Home Authors Posts by Dias Mahendra

Dias Mahendra

4119 POSTS 0 COMMENTS
Pemuda berstatus mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Kediri ini selalu berusaha untuk membahagiakan orang tuanya. Tipe orang pekerja keras dan pantang mundur sebelum mendapatkan apa yg diinginkan. Salam Roda Dua!

0 183

Toyota Avanza Terbaru, Persaingan mobil Low MPV di Tanah Air memang tampak semakin memanas. Terlebih setelah hadirnya Mitsubishi Xpander. MPV yang digadang-gadang sebagai pesaing mobil Toyota Avanza itu sudah menarik minat sejak masih berwujud konsep beberapa tahun lalu.

Tidak heran bila saat resmi dipasarkan Xpander berhasil merebut hati banyak konsumen. Bahkan inden mobil MPV Mitsubishi ini mencapai tiga bulan. Tidak hanya itu, selama beberapa bulan penjualan Xpander juga berhasil mengalahkan Toyota Avanza yang selama ini belum terkalahkan oleh merek lain.

Di sisi lain juga ada Wuling Confero yang juga terjun di segmen yang serupa. Lalu Suzuki Ertiga generasi terbaru juga baru saja meluncur dengan tawaran yang lebih menggoda.

Maka dari itu Toyota tidak berdiam diri. Hal ini terlihat dari pernyataan Fransiscus Soerjopranoto, Executive General Manager PT Toyota Astra Motor (TAM) di tengah acara buka puasa bersama media di Jakarta.

“Saat ini kami sedang pelajari keinginan konsumen terhadap Avanza. Pastinya mereka ingin mendapat penyegaran. Penyegarannya seperti apa? Sampai sekarang belum final,” ungkapnya, mengutip dari laman Oto.

Ia menambahkan, TAM tidak hanya menghadirkan Toyota Avanza terbaru saja. Juga ada kejutan menarik lainnya.

“Begini, dulu siapa yang pernah mengira kami melahirkan Avanza? Setelah sekian lama sukses, yang lain mulai ikut datang. Artinya, kan kami pelopor. Nah, sebagai market leader, kami ingin pertahankan tradisi sebagai pelopor itu tadi,” kata pria yang memiliki sapaan akrab Soerjo.

Ia mengatakan saat ini segmen MPV semakin luas bila dilihat dari harganya. Contohnya di bawah Toyota Innova ada Mitsubishi Xpander yang baru masuk. Selain itu juga ada Avanza, Xenia, Ertiga dan Mobilio. Dan di bawahnya lagi ada Wuling Confero, Calya dan Sigra. “Kami ingin mengisi segmen yang kami belum ada di situ,” ujarnya.

Baca juga: Mitsubishi Xpander vs Toyota Avanza Veloz

Sayangnya belum ada informasi lebih jauh seputar Toyota Avanza terbaru. Termasuk kejutan yang akan diberikan Toyota nantinya. Kemungkinannya Toyota akan menghadirkan Veloz terbaru yang lebih menarik dari Avanza.

“Bisa saja. Soalnya pemilik Veloz itu tak ingin disamakan dengan Avanza, loh. Buktinya mereka sampai bikin komunitas sendiri, Velozity. Kan kenapa mereka gak ikutan AXIC (Avanza-Xenia Indonesia Community),” kata Soerjo.

Sebagai informasi, Toyota Avanza saat ini hampir memasuki usia yang ke-15 tahun sejak dirilis pada 2003 silam. Untuk generasi kedua hadir pada tahun 2011. Sedangkan versi penyegarannya dirilis di tahun 2015 dengan mengusung nama Grand New Avanza. Ada sederet pembaruan yang dilakukan, termasuk menawarkan mesin dengan teknologi Dual VVT-i.

Lantaran sudah masuk tahun ketiga, banyak yang berpendapat Toyota Avanza sudah perlu dilakukan perubahan.

Jika melihat segmen Low MPV, saat ini ada kecenderungan kebanyakan mobil memakai penggerak roda depan. Sementara Toyota Avanza sendiri mengandalkan penggerak roda belakang.

Baca juga: Penjualan Mitsubishi Xpander Taklukkan Toyota Avanza

Jika mengandalkan penggerak roda depan atau front wheel drive, keunggulannya adalah akselerasi awal menjadi lebih bagus. Hanya saja beban yang bisa ditanggung MPV menjadi banyak berkurang. Hal inilah yang menjadi keunggulan dari penggerak roda belakang alias rear wheel drive.

Ia juga melihat kecenderungan peminat Toyota Rush generasi terbaru yang meluncur beberapa waktu lalu. Sejak berubah total Rush terlihat semakin diminati konsumen. Hal ini tampaknya juga berlaku bila Avanza dirombak total sebagaimana Toyota Rush terbaru.

“Dengan kata lain, kalau produk itu dibaruin, kita lihat saja kayak Rush, itu diperbaruin bentuk eksteriornya langsung booming. Itu yang kita lagi lihat. Jadi cutomer ini butuh refreshment dari produk. Jadi bukan masalah spek dasar aja, kayak front atau rear (penggerak roda depan atau belakang) atau berapa speed (transmisi), bukan itu. Tapi kalau lux-nya (desain barunya yang lebih mewah), baru dia (konsumen) akan beli. Kalau nggak dia akan tahan duit. Jadi kalau nggak ada trigger sesuatu ya nggak akan naik,” terang Soerjo, dilansir dari DetikOto.

Ini merupakan kabar baik bagi para pecinta Toyota Avanza di seluruh Tanah Air. Sebab Toyota sadar bahwa mobil kebanggaannya itu membutuhkan penyegaran. Saat ini mengandalkan nama baik saja tidak cukup.

Terlihat dari meski Toyota Avanza sudah belasan tahun di Indonesia namun sempat tersalip juga oleh Mitsubishi Xpander. Saat ini masyarakat cenderung menyukai mobil SUV atau yang bergaya ala SUV. Hal inilah yang bisa menjadi pertimbangan bagi Toyota untuk melakukan perubahan pada Avanza dan juga Veloz.

