru dirancang dengan memakai platform terbaru Toyota New Global Architecture (TNGA). Platform ini kedepannya akan diaplikasikan pada deretan mobil terbaru Toyota.

Platform ini nantiya juga akan dipakai pada varian sedannya atau yang dikenal dengan nama Toyota Auris. Mobil yang dulunya disebut sebagai Scion iM ini mempunyai desain eksterior yang tampak lebih rendah 0,4 inci, lebih lebar 0,6 inci dan lebih pendek 0,6 inci dari pendahulunya.

Toyota mengungkapkan bahwa Toyota Corolla terbaru ini memiliki bagian depan dan belakang yang lebih lebar. Selain itu jarak sumbu rodanya juga dibuat lebih panjang dari sebelumnya.

Sisi eksterior dipercantik dengan desain trapezoid dan membulat yang merepresentasikan filosofi Keen Look. Di samping itu terdapat fitur headlamp Bi-beam LED yang menjadi standar pada hatchback ini.

Tidak hanya itu, sisi interior juga tak kalah menggoda. Di dalam kabin terdapat layar sentuh berukuran 8 inci multimedia dengan beragam fitur pengaturan. Kenyamanan Toyota Corolla 2019 ditingkatkan dengan penambahan fisik yang semakin besar yang membuat kabin menjadi lebih lapang.

Baca juga: Toyota Corolla 2019 Dirilis, Apa yang Baru?

Melirik dapur pacunya, mobil Toyota ini mengandalkan mesin M20A-FKS berkapasitas 2.0 liter empat silinder yang mengadopsi teknologi terkini Toyota. Mesin ini sanggup memberikan tenaga yang lebih besar dan juga hemat bahan bakar. Lalu transmisinya menggunakan Dynamic Shift CVT atau manual 6-percepatan iMT (intelligent Manual Transmission).

Toyota Corolla terbaru juga memiliki fitur keselamatan yang semakin lengkap. Hadir fitur ABS, EBD dan tujuh airbag yang menjadi standar di seluruh varian. Di samping itu juga ada fitur Pre Collison Sytem, Cruise Control,Lane Departure Alert, Automatic High Beam, Lane Tracing Assist dan Road Sign Assist.

Tidak hanya menghadirkan model hatchback, Toyota juga menghadirkan model sedannya. Pada akhir November kemarin Toyota memperkenalkan Corolla hybrid di Los Angeles Auto Show. Meski sampai sekarang belum ada kepastian kapan mobil ini hadir di Indonesia, namun Soerjo memastikan bahwa tahun depan Toyota akan menghadirkan mobil baru di Indonesia. Hanya tinggal menunggu waktu dan momen yang pas untuk meluncurkannya.

“Tahun depan pasti ada. Tunggu saja. Banyaknya? Sama seperti tahun ini dan tahun lalu. Konsumen juga butuh penyegaran produk dan semua merek sudah mengembangkan produk masing-masing. Tunggu saja,” katanya.

Kita nanti saja kabar baik dari Toyota Indonesia di tahun 2019 mendatang.

Yamaha Lexi, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) tampaknya terus berupaya menghadirkan motor matic baru yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Agen pemegang merek Yamaha itu baru saja menghadirkan Yamaha Lexi dengan tambahan fitur Anti-lock Braking System (ABS).

Sebelumnya fitur tersebut sudah ditawarkan lebih dulu pada Yamaha FreeGo. Kehadiran motor Yamaha ini rupanya membuat konsumen di Tanah Air meminta Yamaha untuk menawarkan fitur tersebut pada Lexi.

Akan tetapi kehadiran Yamaha Lexi ABS ini tidak disertai dengan acara seremonial seperti halnya Yamaha FreeGo. Bahkan pabrikan motor asal Negeri Matahari Terbit itu juga tidak menyediakan informasi resmi.

PT YIMM hanya mengubah kolom produk di situs resmi Yamaha Indonesia. Harga Yamaha Lexi terbaru ini mencapai Rp 25,8 juta on the road (OTR) Jakarta. Selisih Rp 2,8 juta dari versi S biasa dan Rp 5,65 juta dari versi standar. Bila dibandingkan dengan Yamaha FreeGO versi ABS, maka selisihnya mencapai Rp 3,3 jutaan.