Bagaimana menurut Anda? Ubahan apa yang cocok diterapkan pada mobil Toyota ini?

0 107

Toyota Sienta 2018, Ada kabar baru yang datang dari salah satu pabrikan mobil ternama asal Jepang, Toyota. Dikabarkan Toyota akan melakukan penyegaran pada salah satu mobil MPV andalannya, Sienta. Mobil Toyota ini kabarnya akan mendapat penyegaran dan dirilis pada Juli 2018 mendatang di negara asalnya.

Menurut informasi dari Indianautosblog, Senin (4/6/2018), penyegaran Toyota Sienta meliputi desain eksterior atau interior. Tidak hanya itu, generasi kedua Sienta ini juga akan mendapat pilihan warna baru. Juga akan ada beragam sistem keamanan terbaik, seperti fitur keselamatan Toyota Safety Sense C Package.

Di samping itu Toyota Sienta 2018 juga dilengkapi dengan sejumlah sistem keamanan. Di antaranya TSS-C dengan Pre-Collision System (PCS), Lane Departure Alert (LDA) dan Automatic High Beam (AHB).

Lalu untuk pilihan dapur pacunya akan ada 4 macam. Antara lain 1NZ-FE 1.5L bensin, 2NR-FE 1.5L bensin, 2NR-FKE 1.5L bensin and 2ZR-FAE 1.8L bensin.

Untuk lebih jelas, mesin 1NZ-FE dapat mengeluarkan tenaga sebesar 103 PS dengan torsi 132 Nm. Lalu untuk mesin 1NR-FE mempunyai tenaga dan torsi yang sedikit lebih besar, yakni 107 PS dan 140 Nm.

Berikutnya, mesin 2NR-FKE mempunyai tenaga sebesar 109 PS dengan torsi maksimum 136 Nm. Lalu pilihan mesin 2ZR-FAE dapat menghembuskan daya hingga 140 PS dan torsi 172 Nm. Seluruh mesini ini akan dikombinasikan dengan transmisi CVT yang menjadi pilihan standar.

Khusus untuk pasar Jepang Toyota Sienta 2018 akan dijual dengan pilihan hybrid. Varian ini menggabungkan mesin 1NZ-FXE berkapasitas 1.5 liter yang bisa menghasilkan tenaga 74 PS dan torsi 111 Nm dengan motor listrik 2LM bertenaga 61 PS dan torsi 169 Nm.

Jepang dipastikan bukan menjadi satu-satunya tujuan pemasaran Sienta terbaru. Setelah Negeri Matahari Terbit itu Toyota juga akan menghadirkan Sienta facelift di ASEAN di tahun yang sama.

Mobil Toyota ini juga dipasarkan di Indonesia. Mobil yang pertama kali rilis di Tanah Air pada tahun 2016 ini disebut sebagai Multi Activity Vehicle (MAV). Mobil ini dirancang untuk memanjakan segala aktivitas pengguna. Tidak hanya fungsional, Toyota Sienta juga mempunyai desain yang modern dan dinamis.

Baca juga: Komparasi Toyota Sienta dan Avanza Veloz

Spesifikasi Sienta diklaim juga disesuaikan dengan kondisi geografis Indonesia. Salah satunya adalah ground clearance yang dibuat tinggi, yakni 170 mm. Lebih tinggi 25 mm dari ground clearance Toyota Sienta yang dipasarkan di Jepang.

Berbagai fitur terkini juga hadir pada mobil ini. Seperti dive-in seat, power sliding door hingga transmisi CVT 7-percepatan.

Toyota Sienta yang dipasarkan di Indonesia merupakan produk lokal dan sudah disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik pasar Tanah Air. Sama seperti MPV pada umumnya, kabin Toyota Sienta bisa memuat hingga tujuh penumpang. Akan tetapi diklaim Sienta mempunyai gaya yang berbeda dari mobil keluarga lain.

Mobil Toyota ini menawarkan lifestyle yang unik dengan teknologi tinggi sehingga cocok untuk kebutuhan market di Indonesia yang semakin berkembang. Desain eksterior bukan satu-satunya nilai jual dari Toyota Sienta. MPV ini juga mempunyai kenyamanan yang baik ketika diajak berkendara.

Di Tanah Air Toyota Sienta tersedia dalam 4 pilihan varian. Yaitu E, G, V dan Q. Mobil ini diklai memakai mesin teknologi baru NR Engine yang merupakan generasi terbaru engine modern yang dibuat oleh anak bangsa.

NR Engine dibuat dengan memanfaatkan bahan alloy sebagai salah satu material utamanya. Alhasil bobot mesin menjadi lebih ringan. Di samping itu mesin ini juga dilengkapi dengan teknologi Dual VVT-i. Hal ini membuat mesin Toyota Sienta mempunyai perpaduan yang baik antara tenaga, efisiensi dan ramah lingkungan.

Mesin mobil Toyota ini diproduksi secara lokal di Indonesia, tepatnya di TMMIN Karawang Plant 3 yang diresmikan 7 Maret 2016 lalu. Menariknya pabrik ini merupakan salah satu pabrik mesin paling canggih milik Toyota di dunia.

Di Indonesia sendiri penjualan Toyota Sienta bisa dikatakan kurang memuaskan. Tidak seperti saat pertama kali diluncurkan dulu. Bahkan penjualannya saat ini cenderung menurun.

Fransiscus Soerjopranoto, Executive General Manager PT Toyota Astra Motor (TAM) mengatakan penjualan salah satu mobil Toyota itu menurun lantaran mobil ini terlalu ‘segmented’ di Indonesia.

“Sienta itu konsepnya adalah city car. Kalau city car udah pasti segmented, cuma di kota-kota besar. Bukan seperti konsepnya Rush, Avanza, atau Calya yang bisa di pinggir-pinggir daerah,” ungkapnya, dikutip dari DetikOto.

Terlebih konsumen di Indonesia saat ini mempunyai pilihan yang lebih beragam ketika ingin membeli mobil MPV baru. Seperti Mitsubishi Xpander yang mempunyai desain kekinian dan dilengkapi fitur menjanjikan. Atau Wuling Confero yang mempunyai dimensi lebih besar namun harga yang lebih terjangkau dari kompetitor.

“Dengan kata lain kalau kita as a market leader kita maunya menang sendiri terus, kita paksain semuanya, city car yang konsepnya kota besar kita mau paksain (jualan lebih banyak) ya nggak benar juga. Kita mesti tahu kapan kita maju, kapan kita mundur. Sekarang kita mundur bukan berarti kita nyerah, nggak. Kita akan tetap jualan. Jawaban saya, tunggu sebentar lagi ada kejutan dari Sienta,” jelas pria yang akrab disapa Suryo itu.

Hal ini sekaligus menandakan bahwa PT TAM tengah menyiapkan penyegaran pada Sienta. Memang belum diketahui kapan mobil ini akan hadir di Indonesia. Kita tunggu saja kehadirannya di Indonesia.

Suzuki Intruder 150, Beberapa waktu lalu PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) memperkenalkan Intruder 150 di Indonesia. Motor ini dipajang di ajang Jakarta Fair 150. Seperti yang diketahui, motor cruiser ini didatangkan langsung dari India.

Tampilannya yang terbilang unik membuat motor ini cukup menarik. Agar kenal lebih dekat, berikut adalah detail seputar Suzuki Intruder 150.

Motor baru Suzuki ini memadukan style, fitur dan performa. Intruder 150 dirancang untuk konsumen pemula yang ingin mendapat pengalaman berkendara dengan motor cruiser. Mesin berkapasitas kecil yang dibenamkan pada motor ini akan memudahkan pengendara untuk belajar sebelum menaiki motor cruiser bermesin besar.

Intruder 150 bukanlah satu-satunya Intruder yang pernah dipasarkan Suzuki. Sebelumnya juga ada Suzuki Intruder bermesin besar atau juga bisa disebut motor gede alias moge. Ada tiga model yang dihadirkan Suzuki, antara lain Intruder M800, M1800R, dan M1800RZ. Sedangkan di Indonesia sendiri SIS pernah menghadirkan Suzuki Inazuma 250 yang juga terjun di segmen motor cruiser.

Melihat dimensinya, Suzuki Intruder mempunyai panjang 2.130 mm, lebar 805 mm dan tinggi 1.095 mm. Joknya tidak terlalu tinggi, yakni 740 mm di atas tanah. Lalu untuk wheelbase mencapai 1.405 mm, dengan ground clearance 170 mm.

Bobot motor ini sendiri mencapai 149 kg. Dengan dimensi ini Suzuki Intruder 150 menjadi lebih stabil.

Yang menjadi daya tarik utama tentu saja pada desainnya yang kental dengan kesan khas cruiser. Terlihat pada tangki bahan bakar berkapasitas 11 liter yang dibuat memanjang. Di samping itu juga terdapat foot-step pengendara yang lebih maju sehingga posisi berkendara menjadi lebih nyaman.

Sisi knalpot juga tampak menarik. Suzuki merancangnya dengan sentuhan sporty dan bentuk yang meruncing, plus terdapat dua lubang.

Lalu lampu depan Suzuki Intruder 150 juga terbilang unik. Tampilannya seperti segitiga terbalik. Hanya saja untuk pencahayaan masih memakai bohlam 12V 35/35W. Lampu sein juga masih menggunakan bohlam.

Akan tetapi tail light motor Suzuki ini sudah mengadopsi lampu LED. Panel instrumen juga terlihat modern berkat mengadopsi jenis digital.

Di sektor dapur pacu Suzuki Intruder 150 mengandalkan mesin 1-silinder SOHC berkapasitas 154,9 cc berpendingin udara. Mesin ini dikombinasikan dengan transmisi manual 5-percepatan.

Hasilnya motor Suzuki ini dapat mengeluarkan tenaga sebesar 14,6 hp dengan torsi puncak 14 Nm. Lalu untuk suplai bahan bakarnya terdapat dua versi, yakni karburator dan injeksi. Performa mesin Intruder 150 sedikit lebih baik dari Kawasaki W175. Hanya saja kalah dari Yamaha V-ixion yang juga mengusung mesin berkapasitas serupa.

Berpindah ke sektor kaki-kaki, Suzuki Intruder 150 mengandalkan ban tubeless di depan dan belakang. Untuk bagian depan berukuran 100/80 R17 dan bagian belakang 140/60 R17. Lalu untuk suspensi depan masih memakai teleskopik yang dikombinasikan dengan monoshock 7-step swing-arm di bagian belakang.

Sementara perangkat penghenti laju memakai single disc brake di bagian depan dan belakang. Yang membedakan adalah diameternya, dimana bagian depan berdiameter 266 m dan bagian belakang 240 mm. Menariknya Suzuki sudah melengkapinya dengan teknologi ABS single-channel.

Di India Suzuki Intruder 150 mempunyai dua opsi warna, yakni Metallic Gray dan Glass Sparkle Black. Melihat situs resminya, harga Suzuki Intruder 150 versi karburator mencapai 99.995 rupee atau mencapai Rp 20,7 jutaan. Lalu untuk versi injeksi sedikit lebih mahal, yakni 106/896 rupee atau Rp 22,2 jutaan.

Kehadiran Suzuki Intruder 150 di Indonesia bukan berarti sudah bisa dibeli oleh konsumen. Yohan Yahya, Marketing and Business Development Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) 2W mengatakan pihaknya masih melihat respon konsumen sebelum memutuskan menjual motor terbaru itu di Tanah Air. Bila respon masyarakat positif, kemungkinan motor ini akan dipasarkan di Indonesia.

Bisa jadi menarik perhatian bila dipasarkan di Indonesia. Apalagi melihat harga motor Suzuki ini di India yang terbilang terjangkau.

0 66

Roof Rack Mobil, Musim mudik telah tiba. Momen ini biasanya dimanfaatkan masyarakat untuk pulang ke kampung halaman. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, masih banyak masyarakat yang memilih mudik dengan memakai mobil pribadi.

Bila Anda juga demikian, maka barang bawaan yang akan dibawa saat mudik diperhatikan. Jika ada banyak barang yang akan dibawa, Anda bisa mempertimbangkan untuk memanfaatkan roof rack.