Untuk diketahui, Yamaha Lexi ABS pada dasarnya sama seperti varian S. Hanya saja Yamaha menambahkan fitur ABS di dalamnya. Motor matic bermesin 125 cc itu dilengkapi dengan berbagai teknologi yang menarik perhatian. mulai dari variable valve actuation, smart motor generator hingga suspensi jenis tabung berwarna emas.

Baca juga: Yamaha FreeGo vs Lexi, Mana yang Menarik?

Fitur Anti-lock Braking System (ABS) adalah fitur keselamatan yang disematkan ke sektor pengereman. Fitur ini bertugas memastikan rem bekerja optimal dan juga mencegah ban terkunci krena penghentian mendadak.

Fitur ABS biasanya banyak ditemui pada motor bermesin besar, khususnya tipe sport. Akan tetapi seiring berjalannya waktu motor matic yang dijual di Indonesia juga mulai dibekali dengan fitur ini. Selain berfungsi meningkatkan keselamatan berkendara, fitur ini juga bisa memberi nilai lebih bagi masyarakat.

Jika melihat ke belakang, Yamaha NMAX menjadi pelopor motor matic dengan fitur ABS. Setelah kehadiran skutik premium ini, pabrikan lain juga mulai mengikuti pengaplikasian fitur ABS pada lini skuter matik.

Di Indonesia sendiri belum ada aturan yang mewajibkan pemakaian ABS. Lain halnya dengan di Eropa yang aturannya sudah berlaku sejak 2016, bahkan juga berlaku untuk motor bermesin 125 cc.

Selain Eropa, belum lama ini India dan Jepang juga memberlakukan aturan tersebut, tepatnya mulai 2018. Di Tanah Air pemerintah masih mengkaji aturan tersebut lantaran penetapan regulasi yang mengharuskan pemakaian ABS tidak bisa serta-merta dilakukan. Ada banyak faktor yang perlu dipertimbangkan. Seperti dampak jika dipakai melewati jalan yang kurang baik, hingga kenaikan harga jual motor jika dibekali dengan fitur ABS.

Kendati begitu pabrikan motor di Indonesia tetap menyematkan fitur ABS pada jajaran produknya, tak terkecuali pada motor matic bermesin kecil.  Seperti Yamaha FreeGo yang menjadi motor matic 125 cc pertama di Indonesia yang dilengkapi dengan fitur tersebut.

0 44

Harga Toyota Avanza, Pasar Low MPV sampai detik ini masih menjadi pasar terbesar di Indonesia. Masyarakat masih menjadikan mobil ini sebagai pilihan utama ketika ingin membeli mobil baru. Hal ini memang bukan tanpa alasan.

Kita ketahui bahwa masyarakat Indonesia cenderung suka bepergian dengan mobil bersama dengan keluarga atau banyak orang. Sehingga mereka membutuhkan mobil dengan kabin yang lapang. Maka dari itu banyak pilihan LMPV di Indonesia. Dari beberapa pilihan yang ada, Toyota Avanza masih menjadi primadona banyak orang.

Penjualannya tergolong tinggi dan terus bertahan sejak pertama hadir di Indonesia. Hanya saja sampai detik ini belum ada pembaruan lagi pada model ini. Akan tetapi bukan berarti PT Toyota Astra Motor (TAM) belum berminat untuk menghadirkan pembaruan pada mobil Toyota yang satu ini.

Berhembus kabar bahwa PT TAM akan menghadirkan Toyota Avanza terbaru. Kabarnya mobil sejuta umat ini akan hadir pada pertengahan 2019 mendatang. Sayangnya sampai sekarang agen pemegang merek Toyota itu belum bersedia membocorkan soal peluncuran Avanza facelift. Meski begitu pihak PT TAM masih bersedia memberikan sedikit informasi seputar harga.

Fransiscus Soerjopranoto, Executive General Manager PT TAM mengatakan untuk segmen low MPV dalam penetapan harga terbilang sensitif. Maka dari itu Toyota berhati-hati dalam memutuskan harga Toyota Avanza terbaru nanti.

Baca juga: Toyota Avanza Terbaru Perlu Punya Fitur Ini, Apa Saja?