Roof rack memang menjadi aksesoris mobil yang sangat berguna ketika barang bawaan kita tidak cukup jika diletakkan di dalam kabin. Akan tetapi memilih roof rack mobil juga tidak boleh sembarangan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan bila ingin membeli roof rack.

Salah satunya adalah memeriksa berat rack tersebut. Usahakan untuk memilih roof rack yang kuat namun juga tidak berat. Di pasaran ada banyak roof rack berbahan baja yang terkenal berat. Maka dari itu carilah rack aluminium yang memiliki bobot lebih ringan hingga 30 persen dari baja. Meski ringan daya tahan aluminium juga terbukti baik.

Berikutnya pilih roof rack modular yang memudahkan pemilik untuk merakit ataupun menambahkan sekat untuk berbagai penggunaan. Rak juga dapat berubah seperti yang diperlukan untuk waktu tertentu.

Selain itu ketika memilih roof rack juga periksa line up aksesori. Roof rack yang baik adalah yang bisa dipakai untuk berbagai keperluan. Mempunyai rangkaian aksesori yang luas akan membuat Anda lebih nyaman. di samping itu juga pastikan rak Anda bisa menampung tempat air, kaleng bahan bakar, sepeda atau barang apapun yang Anda perlukan.

Baca juga: Tips Mudik dengan Mobil Lengkap

Mengecek daya tahan roof rack juga perlu. Tentunya Anda tidak ingin bila perjalanan terganggu lantaran roof rack rusak di tengah jalan. Lebih baik Anda mengeluarkan uang lebih untuk memperoleh roof rack yang berkualitas ketimbang membayar murah untuk barang yang lebih mudah rusak.

Di samping itu ada baiknya untuk memilih roof rack dari pabrikan yang terkenal. Berbekal pengalaman yang ada pabrikan tentunya bisa membuat produk yang berkualitas kepada para konsumen.

Sebagai pertimbangan tambahan carilah perusahaan yang membuat rak dan aksesori untuk berbagai macam kendaraan. Sebab lebih banyak rak dan aksesori maka lebih banyak pilihan untuk mobil yang akan Anda pakai nantinya.

Tips terakhir pilih rak dengan komponen plastik yang sedikit. Sebab plastik terbilang rapuh dan memiliki nilai muatan yang lebih rendah. Komponen ini juga mudah memudar ketika terkena sinar matahari. Umumnya plastik dipakai lantaran harganya yang lebih murah. Hanya saja jangan berharap lebih terhadap daya tahannya.

Itulah beberapa tips seputar memilih roof rack mobil. Sebagai referensi tambahan Anda bisa bertanya kepada orang lain atau teman yang lebih paham seputar aksesori mobil. Semoga tips di atas bisa memberikan Anda solusi untuk memilih roof rack yang tepat.

TVS Apache RR 310, Belum lama ini salah satu merek motor asal India, TVS meluncurkan motor terbaru buatannya di Indonesia. Motor yang tidak lain adalah TVS Apache RR 310 ini hadir dengan sederet daya tarik.

Salah satunya yang menjadi perhatian, motor ini merupakan hasil kolaborasi antara TVS dengan BMW Motorrad. Maka dari itu ada kemiripan spesifikasi yang terletak pada dapur pacunya. TVS Apache RR 310 mengusung mesin yang sama dengan BMW G310R ataupun G310 GS.

Tidak hanya itu, masih ada daya tarik lain dari motor baru TVS ini. Berikut adalah 5 keunggulan TVS Apache RR 310.

Desain

Soal desain memang merupakan selera masing-masing konsumen. Akan tetapi tampilan Apache RR 310 bisa dibilang menarik. Tampilannya terkesan gagah dengan desain yang sporty khas motor masa kini.

Finishing halus, presisi dan cat berkualitas baik membuat motor ini semakin menarik dan terlihat layaknya motor Eropa. Apalagi juga terdapat suspensi depan upside down yang berlabur emas sehingga membuatnya tampak semakin gagah dan menarik.

Irit BBM

Lantaran lebih fokus pada performa, umumnya motor sport mempunyai konsumsi bahan bakar yang tidak begitu baik. Akan tetapi beda halnya dengan motor sport TVS ini. Apache RR 310 justru mempunyai catatan konsumsi BBM yang baik.

Motor ini diklaim mempunyai konsumsi bensin 30 km/liter dalam perjalanan jauh dan 25 km/liter untuk perjalanan dalam kota. Hal ini membuat TVS Apache RR 310 menjadi motor sport street-legal 300 cc teririt di kelasnya.

Performa Baik

Walaupun tergolong hemat bahan bakar, performa TVS Apache RR 310 juga tidak mengecewakan. Motor ini memakai mesin 1 silinder berkapasitas 312 cc yang membuatnya dapat mengeluarkan tenaga hingga 33,5 hp dan torsi maksimum 27,3 Nm.

Tidak hanya itu, motor ini juga dapat melesat hingga kecepatan 160 km/jam. Menariknya lagi TVS Apache RR 310 juga dapat berakselerasi dari diam sampai 60 km/jam hanya dalam waktu 2,9 detik. Lalu untuk mencapai kecepatan 100 km/jam membutuhkan waktu 6,9 detik.

Fitur Melimpah

Motor ini juga dilengkapi dengan fitur yang menggoda. Salah satunya seperti yang kami sebutkan di atas. TVS Apache RR 310 mengandalkan suspensi depan upside down produk Kayaba. Motor sport asal India ini juga mempunyai dual-LED projector headlight dan lampu belakang serta sein berteknologi serupa.

Kesan modern juga tampak pada bagian instrumen panel yang full digital. Panel ini memuat banyak informasi, seperti kecepatan, rpm, suhu mesin, dan Thermal Management System. Motor ini dirancang dengan memakai sasis tralis ringan. Di samping itu TVS juga membekalinya dengan dual-channel ABS pada sektor pengereman.

Harga Terjangkau

Dengan dukungan mesin dari BMW Motorrad dan fitur yang menarik, harga TVS Apache RR 310 tidak serta-merta tinggi. Bahkan harga motor baru ini tergolong murah, yakni Rp 49 juta on the road Jakarta.

Dengan banderol harga tersebut Anda sudah bisa mendapat motor bermesin DOHC. Sementara di Indonesia sendiri motor sport bermesin 250 cc dibanderol cukup tinggi, yakni Rp 60 juta sampai Rp 70 juta.

Hanya saja harga tersebut hanya harga sementara alias harga perkenalan. Jika sudah lewat masanya harga motor ini akan naik. Hanya saja belum diketahui berapa harga normal dari TVS Apache RR 310.

Itulah beberapa keunggulan dari TVS Apache RR 310. Merek TVS memang masih sedikit asing di segmen motor sport. Akan tetapi berbekal kerjasama dengan BMW Motorrad dan sederet keunggulan di atas bukan tidak mungkin motor ini akan sanggup bersaing dengan kompetitornya.

Untuk diketahui, pesaing terdekat TVS Apache RR 310 adalah jajaran motor sport 250 cc. Di segmen itu ada tiga pemain yang mendominasi. Antara lain Honda CBR250RR, Kawasaki Ninja 250 dan Yamaha R25. Bagaimana, tertarik untuk membeli TVS Apache RR 310 ini?

0 81

MotoGP 2018, Ada yang menarik dalam seri MotoGP Italia. Dalam pertandingan yang berlangsung di sirkuit Mugello Jorge Lorenzo berhasil keluar sebagai pemenang. Sedangkan rekan satu timnya, Andrea Dovizioso menyusul di peringkat kedua.

Bukan tanpa sebab, sirkuit kebanggaan Italia itu dinilai cocok dengan karakter Ducati Desmosedici GP18 yang dikendarai oleh duo pembalap Ducati itu. Sirkuit tersebut mempunyai lintasan lurus yang panjang sehingga membuat motor balap Ducati bisa dipacu dalam kecepatan tinggi.

Sudah menjadi rahasia bahwa motor Ducati itu memang unggul di lintasan lurus. Dovizioso sendiri pernah memecahkan rekor kecepatan MotoGP dalam sesi latihan bebas di Mugello. Pembalap asal Italia itu berhasil mencetak top speed 356,5 km/jam.

Tidak hanya tim Ducati saja yang berhasil memberikan yang terbaik di MotoGP 2018 Italia, spesifikasi teknis Ducati Desmosedici GP18 juga menjadi rahasia kemenangan Lorenzo dan Dovizioso. Motor ini dipersenjatai dengan dapur pacu V4 90 derajat berpendingin cairan, evo desmodromic DOHC empat katup per silinder. Mesin yang mempunyai kapasitas 1.000 cc itu sanggup mengeluarkan tenaga sampai di atas 250 tenaga kuda.

Ducati mengombinasikan mesin itu dengan transmisi Ducati Seamless Transmission. Dengan begitu motor ini bisa melesat hingga kecepatan 350 km/jam ke atas.

Selain itu Ducati Desmosedici GP18 mengandalkan sasis tipe aluminium alloy evo twin-spar. Sedangkan untuk suspensi bagian depan menggunakan jenis upside down lansiran Ohlins berukuran 48 mm. suspensi belakang juga memakai merek yang sama dan juga dapat disesuaikan preload serta dibekali new factory evolution damping system.

Untuk perangkat penghenti laju motor balap andalan Ducati ini mengusung rem Brembo dengan dua piringan berbahan karbon dengan ukuran 340 mm di depan, plus empat piston ber kaliper. Lalu bagian belakang memakai rem satu cakram stainless steel dengan kaliper dua piston.

Bobot Ducati Desmosedici GP18 ini mencapai 157 kg yang sesuai dengan standar regulasi MotoGP. Motor ini juga dilengkapi dengan peranti elektronik yang didukung oleh Magneti Marelli.

Baca juga: Jadwal MotoGP 2018

Selain spesifikasi yang mumpuni, pemilihan ban yang tepat juga membuat kemenangan Ducati semakin mulus di MotoGP Italia 2018. Untuk informasi, Lorenzo unggul cukup jauh dari dua pembalap terdekatnya. Dovizioso sendiri berada di belakang Lorenzo dengan selisih 6,370 detik. Sedangkan Rossi yang menempati urutan ketiga berjarak 6,629 detik dari pembalap asal Spanyol itu.

Lorenzo memilih ban depan medium dan ban belakang soft. Lalu rekan satu timnya mengandalkan ban depan hard dan ban belakang soft. Untuk Valentino Rossi memilih ban depan hard dan ban belakang medium.

Kemenangan Lorenzo bisa menjadi awal yang bagus bagi pembalap bernomor 99 itu. Yang pasti persaingan ke depannya juga lebih sulit untuk diprediksi. Termasuk siapa yang nantinya akan menjadi juara dunia MotoGP 2018.

0 87

TVS Apache RR 310, Walaupun bukan merupakan penyumbang penjualan terbesar, sejumlah pabrikan motor tidak serta-merta mengabaikan segmen motor sport. Bahkan persaingan di segmen ini cenderung memanas, tak terkecuali di kelas 250 cc.

Hanya saja ada satu permasalahan yang umumnya membuat calon konsumen berpikir ulang sebelum membeli motor sport 250 cc. Yaitu harga motor ini yang cukup tinggi.

Sebagai informasi, harga Kawasaki Ninja 250 saat ini mencapai Rp 61,9 juta on the road Jadetabekser. Lalu untuk harga Honda CBR250RR menurut situs resmi Honda mulai dari Rp 64,725 juta sampai Rp 71,375 juta. Sementara harga Yamaha R25 mulai Rp 57 juta.

Tak mengherankan bila pada akhirnya banyak calon pembeli yang mengurungkan niatnya untuk membeli motor sport 250 cc. Akan tetapi TVS mencoba memberikan solusi alternatif untuk para penggemar motor sport fairing bermesin seperempat liter itu.

TVS baru saja menghadirkan motor baru yang dipajang di Jakarta Fair. Menariknya motor ini mengadopsi mesin yang serupa dengan BMW G310R. Motor TVS itu tidak lain adalah TVS Apache RR 310 yang merupakan buah kerjasama antara merek motor asal India itu dengan BMW Motorrad.