“Beda dengan Rush kemarin itu, kita memang memberikan apresiasi kepada konsumen yang sudah menunggu lama. Namun, untuk Avanza ini, belum bisa kami putuskan sekarang,” kata pria yang lebih akrab disapa Soerjo, dikutip dari KompasOtomotif.

Soerjo menambahkan untuk ubahan detail masih belum bisa dibocorkan. Akan tetapi selain harga untuk segmen ini juga yang paling diinginkan oleh konsumen, yakni tampilan dan juga kenyamanan saat berkendara.

“Faktor ubahan eksternal menjadi yang paling penting, karena konsumen membeli sudah pasti yang pertama dilihat soal desain, setelah itu karena segmen ini kebanyakan mengemudi sendiri, jadi tingkat kenyamannya juga perlu diperhatikan,” jelas Soerjo.

Toyota Avanza yang beredar di Indonesia saat ini menurut Soerjo masih memiliki banyak peminat. Hal tersebut terbukti dari hasil penjualan yang tetap stabil walaupun banyak pendatang baru di kelasnya.

“Sehingga kami masih sangat percaya diri dengan Avanza ini. Untuk yang baru, ditunggu saja nanti akan diinformasikan lebih lanjut dan lengkap,” ungkapnya.

0 41

Toyota Camry, Toyota Astra Motor (TAM) tampaknya telah mempersiapkan jajaran produk baru yang akan diluncurkan pada tahun 2019 mendatang. Selain Avanza yang digadang-gadang rilis tahun depan, juga ada sedan medium, Toyota Camry yang juga akan hadir di Indonesia.

Untuk diketahui, Camry terbaru sebelumnya sudah hadir di Thailand. Negara selanjutnya yang juga akan kedatangan Camry terbaru adalah Malaysia.

Fransiscus Soerjopranoto, Deputy Director PT TAM mengatakan peluncurannya akan dilakukan di awal tahun 2019 untuk pasar Indonesia. Sayangnya ia tidak bersedia untuk membocorkan tanggal persisnya kehadiran mobil Toyota terbaru ini.

Hadir sebagai model baru, Toyota Camry 2019 mempunyai tampilan yang lebih sporty dan energik. Melihat sisi eksteriornya, sedan Toyota ini tetap mempertahankan sentuhan desain elegan yang menjadi ciri khas dari model ini. Desain ini disebut cocok dengan selera konsumen Camry di Tanah Air.

“Camry itu survey-nya, konsumen sekarang menginginkan mobil-mobil yang kelasnya sedan lebih punya tampilan sporty, jadi bukan ke arah elegan lagi,” jelas Soerjopranoto, mengutip dari laman kumparanOTO.

“Jadi dahulu memang kesannya mobil mewah sekelas kompetitor dari Eropa. Namun sekarang orang cenderungnya mau ambil sedan tersebut kalau ada yang sporty, tapi ada elegannya sedikit,” tambahnya.

Melirik spesifikasinya, Toyota Camry terbaru yang hadir di Negeri Gajah Putih mempunyai desain yang lebih sporty. Mobil ini sendiri sudah menggunakan platform Toyota New Global Architecture (TNGA), dengan pengembangan terbaru Dynamic Force engine.

Baca juga: Toyota Camry Terbaru Usung Desain Mewah

Mobil Toyota terbaru ini ditawarkan dalam empat pilihan tipe, dua diantaranya hybrid dan sisanya internal combustion engine (ICE) atau mesin konvensional. Toyota Camry 2019 tersedia dalam pilihan 2.5HV Premium E-CVT, lalu 2.5HV E-CVT, 2.5G yang dipadukan dengan transmisi otomatis 8-percepatan, dan 2.0G matik yang ditemani transmisi 6-percepatan.

Untuk pasar Thailand, harga Toyota Camry terbaru mulai dari Rp 642,9 juta untuk varian termurah, 2.0G. Sedangkan untuk varian tertinggi, 2.5HV Premium E-CVT mencapai Rp 800,4 juta.

Seperti yang diketahui, pasar sedan di Indonesia sebenarnya tidak terlalu bergairah. Akan tetapi menghadirkan model baru di segmen ini bisa membuat pasar sedan terus eksis.