Dapur pacu yang disematkan sama dengan milik BMW G310R dan BMW G310S yang masuk segmen naked dan motor petualang. Sementara motor sport TVS ini sendiri terjun di segmen sportbike full fairing. Yang tak kalah menyita perhatian adalah banderol harganya yang terbilang terjangkau. Harga TVS Apache RR 310 ini mencapai Rp 49 juta.

Hanya saja ada satu catatan. Harga motor tersebut berlaku untuk pembelian di Jakarta Fair 2018 saja. Tampaknya tawaran tersebut merupakan harga perkenalan dari TVS Apache RR 310. Lalu bagaimana dengan tawaran motor ini?

TVS Apache RR 310 mengusung desain yang terbilang cukup sporty. Akan tetapi jika cermat melihatnya mungkin Anda bisa menebak dengan mudah bahwa motor ini merupakan buatan pabrik asal India.

Baca juga: Motor TVS Terbaru Rilis di JFK 2018

Konsep TVS Akula yang merupakan basis desain dari TVS Apache RR 310 disebutkan terinspirasi dari siluet seekor hiu. Akula sendiri merupakan bahasa Rusia yang berarti hiu. Fokus pengembangan motor ini ada pada front fairing yang dibuat tajam. Selain itu juga terdpaat tail yang meruncing seperti ekor hiu.

Pembuatan body motor ini diklaim telah melewati serangkaian tes, termasuk tes terowongan angin atau wind tunnel testing. Engineer TVS Motor mengatakan bahwa desain bodi TVS Apache RR 310 dalam wind tunnel bertujuan untuk meminimalisir gesekan antara udara dan body ketika motor melesat dalam kecepatan tinggi.

Walaupun dijual murah, Apache RR 310 dilengkapi fitur yang tidak murahan. Ada suspensi upside down di bagian depan yang cukup menyita perhatian. Di samping itu TVS juga membekalinya dengan petal disc berukuran 300 plus kaliber bybre empat piston.

Motor ini juga dirancang dengan memanfaatkan rangka tralis. Rangka ini sendiri juga dipakai pada duo motor asal Jerman, BMW G310R dan G310S. rangka utama teralis dengan sub rangka belakang yang dibuat terpisah ini bertujuan untuk meminimalisir kesalahan ketika pembuatan frame sekaligus memudahkan dalam assembly frame sehingga bisa lebih presisi. Alhasil motor ini diklaim sangat stabil ketika diajak menikung.

Keistimewaan lainnya adalah hadirnya ban Michelin Pilot Street pada motor ini. Tampilannya ditunjang dengan lampu LED di bagian depan dan belakang yang membuatnya tampak modern. Lampu ini juga dapat memancarkan cahaya yang lebih baik dan lebih hemat energi.

Baca juga: Kawasaki Ninja 250 2018 vs Honda CBR250RR

TVS Apache RR 310 mengusung dashboard dengan desain vertikal yang membuatnya terlihat unik. Tidak hanya itu, juga tersemat banyak fitur ala motor balap. Seperti diagnose kondisi mesin dan analisa berkendara.

Di negara asalnya Apache RR 310 dijual dalam dua opsi warna, yakni Racing Red dan Sinister Black. Kedua varian warna ini sudah dilengkapi dengan fitur Anti-lock Braking System (ABS) pada cakram di depan dan belakang.

Melirik dapur pacunya, mesin berkapasitas 310 cc yang disematkan pada Apache RR 310 dapat mengeluarkan tenaga sebesar 25 Kw pada putaran mesin 9.700 rpm. Sedangkan torsi puncaknya diklaim bisa mencapai 27,3 Nm pada 7.700 rpm. Motor ini juga dapat melesat hingga 160 km/jam dengan akselerasi 46,77 km/jam dalam dua detik.

Keunikan mesin ini adalah konfigurasinya yang unik, yakni reverse incline cylinder. Artinya intake pada mesin dipindahkan ke bagian depan. Maka dari itu posisi intake yang berubah, posisi header knalpot juga ikut berubah menjadi di bagian tengah. Sehingga juga ikut mengubah centre of gravity.

Dengan begitu motor bisa dirancang dengan kompak tanpa mengorbankan handling. Juga memudahkan masuknya campuran udara dari bahan bakar ke ruang bakar lantaran adanya bantuan dari gravitasi. Hal ini juga berdampak baik pada performa motor.

Menariknya, sejak hadir di Jakarta Fair 2018 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) TVS Apache RR 310 sudah mencapai 11 unit. Sebagai tambahan, motor yang dipajang di Jakarta Fair memang didatangkan langsung dari India. Akan tetapi di Indonesia motor ini sudah dirakit di pabrik TVS yang berlokasi di Karawang.

 

0 125

Motor TVS, Di ajang Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2018 TVS meluncurkan dua motor terbaru buatannya. Motor itu adalah TVS Classic dan Ntorq 125. Harga motor baru yang didatangkan langsung dari India ini terjangkau, yakni Rp 15 jutaan.

Seperti apa tampilan motor ini? Berikut detail singkat kedua motor TVS terbaru itu.

TVS Classic mempunyai tampilan yang klasik, sesuai dengan namanya. Tampilan bodinya terlihat gambot, begitu pula dengan bagian buritan. Alhasil tampilannya terlihat seperti motor Vespa.

Akan tetapi untuk desain lampu depannya tidak terlihat bulat. Sedangkan di sektor kaki TVS menyematkan ban kecil berukuran 90/90-12 inci yang sudah mengadopsi teknologi tubeless. Untuk roda depan TVS Classic sudah memakai rem cakram.

Kesan klasik semakin kental dengan hadirnya spion berbentuk bulat. Selain itu juga terdapat windshield, jok dual tone dengan backrest dan panel instrumen analog yang membuatnya semakin berkarakter.

Melihat dimensinya, TVS Classic mempunyai panjang 1.834 mm, dengan lebar 650 mm dan tinggi 1.115 mm. Untuk ground clearance-nya mencapai 150 mm.

Motor matic ini mengadopsi suspensi depan teleskopik dan suspensi belakang monoshock. Di samping itu juga terdapat lampu belakang LED, bagasi berkapasitas 17 liter yang bisa memuat satu helm full face, kunci bermagnet, charger untuk gadget dan dua cantolan kantong belanja di bagian dashboard dan bawah jok.

Tidak hanya itu, juga terdapat tutup tangki yang berada di atas lampu belakang. Dengan begitu pengendara tidak perlu turun motor ketika ingin mengisi bahan bakar.

Berpindah ke dapur pacu, TVS Classic mengandalkan mesin berkapasitas 109,7 cc satu silinder. Tenaga yang dapat dihasilkan mesin ini mencapai 7,9 PS pada 7.500 rpm dengan torsi maksimum 8 Nm pada 5.500 rpm.

Mesin itu dipadukan dengan transmisi CVT. TVS mengklaim konsumsi BBM motor ini mencapai 62 km/liter. Sedangkan tangki bahan bakarnya tergolong besar, yakni berkapasitas  5 liter yang membuat daya jelajah motor lebih jauh.

Berikutnya, TVS Ntorq mempunyai tawaran yang lebih baik. Kapasitas mesinnya mencapai 124,79 cc. Tenaganya diklaim bisa menembus angka 9,4 PS pada 7.500 rpm dengan torsi 10,5 Nm pada 5.500 rpm.

Motor ini juga dilengkapi dengan fitur-fitur yang menarik. Seperti panel instrumen yang mempunyai beragam informasi. Meliputi trip meter, temperatur, kecepatan, jam, konsumsi bahan bakar dan lain sebagainya.

Di samping itu juga terdapat koneksi bluetooth TVS SmarXonnect yang dapat diintegrasikan dengan smartphone. Dengan tawaran ini pengendara bisa mengakses fitur menarik lain seperti navigasi hingga membalas pesan singkat.

Motor ini mempunyai panjang 1.865 mm, dengan lebar 710 mm dan tinggi yang mencapai 1.160 mm. Untuk jarak terendah ke tanah atau ground clearance mencapai 155 mm. Bobot TVS Ntorq 125 ini mencapai 116,1 kg.

Melirik sektor roda, bagian depan memakai ban berukuran 100/80-12 inci dan bagian belakang berukuran 110/80-12 inci. Sementara sistem pengereman sudah memakai cakram di depan. Hanya saja bagian belakang masih mengandalkan rem tromol.

Menurut situs resmi TVS, motor baru ini bisa dibeli di JFK 2018. Calon konsumen hanya perlu menyetor uang pemesanan sebesar Rp 100 ribu. Harga TVS Classic ini mencapai Rp 14,9 juta on the road Jakarta. Sedangkan harga TVS Ntorq mencapai Rp 15,5 juta OTR Jakarta.

Menariknya motor TVS ini sudah terpesan oleh masyarakat. Salah seorang sales TVS di booth mereka di JFK 2018 menerangkan TVS Classic sudah terpesan sebanyak 5 unit.

Berminat untuk membeli motor TVS terbaru ini? Silakan kunjungi dealer TVS terdekat atau langsung meluncur ke JFK 2018. Jakarta Fair Kemayoran atau Pekan Raya Jakarta (PRJ) akan berlangsung hingga 1 Juli 2018 mendatang.

0 139

Mobil Isuzu, Hingga detik ini mobil MPV masih menjadi primadona di Indonesia. Penjualannya masih terbilang tinggi. Tidak hanya itu, persaingan di segmen ini pun juga memanas, khususnya kelas Low MPV.

Seperti yang diketahui, ada beberapa pemain baru di segmen tersebut. Seperti Wuling Confero dan Mitsubishi Xpander. Selain itu beberapa waktu lalu Suzuki juga menghadirkan All New Ertiga yang tampil lebih menggoda, baik dari segi tampilan maupun spesifikasinya.

Yang lebih mengejutkan lagi Mitsubishi Xpander berhasil mengalahkan penjualan bulanan Toyota Avanza. Ini menjadi sejarah penjualan mobil sejuta umat Toyota itu dikalahkan selama beberapa bulan berturut-turut. Tidak heran bila merek lain terlihat tertarik untuk menghadirkan LMPV di Indonesia, seperti Isuzu.

Isuzu Indonesia diketahui tengah melakukan riset untuk menghadirkan mobil baru buatannya yang akan terjun di segmen Low MPV. Harry Kamora, Chief Operating Officer PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) mengatakan calon mobil Isuzu terbaru itu tengah dibangun.

“Kandidat produknya masih terus dibangun. Kami sudah lihat contoh produknya, namun kembali lagi yang menentukan masyarakat. Jadi kami juga bargain. Survey ke pengguna,” ujarnya, dikutip dari Oto.

Mobil ini nantinya dipastikan merupakan sebuah MPV, mobil keluarga dengan kapasitas penumpang yang banyak dan mempunyai durabilitas yang baik. Menariknya Isuzu mengungkapkan pihaknya tertarik dengan model berkarakter SUV.

Sebelumnya perpaduan MPV dan SUV ini sudah diusung Panther. Setelah itu kini ada banyak model lain yang juga ikut menggabungkan desain seperti itu.

“Panther itu legend. Untuk mempertimbangkan versi barunya, banyak faktor, kesesuaian dengan kebutuhan masyarakat. Secara dimensi secara permintaan, secara harga. Riset menuju ke sana terus berjalan,” terangnya.

Hanya saja dirinya tidak bersedia untuk menjelaskan lebih jauh seputar proses persiapan mobil baru Isuzu itu. Timeline untuk pengembangan produk memang menjadi rahasia tersendiri bagi masing-masing brand.

Seperti Toyota dan Daihatsu yang belajar puluhan tahun untuk mengembangkan mobil keluarga dengan harga terjangkau melalui seri Kijang. Pada akhirnya Toyota menaikkan kelas Kijang dan menawarkan mobil baru yang lebih terjangkau, Avanza dan Xenia.

Sementara itu, Harry tidak sependapat ketika disinggung soal telat momentum. “Gak ada kata telat. Sekarang kita lihat dari produk merek lain. Xenia-Avanza Anda ingat, sendirian 10 tahun. Jadi ketika mereka jalan 10 tahun, Suzuki di mana, Mitsubishi di mana, mereka belajar. Riset 10 tahun loh. Jadi tak ada kata terlambat,” kata Harry.

Memang benar, Mitsubishi Xpander sendiri yang baru rilis tahun lalu nyatanya tetap digemari oleh konsumen. Berbekal tampilan yang menarik dan berbeda dari LMPV pada umumnya, Xpander berhasil menjadi idola baru meski inden mobil ini terbilang panjang. Banyaknya calon konsumen yang tertarik pada mobil ini juga tidak lepas dari fitur dan spesifikasi yang ditawarkan, serta harga yang kompetitif.

Sekilas informasi, Isuzu Panther merupakan salah satu mobil legendaris di segmen MPV. Dulunya mobil ini berhadapan dengan Toyota Kijang. Panther dikenal mempunyai tenaga optimal, bandel dan memiliki daya angkut yang mumpuni. Tidak hanya itu, Isuzu Panther juga banyak dipilih lantaran mesin dieselnya mudah dirawat dan komponennya murah serta jarang rusak.

Sayangnya masa keemasan Isuzu Panther telah lewat. Saat ini tampilannya terlihat jadul, begitu juga dengan mesin diesel yang tersemat di balik kapnya. Sementara itu fitur yang ditawarkan juga kalah jauh dengan Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, Honda Mobilio, Suzuki Ertiga maupun Mitsubishi Xpander yang merupakan mobil keluaran baru.

Semoga saja kehadiran MPV Isuzu terbaru nantinya bisa membuat nama Isuzu kembali menggema di pasar MPV. Dan yang tak kalah penting mobil ini bisa menjawab kebutuhan konsumen dengan banderol harga yang tak kalah saing dengan kompetitornya. Kita tunggu saja informasi selanjutnya.

Honda Brio, Belum lama ini PT Honda Prospect Motor (HPM) selaku agen pemegang merek Honda di Indonesia mengatakan pihaknya akan menghadirkan mobil baru di Indonesia. Mobil itu nantinya akan melakukan world premiere atau debut dunia di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, pihak HPM sendiri belum bersedia memberikan informasi mobil Honda terbaru apa yang akan memulai debut perdananya di Tanah Air. Akan tetapi bila diperhatikan dengan cermat, ada satu dugaan yang kemungkinan benar.

Mobil baru yang nantinya hadir bukan HR-V. Sebab Honda HR-V facelift baru saja rilis di Jepang beberapa waktu lalu. Termasuk juga Honda Freed. Sedangkan Honda Jazz tampaknya masih lama untuk mendapatkan pembaruan. Akan tetapi tidak halnya dengan Honda Brio.

Mobil ini bisa dibilang sudah masuk waktunya penyegaran. Ada beberapa faktor yang memperkuat dugaan tersebut. Seperti mobil konsep yang dihadirkan Honda beberapa waktu lalu.

Sebelumnya HPM memperkenalkan Small RS Concept. Mobil ini cukup sukses menyita perhatian banyak orang. Bahkan juga berhasil mendapat pujian dari berbagai pihak. Honda Small RS Concept hadir dengan dimensi kompak ala hatchback yang cocok menjadi penerus Honda Brio.

Selain itu, Honda di India sudah meluncurkan Amaze generasi terbaru. Untuk diketahui, Honda Amaze merupakan versi sedan dari Honda Brio yang dikembangkan di Thailand. Bila dicermati, mobil konsep Small RS Concept mempunyai tampilan yang mirip Amaze.

Tampilannya terlihat kaku dan bagian buritan layaknya hatchback. Honda juga menambahkan body kit dan pelek besar yang membuatnya terlihat semakin sporty.

Pada Honda Amaze ada beberapa keunggulan yang menarik perhatian. Seperti pemakaian transmisi CVT dengan paddle shifter dan cruise control. Sementara untuk bagian penggerak atau mesin tetap sama, tidak ada perubahan. Bukan tidak mungkin nantinya Honda Brio terbaru juga mempunyai fitur dan teknologi baru.

Apabila dugaan tersebut benar, maka bisa diprediksi Honda Mobilio dan BR-V juga akan mendapat perubahan. Sebab kedua mobil ini memakai platform yang sama dengan Brio atau Amaze. Mungkin saja Honda akan memperkenalkan Mobilio terbaru tahun depan yang akan membuatnya lebih bertaji untuk berhadapan dengan LMPV pendatang baru seperti Mitsubishi Xpander ataupun generasi terbaru Suzuki Ertiga.

Baca juga: Datsun GO 2018 vs Honda Brio Satya

Selain menghadirkan mobil baru, HPM juga akn memamerkan teknologi terbaru Honda di GIIAS 2018. Informasi ini disampaikan langsung oleh Takehiro Watanabe, Presiden Direktur HPM. “Kami sangat antusias menyambut peluncuran produk istimewa ini, sekaligus menampilkan berbagai teknologi terbaru kami di ajang GIIAS 2018,” ujarnya, mengutip dari Oto.

Pada GIIAS tahun ini Honda Indonesia akan mengusung tema Accelerating Innovation. Jonfis Fandy, Marketing & After Sales Director HPM menerangkan tema tersebut merupakan keinginan Honda untuk mempercepat lahirnya inovasi baru ke tangan konsumen Honda.

Oleh karenanya Honda menghadirkan beberapa mobil listrik berteknologi canggih. Salah satu yang kemungkinan akan hadir adalah Urban EV Concept.

Nantinya Honda akan menempati booth dengan luas 2.636 meter persegi di Gedung ICE, Bumi Serpong Damai. Watanabe berharap aktivitas yang HPM siapkan di GIIAS dapat menyegarkan pasar otomotif dan mempertahankan tren positif untuk Honda di semester kedua tahun ini.

Perlu dicatat, GIIAS 2018 akan dimajukan dari rencana awal supaya tidak bersinggungan dengan ajang Asian Games. Nantinya pameran ini akan berlangsung pada 2-12 Agustus 2018 mendatang.